Monday, 10 November 2014

Terkurung lagi

         Apakah kamu masih ingat saat semuanya berjalan dikepala ini, hanya kamu seseorang yang menjadi pegangan tangan yang mulai rapuh karena cinta yang meninggalkanku. Aku hanya ingin tetap berada disampingmu dan menjadi yang terakhir bagimu namun mengapa kau datang lalu meninggalkan hingga setiap kata yang keluar dari mulutku mulai tak berarti lagi diteligamu.
            Aku yang hanya bisa melihatmu pergi dan datang kembali untuk mengumbar kata cinta yang selalu mengurungku. Apakah salah jika aku masih mencintaimu dan berharap kau tetap begini dalam setiap kebohongan yang kau berikan kepadaku. Jika semuanya hanya permainan maka aku hanya perlu memainkan peran yang kau berikan tapi kumohon jangan ada peran yang bisa membuatku menangis.
            Jangan kata itu lagi, aku terbiasa untuk menutup teliga jika hanya untuk dibohongi dan tetap melebarkan mata untuk melihat gerakan mulutmu saat berbicara denganku. Aku memang tak bisa berhenti dalam cintamu namun aku juga tak ingin terkurung dalam kebohongan. Jika benar hanya kamu yang kusayangi maka setidaknya dengarkan setiap kata dalam perasaan yang lebih senang untuk berteriak dalam diam dari pada membuatmu mengerti gerakan hati yang mulai tak berbentuk lagi.
            Aku hanya sebuah perasaan yang berharap dibalaskan dan dimengerti. Tak ada permintaan untuk menjadi ratu bagi raja sepertimu. Aku hanya seorang wanita yang berharap kau genggam. Jangan kau tarik ulur perasaanku, datang dan pergi sesukamu. Aku sendiri sudah tak mengerti perasaan yang tentu ini. Belajar melupakan orang yang nyatanya tak bisa kulupakan. Aku sudah muak dengan kata munafik dalam diriku sendiri, semua serasa tak ada gunanya jika hanya mulut yang berkata aku tak suka dan hati selalu meneriakkan namamu.
            Teligaku memang sudah tertutup dengan namamu, tapi mataku masih memandang kearahmu. Jika kau ingin aku melupakanmu maka matikan semua panca indraku agar aku bisa menghilang dalam hidupmu bahkan dari hidupku sendiri. Seperti inikah sulitnya meninggalkan pria seperti dirimu. Merasa hanya kau pancaran cahaya dalam kegelapanku memang telah membutakan semua indraku. Aku mulai tak bisa merasakan apa-apa lagi saat kau pergi dan mendapatkan cahayaku lagi saat kau datang dengan kebohongan yang indah.
            Jika semua bisa bicara maka kamu akan terkejut dengan besarnya cintaku. Kamu akan berlutut dan berkata jika hanya yang bisa mencintamu dalam diam yang terus mengurungku. Jangan katakan jika kau telah menemukan yang lebih baik dariku hingga diriku menjadi yang terbaik untuk pria lain. Aku hanya tak bisa melepaskan diri dari kurungan ini hingga jiwaku telah menyatu dalam kebohonganmu.
            Tak apa, aku lebih senang kebohonganmu dan berjalan bersamanya. aku terlalu sakit mendengarkan yang benar, aku lebih memilih hidup dalam hitam dan sedikit cahaya dari tanganmu dan menunggu kau datang kembali saat cahaya itu perlahan meredum. Aku senang dalam tangis yang selalu menyapunya hingga kau mengerti hanya aku cinta yang tak kau balaskan.

            Tenanglah priaku. Aku hanya perlu menunggumu kan? dan berkata hanya kau tangis dan menunggu senyum dari dirimu. Aku baik-baik saja dalam setiap kata ini dan kamu hanya perlu tau aku hanya butuh waktu untuk mati dalam kurunganmu dan tak bisa kau lihat lagi. Aku tersenyum dalam debuku dan berharap lambaianku membuatmu mengerti kurungan ini adalah aku yang berharap kau kembali.  

Apakah hari ini tak berarti, sayang ?

Selamat hari bahagia sayang, aku menunggumu dalam ruang ini.
Kau tak menghilangkan ?, kau masih dengan hatiku kan ?, jangan katakan kau berniat untuk meninggalkannya ditempat itu dan pergi dengan tangan lain. Aku menunggu hari ini dengan jari yang sengaja kulepaskan dari tanganmu agar kau tak menggenggam tangan lain. Aku berharap kau juga merayakan hari ini ditempatmu dan memeluk bayanganku, seperti aku yang mulai mengecup bayanganmu dalam tetesan air mata ini.
Apa tak ada sedikit kabar untuk wanitamu, aku yang mulai dipenuhi dengan kekecawaan dibawa arus dengan pria lain sayang. Kuharap kau mendengarkan setiap kebahagian dalam sedih ini. Aku terlalu menunggumu hingga semua berjalan tanpa senyum.
Apakah hari ini tak berarti, Sayang ?
Aku yang melingkari kalender ini ternyata tak ada gunanya. Aku hanya berharap lebih dalam jarak yang terus saja memutuskan kita. Terlalu pedih jika hanya aku yang mengucapkan dan kau melupakan kebahagiaan ini.
Apakah kau lupa atau memang tak berharap hari ini ada, Sayang ?
Setiap aku berpikir lebih, mungkin kau sedang sibuk dengan kehidupanmu dan melupakan aku sejenak. Tak bisakah berhenti sejenak untuk mengucapkan selamat untukku. Aku yang bisa mengubur semua kenyataan indah dan bisa menyentuh semua kesalahanmu. Maafkan aku yang tak sempurna.
Sayang, apakah rasamu telah berubah ?
Kuharap tidak, aku terlalu senang menunggu kabarmu dalam raga yang mulai sesak bernafas. Aku tak bisa menangis sayang. Aku lebih senang terdiam dalam kegelapan ini dan berbicara dengan fotomu yang segaja kuhidupkan. Aku menunggumu sayang.
Tak ada kata darimu, mana kata rindumu dan setiap ejaan panggilan gila dari dirimu. Aku rindu sayang. Aku merindukan dirimu tanpa kabar saat ini. Apakah kita masih satu sayang ?, aku masih disini apakah kau juga masih sendiri disana dengan rasa sayangku.
Setiap alasan mulai berputar diotakku dan kuharap semua alasan jika kau menggengam tangan wanita lain hilang dari daftar alasan itu. Ku perhatikan fotomu setiap aku ingin tidur dan aku berdoa semoga besok kau mengingatku dan mencoba menghubungiku. Sayang jangan menjauh dan mencoba menghilang dari hidupku.
Trauma lamaku membuatku tak ingin mengulang segalanya sayang. Kau bukan dia yang pernah meninggalkanku kan?, aku tak ingin semua yang lalu terjadi lagi. Sayang, aku menunggumu disini dengan teliga yang selalu ingin mendengar suaramu dan mata yang ingin melihat catatan jika kau masih lelaki ku.
Sayang, aku disini. Ingat aku kan ?. aku wanitamu yang selalu menunggu kabarmu.

Wednesday, 15 October 2014

Jalanku


Apakah kamu tak ingin memberikan selamat untukku. Mengapa hanya melihatku dari jauh dan memberikan ekspresi wajah yang membuatku takut melepaskan sayang yang dulu. Aku mulai belajar merangkak dan kau terus memutuskan jalanku. Apakah ini kesenanganmu sehingga tak rela memberikanku kasihmu.
Jika tak ingin melihatku terus meneteskan air mata maka menjaulah dari semua jalan didepan mataku atau aku hanya perlu memegang tangannya dengan kaki yang terus saja kau rantai. Tak relakah dirimu melihatku senyum dan tertawa lepas seperti gadismu yang lain.
Aku hanya seorang pengelana kehidupan dan sempat singgah dalam lubang perasaanmu. Jangan kurung aku lagi dalam perasaan yang tak kau balaskan. Aku hanya ingin bahagia dengan tangan baru dan belajar berjalan bersamanya. Perasaan ini terlalu lama belajar dan mengenal cinta yang kau campakkan.
Suara ini telah hilang. Semuanya serasa habis dalam setiap hembusan nafas yang mulai tak terhitung lagi. Dengarkan atau maknai perasaan yang telah kau hancurkan. Relakan perasaan sayangku yang perlahan akan membunuh ku atau kau tak akan melihat raga dengan rasa sayang yang hina.
Aku ingin pergi ketempat itu, tunjukan aku pintu untuk terlepas dari tempat gelap ini. Aku ingin meraih semua cahaya itu, tunjukan aku caranya hidup dengan pelagi. Bukan kamu yang dulu, kuharap kau menjadi yang tebaik bagi gadismu yang lain. Bukan aku yang dulu, aku berdoa untuk kisah baru dengan hati dan perasaan yang lain.
Kamu, cintaku yang dulu. Belajarlah melepaskan untuk tidak membunuhku.
Kamu, sayangku yang dulu. Damailah dengan perasaan yang terus mengurungku.
Kamu, lelaki yang dulu. Tersenyumlah dan biarkan aku berlari dari hidupmu yang kosong.
Ini aku yang berubah karena perasaan yang telah kau permainkan. Setiap doa untuk hidup bersama telah berubah menjadi nama lain. Ingatkah dirimu, aku yang dulu selalu ingin menggenggam tanganmu namun kau melepaskannya untuk gadismu yang lain. Aku ingat semua itu wahai masa lalu ku.

Sekarang, giliranku mengakui semua keegoisanmu. Lepaskan ikatan ini dan berikan kepada dia yang menjadi bagian diriku yang berwarna. Aku relakan semua kisah kelam dalam buku yang kau bakar menjadi asap kehidupanku dan berlalu dengan air dari tangannya yang lain. Hiduplah masa lalu dengan caramu sendiri, aku disini melihat dengan bantuan mata lain. Melihatmu dengan sisi hidup yang berbeda. Aku tak ingin berharap dia yang sekarang akan menjadi penutup kisah kelam ku namun setidaknya aku sudah melangkah ke jalan lain dan tersenyum dengan hati yang lain. Terima kasih untukmu dan selamat tinggal.

Batas


Putih raga ini dalam aliran merah yang terus saja memacu perasaan yang telah menjadi hitam. Bermain warna untuk kehidupan adalah aku yang mulai bisa berjalan untuk melihat semuanya berperan dalam naskah-naskah yang telah diatur untuk ditampilkan didepan orang-orang hebat itu.
Aku mulai menyatu dalam semua drama kehidupan yang tak semua mengerti jalan dan akhir yang diciptakan. Terus saja bermain tanpa harus merasa bersalah adalah kesalahan orang-orang yang mengganggap dirinya yang terbaik. Aku yang hanya bisa menjadi biasa ternyata menjadi tokoh utama didalamnya. Seorang tokoh yang rela dicaci dan dianggap tak ada dalam permainan inti.
Inikah tingkah manusia-manusia yang terlalu angkuh dalam sikap yang tak dibenarkan. Aku hanya bisa melihat dalam lingkaran ditengah panggung itu. melihat semua pemeran dibelakang panggung saling menjatuhkan bahkan membuat diri mereka menjadi orang lain adalah kesalahan bodoh yang terus saja berulang dalam kehidupan yang memiliki akhir tanpa nyawa.
Nyamankah mereka berjalan tanpa harus melihat semua darah segar itu. indahkan kehidupan mereka hanya dengan berkata tanpa harus melihat teliga yang mulai mengeluarkan cairan karena kata-kata yang tak dipikirkan. Aku terlalu takut lari bahkan berjalan didekat orang-orang itu. Semua serasa salah jika untuk manusia-manusia hebat itu. pikirkan semuanya hanya permainan singkirkan semua ambisius itu jika kalian tak ingin menghirup wanginya kegagalan karena perasaan yang terlalu meluap.
Aku hanya berkata dalam hati dan melihat semua mata mereka. Berharap salah satu dari mereka mengerti semua perasaan yang mulai membungkap semua mulut pucat itu. aku hanya ingin kedamaian dalam kehidupan sementara ini. Berdoa semua yang diatas turun dan merangkul kami yang mulai tersesat dalam jalan berlumpur ini. Aku hanya perantara dan berharap bisa menjadi hadiah indah dalam cerita ini.
Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya sebuah perasaan bangga menjadi jiwa yang telah menyatukan jiwa yang hancur .
Aku bukan yang teratas. Aku hanya ingin menyetarakan semua dalam satu garis lurus.
Aku hanya kata maaf dan memaafkan yang mulai hilang dalam mulut-mulut yang terlalu bercerita kemunafikan itu.
Senyumlah dalam kebersamaan lupakan tawa yang bisa membuat satu nyawa hilang. Jika hidup ini melangkah perlahan, lihatlah semua warna-warni kehidupan berjalan disampingmu. Mengarahkanmu menuju surganya dan membuat semua menjadi indah tanpa harus berubah menjadi yang terhebat. Hidup ini terlalu indah jika diberikan batas antara yang diatas dan dibawah.  Hiduplah dengan cara yang benar dan menjadi yang terhebat dihadapan terhebat satu penciptakan kita semua.


Monday, 13 October 2014

Inilah Cintaku

               Apakah ini waktunya aku bisa berubah dan melupakan semua kisah kelam dalam hidup yang tak bisa kukendalikan sendiri. Aku sendiri tak bisa menyadari jika aku mulai menyukai bahkan telah berada disamping orang yang tak pernah terpikir dalam benak yang mulai hancur karena kisah masa lalu. Aku yang lebih senang menunggu ternyata berhenti untuk menata kisah baru bersamanya. Aku yang lebih senang memerhatikan seseorang ternyata bisa menutup mata dan hanya mendengarkan suaranya.
                Ini aku kan ?, aku tak ingin berubah hanya karena dia. Aku menyukainya namun tak ingin berubah karena cintanya. Berikan aku tanda jika cintaku adalah cinta yang kau balaskan. Cukup jika hanya aku yang merasakan, aku ingin cinta ini yang mendewasakan kisah yang dulu telah membuatku menunggu. Aku menyukainya dan tak ingin membiarkan semuanya berakhir seperti dulu.
                Ketakutan membuatku terus berdoa dalam jarak yang terus saja memisahkan kita dan rasa rindu yang tak bisa kita berdua hentikan. Kupeluk bayangannya dan merasakan jika hanya dia lelaki dalam hari-hariku saat ini. Sayang yang aku katakan semuanya tulus untuk membuatnya mengerti bahwa aku hanya untuknya dan menyadari aku tak perlu berbalik kebelakang lagi.
                  Dia, lelaki ku dengan wajah dan suara yang tertahan.
               Aku menyukainya dan tak bisa mengendalikan semuanya. Berkata dan belajar agar dia tak jenuh dengan sikap egoisku. Aku yang mulai mengerti dirinya yang sebenarnya dan menganggapnya yang berarti.
                Maafkan aku, jika aku tak bisa menahan semuanya. Mengatakan jika dia harus menjaga cintaku dalam jarak yang membuatku tak bisa melihatnya setiap harinya. Mengertikah dirinya sekarang aku membuang semua kata-kata sedih dalam setiap ejaan ceritaku dan membuatnya menjadi pemeran utama dalam kisah hidupku yang baru. Kuharap hanya kisah indah ini yang tertulis, aku menahan cintanya dalam perasaan yang mulai berbunga dan tak ingin melepaskannya.
                Salahkah aku jika menahannya tetap berada didekatku dan hanya menyukaiku seorang. Salahkah wanita yang mulai larut dalam kesenangan mengurung lelakinya dalam cinta yang tak tertahan. Aku tak ingin membuatmu hilang dan meninggalkan cintaku. Tapi aku juga tak bisa membuatmu meninggalkan cerita hidupmu yang sesungguhnya.
   Sayang !!!
                Ini aku yang sebenarnya. Cintai aku dengan caramu dan jangan lepaskan tangan ini. Aku menerima dan melepaskan jika kau memintanya. Aku hanya mendengarkan jika itu yang terbaik untuk kita berdua. Aku akan merangkai semuanya menjadi indah dalam buku hidup kita berdua. Aku hanya penulis bodoh dan berharap kau genggam dalam kebahagian yang hanya kita berdua yang tau.

          Terima kasih sudah hadir dan membuka tangan untuk perasaanku. Aku akan menjaga semuanya disini dan tetap menunggu hari kita bersama. Berjalan kearah dan menatap matamu. Peluk aku dan jangan lepaskan kisah dan cinta kita berdua. 

Wednesday, 18 June 2014

AKU TERLALU MENYUKAIMU

   Kembali dengan wajah seperti ini dan mengaku jika aku tak bisa melupakanmu, aku yang dulu masih saja seperti ini dan tak bisa menghilang sedikitpun tentangnya. Aku mencintai dan diacuhkan oleh cintanya. Berharap lebih untuk berbunga dan tersenyum didepannya. Aku terlalu berharap dia bisa disini seperti dulu dan menjadi milikku.
  Jangan katakan jika kau telah bersama yang lain. Aku selalu merana menunggu kabarmu bahkan menghidupkan gambarmu. Aku terlalu menyukaimu bahkan jika kau memalingkan wajahmu ke arah lain. Lebih dan lebih semuanya untukmu namun selalu kau buang ketempat lain.
   Mungkin terlalu hina menjadi wanita yang terlalu melebihkan hal yang telah membuangnya. Aku seakan tak memiliki arah untuk menjadi wanita yang lebih pantas untuk lelaki lain karna hanya melihatnya. Aku terlalu memujanya hingga dia menganggapku bodoh.
                Aku berubah untuknya, dan terlalu bodoh.
                Aku berubah untuknya , dan terlalu hina.        
   Aku bukan diriku lagi, semuanya karna lelaki itu. apa yang harus kulakukan jika aku tak bisa melupakan kakak kelas itu. aku terlalu takut untuk mengaku tak bisa melupakannya meski dia tau semuanya, jika aku tak bisa melupakannya.
   Hari yang pahit mungkin akan datang jika aku tak bisa mengutarakan semuanya, jika  tanggal dua tujuh terulang maka aku hanya bisa memeluk boneka dan berharap dia berubah menjadi kakak kelas yang mulai menghitamkan hidupku.
   Kumohon, katakana semuanya. Aku tak bisa menghilang maka berikan alasan mengapa aku tak bisa bersama dan mengapa kau seret aku kedalam hidupmu yang tak pernah aku ketahui. Kau datang dan meninggalkan ku begitu saja. Berkata kau menyukaiku dan berkata jika aku terlalu baik untukmu dan berpaling meninggalkanmu.
   Jangan katakan jika kau melupakan semuanya, karna aku menulis semuanya dan tak bisa terhapus begitu saja. Aku terlalu menyukaimu dan aku bisa saja mati dalam kenangan hina jika menjadi wanita yang terlalu mencintai dan ditinggalkan untuk alasan yang tak pasti.


                

Monday, 12 May 2014

Selamat


Selamat segalanya untukmu, Pernah hadir dan tersenyum didunia ku.
Selamat jalan untukmu, menemukan orang yang lebih baik dariku.

Hanya dengan mendengarkan dan mengetahui jika kamu sudah bersama yang lain maka aku hanya perlu berjalan menjauh dari hidupmu. Tenanglah, aku akan merangkak ketempat lain. Memuntahkan semua yang sudah aku rasakan tentangmu. Dan mengalirkan perasaan yang terus saja menusuk ku secara perlahan. Tenanglah, aku hanya perlu topeng itu. Menghilang dari pandanganmu dan berteriak sekencang-kencangnya walau dengan hati yang masih menangis.

Jika kau pergi maka raihlah tangannya, lepaskan aku dan semua perasaan ini. Aku sudah tak bisa merasakan apa-apa lagi, aku sudah lari dari semuanya tapi tidak dari sosok sepertimu. Aku sudah berusaha melupakan tapi mengapa semua tentangmu selalu saja berbekas dalam ingatan ini. Sudahlah, aku sudah bosan dengan semua ini. Aku sudah mencari yang lain tapi hati tetap ingin bersama mu.

Tak bisa menjelaskan perasaan diri sendiri adalah aku yang merana dalam perasaan yang dicampakkan. kamu terus saya memberi harapan lebih namun untuk meninggalkan ku. Aku selalu saja menjadi bodoh untuk tetap menunggu walaupun dengan harapan yang tak bisa dipastikan. Sungguh hina menjadi wanita yang mencintai namun selalu saja ditinggalkan untuk cinta wanita lain.

Jika semua bisa berjalan sesuai arahnya maka arahkan sedikit pandanganmu kesini, mengarah ke mata berembun ini. Melihat hanya untuk cahayamu dan mendengarkan hanya untuk nadamu. Terlalu kejam hidup tanpa warna darimu yang sudah ada dalam dinding lain.

Sekarang atau kapanpun kau akan tetap seperti itu.
Sekarang atau kapanpun perasaanku akan tetap seperti ini.

Berharap setiap akhir menjadi bahagia adalah khayalan wangi dalam setiap mimpiku. Berjalan lah “Kak” biarkan aku menguburkannya sendiri atau mati terkubur dalam perasaan yang tak terbalaskan.




Monday, 5 May 2014

Sederhana

Sederhana yang menyakitkan, sangat indah menggambarkan wajah dengan ekspresi manis walaupun dengan hati yang teriris.
Sederhana yang melukai, sangat indah melihat waktu yang terus menghapus memori sedikit demi sedikit.

                Seharusnya bukan hari ini aku merelakan semuanya, seharusnya bukan hari ini aku berkata bodoh lagi. Menerima dan melepaskan dalam hitungan jari yang melelahkan. Aku harusnya tetap menunggu orang lain bukan malah berhenti untuk sekedar mengecap manis perkataan orang seperti dirinya. Lelaki dengan ribuan rayu gombal telah merusak semuanya.

                Awal yang indah mungkin tak diduakan lagi, percakapan hangat meluluhkan perasaan yang beku. Hingga, perjalanan bersama mulai aku jalani bersama.

                Perlahan aku sadar, dia hanya memberi harapan untuk bersama. Dia hanya ingin berjalan lalu melirik kearah ku bukan untuk menarik tanganku. Aku salah telah berhenti untuk meliriknya juga, aku salah telah melupakan tujuan awal aku berjalan ke jalan itu. sekarang, semua tercatat lagi begitupun dia mulai tercatat lagi dibuku ini.


                Sudahlah, dia hanya menjadi perjalananku. Merasa itu yang terakhir kalinya aku berhenti untuk menjadi wanita bodoh. Aku akan berjalan menuju ke orang itu. seseorang yang menjadi tujuan segalanya. Biarlah kamu yang melirik ku hidup diduniamu. Lupakan perkataanku jika aku menerima mu dengan segala kekuranganmu. Karena, terlalu sakit jika hanya aku yang menerima namun kamu tak bisa menerima ku. 

Tuesday, 8 April 2014

Apa artinya ?

sebenarnya apa arti sebuah kata cinta bagi mu ?, apa tak berarti atau mungkin kau sudah mengunci rapat-rapat hatimu untuk seorang pemuja seperti diriku. seorang pengelana cinta dengan kaki yang sudah berdarah saat berjalan dalam tumpukan penghinaan yang kau berikan padaku. 
sebenarnya apa arti sebuah penantian bagimu ?, apa tak berguna lagi menunggu orang yang nyatanya telah menutup mata, telinga bahkan mulut untuk pemuja seperti diriku. seorang perindu yang telah dicampakan begitu saja dalam lubang kekecewaan darimu.
sebenarnya apa arti sebuah tangis bagimu ?, apa tak berarti seorang wanita menangis hingga darah menjadi penutup rasa sakit di hati saat melihat kau berjalan dengan tangan lain disampingmu. seorang pecinta seperti diriku selalu saja menjadi bodoh didepan seorang pemuda seperti dirimu.

semua memang tak berarti, semua memang tak berharga bahkan untuk mengutarakannya secara langsung hanya menjadi tamparan nyata dipipiku. terlalu sakit saat membayangkan semua mimpi buruk berubah menjadi kenyataan hidup yang pahit. biarlah aku menahannya, menahan semua keluar saat kau berjalan untuk sekedar berada disampingku. biarlah aku menahannya dalam hujan yang tak berbicara itu, sesungguhnya hujan menampung rasa sakitku dalam awan hitam itu. jika dia turun semakin deras saat itu juga aku merasakan sakit yang tak seorangpun perlu tahu bahkan menyelesaikan perasaan wanita bodoh seperti diriku.


Masihkah dengan hati yang sama?


Dear Hati

Kamu masih betah berlama-lama di hati yang sama? Hati yang sering menyakitimu? Kamu masih bisa bertahan dengan cinta yang tidak terbalas? Banyak pertanyaan yang ingin kulontarkan padamu, tapi terlalu sakit pula kurasakan ia menusukku. Ingatkah? Jatuh cinta membuatmu melayang-layang ke awang-awang tapi lama kelamaan cinta memudar dan membuatmu jatuh ke tanah. Ia memberimu bahagia yang sementara dan sakit yang berkepanjangan.

Ada berjuta-juta manusia di dunia ini dan kau memilih satu diantara mereka dan sayangnya untuk menyakitimu. Masih betah dengan hati yang sama? Masih bertahan dengan rasa sakit itu? Terserah padamu hati. Kau memang selalu mengalahkanku..

With Love
Your Mind

Tuesday, 11 March 2014

Sudahlah..

      Ada yang aneh dengan hari ini, aku menjalani semua dengan hati yang tertutup seperti tiada yang berharga sama sekali. aku berjalan tanpa harus melihat sekelilingku, berjalan bahkan tanpa harus menghiraukan semuanya. terasa tiada beban saat melangkah sendiri, terasa semua telah hilang hingga aku hanya bisa melihat kedepan tanpa harus menghiraukan suara-suara itu lagi.
     Aku melangkah hingga sampai ketempat untuk menghela nafas dalam-dalam. memasuki ruangan dimana aku akan berubah menjadi orang yang berbeda, berusaha mengerti dengan segala pertanyaan dan memenuhi semua kertas yang kosong itu walaupun aku sendiri tak mengerti apa yang aku tulis dan bagaimana caranya mereka masuk kedalam otak ku.
     Sudahlah.. 
   Kehidupan memang seperti ini, aku selalu berusaha berpura-pura dewasa dengan usia yang bisa saja merenggut nyawaku detik ini juga. aku bisa saja menangis saat melihat semuanya berubah. melihat dia yang terus saja berjalan didepan ruangan ku tanpa harus memalingkan wajahnya kehadapanku.
     Aku adalah gadis dengan cerita kehidupan yang menyakitkan. menjalani semua dengan harapan sia-sia. adakah yang mengerti semuanya, saat aku ingin sendiri dan menghentikan waktu untuk melihat semua ekspresi muka yang tak berharga. semua ekspresi pura-pura seakan hidup ini dijalani untuk membuat seseorang tersenyum.
    Ada yang bisa membuatku tersenyum, komohon.. hanya dengan senyum alami aku bisa hidup tapi kemana orang itu, dia berjalan seakan tak ada hal yang tersisa dalam diriku. seakan diriku telah hilang dalam setiap bait kehidupannya.   
    Sudahlah..
  Aku hanya seorang pengharap, tak ada gunanya mengeluarkan semua kata-kata yang tak berharga sedikitpun.
    Sudahlah..
    Dia hanya seorang yang menjadi berharga namun tak berhak mengetahuinya. seakan menjadi bahagia jika dia berjalan tanpa harus berbalik.
    Lari atau berjalan ?, sudahlah jangan buat pertanyaan untuk hidupku lagi. aku hanya perlu terus menghadap kepintu itu dan terus melihat dia. sudalah.. sudahlah.. hidupku adalah cerita untuk tetap menjadi pengharap yang bodoh. 





Sunday, 9 March 2014

Di Hatiku kau tidak akan pernah berubah

Meskipun aku berusaha meyakinkan diri ini, tetap saja semua tidak sama seperti dulu
Meskipun kau berusaha melupakanku seutuhnya
Meskipun kau menganggapku hanya seseorang yang baru saja berlalu


Setiap malam – malam ku
Tetap sama, seperti saat kau belum meninggalkanku
Hatiku berontak untuk menemukanmu kembali
Mengapa semua ini tidak cepat berlalu?
Sulit menjalani hidup ini tanpa kehadiranmu
Setiap malam – malam ku


Tetap sama, seperti saat kau belum meninggalkanku
Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini, meskipun hanya sekali saja
Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu
Meskipun kau tak disampingku lagi
Meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang
Dihatiku kau tidak akan pernah berubah
Hatiku berontak untuk menemukanmu kembali


Mengapa semua ini tidak cepat berlalu?
Sulit menerima kenyataan kau bukan miliku lagi
Setiap malam – malam ku
Tetap sama, seperti saat kau belum meninggalkanku
Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini, meskipun hanya sekali saja
Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu
Meskipun kau tak disampingku lagi
Meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang


Dihatiku kau tidak akan pernah berubah
Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Hatiku masih terperangkap jauh didalam dirimu
Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini, meskipun hanya sekali saja
(Untukku yang tidak bisa memiliki mu lagi)


Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu
Meskipun kau tak disampingku lagi
Meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang
Hati ku akan selalu…
Karena aku Mencintaimu dan sangat merindukanmu
Bagiku, kau akan tetap sama..
  


Diam

Semua berubah seiring aku mengenalmu !!


Kita menjalin semua ini dengan keadaan diam-diam, aku bersamamu meski tak ada seorangpun yang mengetahuinya. aku senang mengenalmu, bercerita dengan mu, memandang semua ilusi agar cerita kita terus berjalan. namun, jika aku melihat mata yang selalu menghakimi kita serasa cerita ingin kututup detik itu juga. jika bukan tanganmu yang menahanku maka tiada lagi yang dapat aku lakukan.


"sudahlah, hanya kita yang tau kan ?"

kau berbicara seakan tak ada yang menghalangimu, seakan semua akan berjalan sesuai kehendakmu. aku senang melihatmu seperti itu namun yang aku takutkan kau akan dengan mudahnya melupakan semua perkataanmu.

"kau bisa bertahan ?"

aku berikan pertanyaan agar mempertegas semua hubungan ini, namun kau tetap saja memegang tanganku. memalingkan wajah ku ke hadapanmu memperlihatkan matamu yang berkata dari dalam jika kau bisa bersamaku.

Sekarang, aku mengerti semuanya. aku menerima bukan karena kau memaksaku namun hati memang sedang memilihmu. melihatmu dengan hati yang terbuka adalah aku yang sedang menyukaimu. berharap aku bukan wanita pengganti dirinya yang dulu kau cari. memalingkan wajahmu kehadapanku bahwa hanya aku yang bisa kau lihat.

Sudahlah, aku berubah bahkan rela menunggu untuk dirimu. aku berjalan seorang diri hanya untuk memberikan mu air dan menghapus keringatmu. menjadi wanita bodoh yang menunggu selama berjam-jam hanya untuk dirimu. ini bukan aku, aku yang dulu tak seperti ini. semua ini karena kamu.

Cerita diam-diam kulakukan untukmu, menceritakan kamu yang tak seorangpun mengetahuinya. seorang yang dulunya biasa ternyata menjadi berharga :)

Monday, 3 March 2014

Lelaki dengan topi kebesaran

Salam kenal untukmu, meski aku terus berjalan namun teligaku tetap saja ingin mendengarkan suaramu. mendengarkan kau mengeja namamu didepanku dan menceritakan semua tentang dirimu. kau adalah lelaki dengan topi kebesaranmu, tersenyum dengan wajah yang dingin memperlihatkan dirimu yang lebih menyukai kesendirian dari pada keramaian yang aku buat dengan lainnya.
       Kau bisa bicara kan ?, kau bisa menyebut nama ku kan ?. tapi mengapa sangat sulit untuk sekedar bercengkrama dengan diriku. Bahkan salat yang kita lakukan berjamaah tak ada gunanya untuk mendekatkan diriku dengan orang sepertimu. aku sadar bahwa aku bukanlah wanita yang idamkan namun aku selalu berusaha untuk berubah menjadi wanita yang bisa kau bawa didepan orang tuamu nantinya.
"Aku tak ingin bersama siapapun"
     Ku garis bawahi perkataanmu itu, bahwa kau hanya mencari wanita untuk akhirat bukan untuk kesenangan. ku kagumi dirimu yang lebih dewasa dalam memilih hidup yang tak tentu jalannya ini. saat kau berkata bahwa semuanya sudah diatur oleh-Nya serasa ada yang mengetuk dinding perasaan tentang arti seorang lelaki adalah imam untuk hidupku.
           Saat keadaan lebih senang untuk memerhatikanmu, kau mengucapkan sebuah kata untuk menyuruhku pergi dari kehidupan sucimu. kau mengatakan tak peduli sama sekali terhadapku bahkan tak ada waktu sedikitpun untukku. aku mengerti bahwa aku tak berharga namun aku selalu berusaha berubah untuk menjadi wanita untuk lelaki seperti dirimu.
           Lelaki dengan topi kebesaran seperti dirimu membuatku tak bisa seperti dulu lagi, lelaki dengan topi kebesaran seperti dirimu membuat aku yang tak berarti bisa merasakan indahnya sujud di atas  sajadah itu. meski kau tetap teguh dengan prinsip, ku biarkan kau hidup dengan semua harapanmu dan terus berdoa agar kau mengerti bahwa aku berusaha berubah untukmu seorang imam yang ku impikan .

untuk calon imam yang ku impikan

Selamat tanggal 01

Selamat datang ...
kuberikan tangan ini untukmu, kutadahkan semuanya dalam kalimat sayang ini.

Masih segar ingatanku saat pertama kali kau mengucapkan Happy birthday di akun sosialku. saat itu mungkin semuanya bisa ku anggap biasa karena aku lebih dahulu menyukai orang lain dan itu bukan dirimu.
"Kau punya pacar ?"
kamu bertanya seakan kamu ingin denganku namun ku jawab semua itu santai dan berkata aku tak memiliki seorangpun hanya saja menyukai orang yang tak menyukaiku.
kamu bertanya kembali kenapa seorang seperti diriku harus menyukai orang yang tak menyukaiku. aku hanya menjawab bahwa aku hanya bisa menunggu dia berbalik dan mendengarkan perasaanku.
"Jika begitu dengarkan perasaanku.."
kamu mulai menggunakan setiap kata yang kukeluarkan untuk menyakinkan aku juga adalah kamu namun, sayangnya aku hanya mengganggapmu seorang teman.

Lama aku mengenalmu ternyata kamu tak seburuk yang ku kira, kamu tak seburuk yang dikatakan semua temanku. Kamu hanya seorang lelaki yang senang membuatku tertawa, menceritakan tentang semua film yang disenanginya dan mendengarkan lagu untuk ku.
"Kita bisa bertemu ?"
Kamu mulai mengajakku bertemu. awalnya aku tak peduli dengan semua ajakanmu namun lama kelaman aku mulai kasihan denganmu dan akhirnya kusempatkan diriku bertemu denganmu.
Saat pertemuan pertama kami, aku sempat tak mengenalimu bahkan aku terlalu sibuk dengan kegiatan KIR yang diadakan disekolahku saat itu namun kamu masih tetap menungguku. maaf untuk kejadian itu :) !!

"Maaf"
hanya kata itu yang bisa ku katakan padamu namun kamu tetap saja tersenyum. 
kumohon.. jangan senyum lagi, itu bisa membuat melupakan janji jika aku tak ingin berhubungan dengan lelaki siapapun.
Namun semua berjalan tak sesuai harapanku lagi, setelah pertemuan itu aku mulai sering bertemu denganmu dan aku mulai merasa nyaman denganmu.
Kamu bisa mengatakan aku adalah adikmu didepan semua orang yang tak mengenali kita bahkan ada seorang yang mengatakan jika muka kita berdua hampir sama. aku senang ada yang mengatakan itu meski saat itu tak kuberikan sedikitpun raut wajah jika aku senang dengan perkataan orang itu.

Semua mulai berjalan dan aku mulai terbiasa dengan sikapmu. saat itu aku mulai melupakan semua janji ku bahkan yang kupikirkan aku tak bisa bersama janji ini terus, aku mulai menyukaimu dan tak bisa kubohongi semua itu. 

Kamu mulai mengatakan lagi jika kamu menyukai ku meski dengan cara aneh aku bisa mengiyakan semuanya.
Sekarang kita berdua bersama meski tak seorangpun mengetahuinya. aku senang menjalani semua ini meski hanya kita berdua yang tau semuanya. aku senang hanya kita berdua yang mengetahui rasa sayang ini walaupun akhirnya belum tentu bahagia, namun yang ku inginkan biarkan semua berjalan indah untuk saat ini meski dengan cara diam-diam.

Sunday, 23 February 2014

Gita Gutawa - Rangkaian Kata

Kau pernah bilang cinta
Akulah satu-satunya
Kau bilang ku sempurna
Kau cinta aku selamanya

Dan kau tuliskan lagu
Semua tentang diriku
Kau katakan padaku
Jangan ragukan cintamu

Semua hanya rangkaian kata
Yang kau sebar ke semua wanita
Ooh bodohnya aku sempat percaya

Kamu..
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu..
Dan semua kata-katamu semua
Palsu

Kau pernah bilang aku
Istimewa di hidupmu
Tak kan ada yang mampu
Gantikan cintaku padamu
Kau tatap mataku
Kau bilang hatimu untukku
Kau berjanji padaku
Takkan pernah pergi dariku

Semua hanya rangkaian kata
Yang kau sebar ke semua wanita
Ooh bodohnya aku sempat percaya

Kamu..(kamu..)
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu.. (kamu..)
Dan semua kata-katamu semua
Palsu

Friday, 21 February 2014

Bisakah mengerti ?

“Senang bisa mengenal dia”
Aku tersenyum melihat wajahku dalam kaca usang itu, menatap wajah diriku yang selalu saja tersenyum untuk tangis yang selalu dia berikan untuk ku.
Berusaha berubah adalah diriku, aku bahkan melakukan semua cara agar menjadi ratu didepan sang raja seperti dirinya. Semua ini bukan aku lagi, berjalan dan menoleh untuknya. Semua bukan cerita yang ku inginkan, alur yang berjalan selalu saja berjalan mundur.
“Dia tersenyum untuk ku ?”
Aku bertanya kepada semua orang apakah hanya aku yang dia lihat. Aku lebih menyukai kepanasan di barisan hanya untuk melihat dia senyum dari jauh. Aku lebih baik berkeringat karena lari hanya untuk melihat dia ada didepanku. Aku lebih baik basa karena hujan hanya untuk melihat dia didepan rumahnya walaupun jarak rumah kami lumayan jauh. Semua aku lakukan hanya untuk dia.
Aku berusaha berubah untuk dia, apa dia pernah melihat aku ?
Aku berusaha menjadi yang dia mau, apa dia pernah mengerti ?
Berusaha.. berusahaa.. berusahaa..
Dan yang kudapatkan hanya pemandangan wajah tanpa ekspresi sama sekali. Dia berpikir aku menyukai lelaki lain kecuali dia. Apakah dia pernah berpikir bahwa hanya aku wanita yang selalu menunggunya berjalan dibelakang kamarku, setiap sabtu dan minggu berusaha berjalan menuju kerumahnya namun tak ada yang kudapatkan.
Jika rasa sayangku bisa ku tuangkan mungkin sebanding dengan sakit dari dia. Terlalu sakit menyukai orang seperti dirinya. Andai dulu dia tak pernah datang dikehidupanku mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Namun karena dia yang memulai dan aku tak bisa untuk melepaskan maka itu menjadi masalah untuk hidupku.
“apakah aku bisa melupakannya ?”
Aku selalu berpikir untuk melupakan namun selalu tak bisa, sangat sulit untuk berubah jika dia tetap berada disekitarku. Bahkan jika kupikir dia harus pergi menjauh, aku tak tau apa yang terjadi dengan ku. Aku terlalu menyukai dan tak bisa membencinya.
Untuk raja atau panggilan hati untukmu, mungkin menulis seperti ini sangat memuakkan bahkan terlalu kekanak-kanakan namun untuk menulis aku tak bisa berubah hanya untuk dirimu.  Semua kata ini selalu menjadi alasan aku tak bisa melupakan mu. Maaf dari seorang seperti diriku.

Friday, 14 February 2014

CINTA YANG TAK TERLIHAT


Sedari tadi aku hanya memandang bangunan tua itu, bangunan tua yang dulunya cafe yang terkenal dikota itu. Aku masih ingat semuanya, berjalan dan berhenti untuk sekedar menenguk coffee ditempat itu.

“Mengapa semua harus hancur ?”
 Aku hanya seorang gadis biasa, berjalan ditaman dan membaca dongeng kecil yang tak pernah ku lepaskan. Aku hanya seorang gadis dengan senyum kecil dibibirku. Hingga sekumpulan orang menjadi perhatian tersendiri untuk diriku. Mereka bermain bersama, memutar roda dan tertawa bersama.
“Tertawa adalah kasih sayang ?”
Aku terus saja berjalan, melewati kumpulan orang dan secercah cahaya dalam mata yang mulai kuperhatikan. Kaki terus saja melangkah ke sebuah rumah makan disamping cafe tua itu. sekarang, rumah makan ini adalah persinggahan kedua ku. Ditempat ini aku dapat melihat semua orang yang mencurahkan rasa sayangnya disekitar taman. Memerhatikan seseorang dalam kumpulan roda itu.
2 Bulan yang lalu ....
Semuanya masih segar di ingatanku, aku berlari dan terjatuh dikakinya. Dia menangkapku lalu merangkulku dalam pelukannya. Dia berkata untuk tak takut dengan semua jalan hitam itu. dia berkata seakan akan menjagaku selamanya. Dengan lagu yang mulai berirama dalam ragaku, aku merasakan semuanya. Merasakan bahwa dialah tawa yang sudah hilang sejak 3 tahun lalu. Perjalanan yang membuatku sendiri, menghilangkan tawa dan kasih sayang dalam duniaku.
“Naiklah !!!”
Dia tersenyum padaku, tanda menyuruhku menaiki sepeda yang menurutku lebih dia sayang dari siapapun.
“Bolehkah ?”
Dengan tangan yang mulai gemetaran, aku beranikan diriku melewati batasku. Bersamanya ternyata tak seburuk yang kupikirkan. Dia tak seburuk manusia bumi lainnya, dia tak sekejam kisah ku yang mematikan dan racun yang mulai membuatku tidur.
Kami bersama,hingga setiap aku kecafe dia selalu menemaniku. Berjalan ditanam, membaca dongeng kecil bersamanya dan memperhatikan bentuk-bentuk dari awan itu. Aku senang melihatnya, menceritakan dalam hati tentang dirinya dan mengkhayalkan hidupku bersamanya. Namun, kenyataan pahit bersamaku. Cintaku adalah kasih sayang yang tak bisa ku ungkapkan. Dia terkubur dan menjadi kubangan harapan semu yang tak berperasaan.
“Maafkan aku”
Aku harus meninggalkannya, dengan tiupan angin yang membawa daun-daun kering itu, sejak kutemukan dia bersama wanita lain dicafe itu. Aku mengerti jika aku hanya persinggahan sesaat untuk roda kehidupannya yang tentu kapan dia akan berhenti. Dia terlihat bahagia dengan tawa itu.
Sekarang..
Aku hanya bisa melihat dia dari rumah makan ini, berkata dalam teriakan hati yang tak sampai. Jika aku sayang namun tak bisa ku sampaikan. Cinta ku seperti buku dongeng yang terus ku bawa, mungkin ini sugesti dari buku pemberian orang tuaku yang telah tiada 3 tahun lalu. Buku ini bercerita bahwa Cinta bukan sesuatu yang tampak, dia hanya tak terlihat dan untuk mengungkapkannya hanya perlu sedikit rasa bangga memiliki cinta. Namun aku tak memiliki perasaan bangga memiliki cinta, semua itu telah hilang bersama rasa sayang kedua orang tuaku. Mungkin aku memang hanya bisa menjadi gadis yang berjalan, berhenti dan membaca buku. Hingga aku menjadi simbol cinta yang tak terlihat.




Tuesday, 21 January 2014

Bintang

Aku mengenalnya sejak aku menghirup wanginya bunga mawar ditaman itu, aku melirik semuanya namun mataku hanya tertuju pada sosok lelaki kecil yang tengah menggenggam robot kecil ditangan kanannya. Dia tersenyum manis kepadaku, menandakan ingin berbicara mengetahui siapa aku. Mata indah dan rambut coklat itu penanda dia yang menjadi sahabat kecil ku hingga saat ini.
apakah ini akan menjadi kenyataan ?
Bersama dalam setiap langkah, berbicara dengan tujuan yang sama namun kenyakinan yang menghalangi aku dan kamu menjadi pembatas jelas kita berdua tak akan pernah bisa bersama. Masih ingatkah kamu bunga yang kau beri ditepi jalan itu, bunga mawar yang melukai tanganku dan memaksa kita untuk memilih kedua orang tua dari pada rasa sayang yang terus meluap untuk ku utarakan.
Aku adalah wanita yang tak bisa mengerti jalan cerita kehidupan ini, tak bisa memahami perasaanku sendiri dan menjauh untuk mencoba munafik dalam setiap hal yang ku takutkan akan menyakitiku. Namun, dia dalah sosok lelaki yang selalu memacu ku agar tak takut menghadap kedepan dan menatap semua mata manusia yang kadang menghina dan membuat ku jatuh dengan mental yang tak berpendirian ini. Kau adalah sosok yang kuat untuk diriku yang lemah dan kau juga adalah sosok yang berbeda untuk keyakinan yang ku pegang teguh dalam setiap sujud ku.
Bintang
Itu nama lelaki yang kukenal sejak aku pindah dari desa kekota yang penuh dengan hal-hal gila ini. Sebenarnya aku tak pernah ingin memanggilnya Bintang karena bintang-bintang yang kusukai selalu jauh dari tanganku dan Bintang yang satu ini walaupun dekat namun selalu terasa jauh.
Aku dan dia adalah sahabat sejak kami duduk di bangku SD, aku dan dia adalah sahabat yang selalu ditertawakan oleh teman-teman kami karena keyakinan dan orang tua kami yang tak bisa satu kata. Orang tua ku dan dia tak pernah memiliki tujuan yang sama, orang tuaku dan dia selalu saja membandingkan hal-hal yang mereka miliki. Seperti kedua ayah kami yang bekerja dalam satu kantor yang sama namun tak pernah bertatap mata sekalipun, aku sendiri tak mengetahui apa yang terjadi namun yang jelas terlihat ayahku terlalu menjunjung tinggi keyakinannya dan tak pernah ingin bergaul dengan keyakinan lain. Semua hal yang nampak itu yang kutakutkan untuk tetap bersamanya namun hati kecil ku pada saat itu selalu saja bersembunyi dan ingin terus melihat wajahnya. Akhirnya kami pun tetap bersama dalam satu nafas meski kedua orang tua kami tak pernah mengetahui semua itu.
Kamu harus menjadi perempuan yang baik untuk lelaki dan orang tua yang kamu sayangi
Bintang, apa kamu ingat kata-kata itu. Kata saat kita harus berpisah karena aku akan melanjutkan pendidikan SMP ku kekota lain.
Bintang, apa kamu ingat wajah ku saat harus melepaskan tanganmu dan semua memori indah dan tersembunyi kita berdua.
Bintang, apa hanya itu yang dapat kau ucapkan saat itu.
Saat semua perbincangan selesai, kau memberikan sebuah kotak berwarna merah dan kau katakan untuk ku buka dikota baruku nantinya. Dan kotak itu adalah satu alasan mengapa aku tak bisa melupakanmu hingga saat ini.
Satu.. Dua.. Tigaa..
Aku terus menghintung jarak dan waktu kita berdua. Selama 3 tahun aku tak pernah melihat mata dan rambut kecoklatan itu. Selama itu juga aku mulai tumbuh menjadi wanita yang terus saja menunggu laki-laki yag kukenal sebagai sahabat kecil dengan sebuah keyakinan yang berbeda. Selama itu aku mencoba untuk membujuk kedua orang tuaku untuk menyekolahkan ku kesekolah yang sama denganmu walaupun sebenarnya dia tak mengenali siapa kamu lagi.
“ Bintang kamu tak berubah kan ? “
Maaf aku mencoba bertanya seperti itu karena waktu bisa saja mengubahmu dan karena waktu kamu bisa saja melupakan ku.
“ Aku tak berubah sedikitpun dan tak melupakanmu sama sekali “
Dia tak berubah dalam kata namun dengan mata yang berbicara aku jelas melihat dia tak pernah berbohong walaupun wajah dan postur tubuh yang kulihat didepanku sekarang ini nyatanya telah berubah menjadi lelaki dewasa dengan nama Bintang sahabatku.
“ Kita akan bersama lagi “
Ucapku dengan senyum saat memasuki sekolah kami berdua . sebuah bording school yang membuat kami bisa mengetahui semua hal dengan lebih jelas dalam waktu yang lebih  panjang.
Setiap saat mengenang masa lalu, setiap saat berjalan bersama dan setiap saat selalu memandang wajahnya namun dengan status jelas dia adalah sahabatku. Melihatnya tumbuh sedikit demi sedikit membuatku menyukainya. Mungkin kata orang memang benar, Friendship become LOVE bisa saja terjadi dan itu yang kualami namun bagaimana dengan keyakinan yang selalu menjadi penghalang jelas antara aku dan dia. Apakah harus ku lewati atau hanya melihatnya saja dari wilayahku dan tak pernah berharap untuk melewati batas itu.
Semua yang kurasa bisa kusembunyikan namun tidak dengan dia. Semakin hari dia semakin berbeda. dia terus menjauh seakan ingin mengetahui bagaimana aku tanpa dirinya. Dia berjalan bahkan berlari untuk menjauhi ku namun bagaimana aku yang sekarang tak mungkin ku jelaskan semua padanya karena Bintang adalah sosok yang jauh dan sulit kugapai. Saat aku juga berlari, dia berbalik dan menggenggam tanganku lalu mendekapku dalam hangatnya tubuh yang tinggi itu. Aku meronta ingin melepaskan dia dan semua perasaannya namun bagaimana jika aku tak bisa mendapatkannya lagi. Kudiamkan saja dia dan membuatnya berbicara jujur dengan perasaan yang juga mungkin telah lama dia pendam.
“ Lupakan keyakinan dan tetaplah bersama ku “
Apa maksudnya !!, kamu berbeda dalam setiap sujud dan doa namun dengan cinta yang sama aku menghapusnya. Aku menggenggam tangannya dan berjalan bersama dalam tujuan yang sama walau dengan cara berdoa yang berbeda.
Hari demi hari kami lalui bersama dalam jenjang SMA di sekolah yang sama. Bersembunyi dan terus tertawa bersama adalah hal biasa untuk hidup kita disekolah ini. Sebuah tempat yang menjadi saksi bahwa keyakinan tak akan pernah bisa menghalangi segalanya. Hingga ujian kelulusan mencoba untuk membuat kita berpisah lagi. Aku terus belajar dan mencoba mengerjarnya walaupun pada akhirnya selalu aku serahkan kepada yang mengurusnya.
Kubiarkan semuanya berjalan sekarang, walaupun pada akhirnya nanti kita akan berpisah namun aku selalu yakin kita akan dipertemukan lagi. Seperti semua cerita kecil kita hingga saat ini. Semua perbedaan yang terus menyatukan kita dan persamaan yang mempererat kita. Karena kamu adalah Bintang sahabatku yang kini menjadi penyemangat hidupku yang baru.

Bintang, kau tak jauh lagi. Tetap disini dan pegang tanganku untuk terus berjalan bersama . 

Sunday, 12 January 2014

Harapan

Selamat datang hari yang baru untuk hidupku dan selamat tinggal semua kesengsaraan yang dulu terus bersama ku. Aku percaya semua akan berakhir dalam tepukan tangan  untuk mendatangkan sesuatu yang kuharapkan dapat menghapus tinta hitam dikehidupanku yang dulu. Aku yang sekarang akan berubah kan?  tidak lagi mengingatnya dan semua perasaan yang dapat membuat ku gila. Harapan ku adalah kamu yang berjalan agar terus menjauh dari jalan hidupku.
Berjalan..berjalan.. aku ingin itu, terus berjalan bahkan berlari dari semua cerita hidup yang pahit saat melihatmu disekitarku. Aku akan menjadi kuat lagi dengan semua harapan yang baru dan lembar yang baru juga. Berharap hanya itu yang dapat aku lakukan untuk terus hidup dan harapan itu adalah petunjuk hidupku selanjutnya agar tiada tangis dan kepedihan yang berkepanjangan saat masih bersamamu.
Saat mengakhiri memang sangat pedih namun saat mengetahui dia hanya sengumpalan harapan gila. aku terus membuang semua perasaan satu demi satu, merobek album ceritaku dengan dia dan menghancurkan semua peti kenangan yang berisi aku dan dia. Sakit saat melihat semuanya terbakar namun itulah asap kehidupan ku dan pembuka jalan cerita baru ku dengan buku kehidupan baru dalamnya.

Aku berharap bisa terlahir kembali
Aku berharap bisa menjadi diri yang lebih baik
Aku berharap seseorang seperti dia dapat hilang dalam semua ceritaku
Aku berharap dapat berjalan dan berhenti untuk orang yang pantas untuk diriku

Sedikit demi sedikit harapan mulai terukir dalam buku yang baru itu. Aku senang bisa bangkit lagi walau dengan akar-akar perasaan yang masih menarikku namun aku harus bisa menjaga semuanya agar tiada perasaan yang sakit karna sikap ku yang tak tetap. Aku berusaha tegar melepaskan akar dari orang yang ku sayangi dan orang lain yang menyayangiku. Dua orang yang tak pernah bisa menyatu untuk raga seperti aku. Aku mencintai orang yang salah dan memalingkan perasaan untuk orang yang mencintaiku. Dulu aku memang bodoh namun sekarang aku berusaha untuk melupakan semuanya.


Dengan harapan ini aku hidup. Harapan baru dan orang-orang yang baru pula. Aku mencintai dan melepaskan untuk dirimu yang akan menjadi kenangan ku. Kenangan, jika aku pernah menyukai orang sepertimu dan melepaskan harapan gila dalam dirimu.

MAAF

"Maaf"
mungkin cuma itu yang pantas untuk dirimu yang telah belajar menjadi orang yang selalu sayang dengan ku namun tak bisa ku sayangi sedikitpun.
"Bodoh"
kata hina yang selalu bersamaku, tak bisa membedakan mana yang pantas ku sayangi dan pantas ku hindari.

Tak ada kata bijaksana untuk memahami perasaanku, mungkin hanya sebuah pukulan yang tak terasa selalu mengenai ku. banyak yang datang menawarkan cinta namun ku lalui saja dan terus mencari orang yang berlari menjauhi ku. 

Hanya sebuah perkataan kan ?, maaf aku menjauh dan membuatmu melepaskanku. aku bisa membaca kau sangat membenci ku namun aku tak bisa mengatakan jika aku tak bisa menyukai mu sedikitpun, aku hanya tak bisa membuat mu sakit hati sehingga aku harus menghindarimu. aku hanya menginginkan kau berjalan terus tanpa harus memperdulikan orang bodoh seperti diriku. 
Hanya sebuah cerita kan ?, aku yakin jika kau terus membenci ku, kau bisa menghapus semua cerita bersamaku. tetaplah tersenyum seperti dulu dan lupakan semuanya. aku hanya menginginkan kau mendapatkan orang lain yang lebih baik dari wanita bodoh seperti diriku. 

Semua berjalan, aku mendoakan meski kau bisa saja membenci ku. maaf dari wanita bodoh karena hanya ini yang dapat ia katakan. maaf karena membuatmu menyukai ku dan tak bisa ku genggam. maaf untuk kata-kata manis yang mungkin mengirismu. maaf untuk semua hal yang kau lakukan namun ku buang begitu saja.
Andai kau tau !!, bukan hanya kau yang sakit. mungkin saja semua orang akan mencaci ku karena meninggalkan mu untuk orang yang tak pantas seperti dirinya namun aku hanya ingin berkata " tak ada alasan untuk menyukai seseorang walaupun itu menyakitkan ". kamu akan mengerti jika kamu mendapatkan orang yang betul-betul kau sayang dan itu bukan aku.

Meski dia mencacimu bahkan bisa saja membunuhmu namun kamu rela melakukan apa saja demi dia dan itu yang ku lakukan sekarang melepaskan emas seperti dirimu dan berpaling untuk orang yang tak berharga sama sekali. itu karena untuk menyukai seseorang tidak butuh alasan, aku tulus dan kudoakan kau bahagia dan melupakan aku.

Sunday, 5 January 2014

Hanya sebuah tulisan

Apa dia pernah sadar, bahwa setiap kata dalam tulisan ku adalah dia
Apa dia pernah sadar, dia adalah inspirasi tulisanku
Apa dia pernah sadar, celotehku tentang cinta adalah dia



Perasaan ini mungkin sangat menyakitkan tapi aku tak pernah bisa melepaskannya. Data yang terkubur tetap tak bisa ku hapus. Semua kenangannya selalu menghantui tidurku, kapan waktu itu berlalu hingga setahun sakit ini masih terus memelukku. Aku sudah tak bisa membedakan rasa sayang dan sakit ku untuknya. Hingga hanya untuk foto itu aku bisa tersenyum dan semua imajinasi jika dia masih milikku.
Cukup wanita bodoh, dia tak akan berbalik lagi kesini.
                Wanita bodoh adalah aku yang terus berharap dia kembali. Diam-diam aku selalu melihatnya, diam-diam aku membuka semua akun sosialnya. Menyimpan semua fotonya yang ku ambil diam-diam melalui kameraku. Meski wajahnya tak melihat lensa ku namun aku sudah bahagia bisa melihat wajahnya setiap malam. Mungkin aku sudah gila, wanita yang lebih sering tersenyum cuma karena sebuah foto yang nyatanya saja tak pernah berbalik ke arah ku.
                Kenapa harus dia ?, aku tak bisa menyukai orang lain selain dia. Kenapa semua harus terjadi padaku. Beri aku alasan mengapa aku tak bisa melupakanmu, mengapa hanya aku yang merasa sakit saat melihatmu berjalan. Mengapa aku merasa sangat pedih saat tau kau bahagia. Apa Cuma aku yang menyukai dua tujuh kita. Apa hanya aku yang mencintai semua. Mungkin karma telah berada disampingku. Mungkin karma telah membuat ku seperti ini.
                Dosa apa diriku sehingga cinta ku tak pernah sesuai keinginan ku. Mengapa aku tak bisa mencintai orang lain dan terus mencintai orang yang tak pernah mencintai ku. Aku tau dia bahkan telah muak dengan diriku, meski aku sangat merasa kotor tapi aku tak bisa melupakannya.
                Cukup dengan semua karma ini. Jika memang aku tak bisa memilikinya buat aku mati rasa dengan cinta. Aku tak ingin menyakiti orang lain yang mencintaiku namun tak pernah bisa kusayangi. Aku frustasi dengan perasaan ku sendiri. Aku merasa sangat berdosa melakukan semua ini. Jika hanya aku yang dapat merasakan semua ini buat aku hambar dengan semuanya agar tiada tangis yang pecah disetiap malam aku mengingatnya.
                Saat merasa semua telah berlalu hingga satu tahun kepedihan terus saja menghantui ku, aku tetap saja menjadi wanita bodoh. Aku terus saja menganggap diriku bisa melupakan namun kadang semua yang ku utarakan belum bisa dilakukan otak ku. Apa mungkin semua berjalan tidak sesuai keinginanku bahkan tubuh ku sendiri tak bisa ku kendalikan, aku terus saja melihatnya bahkan tak bisa memalingkan wajah ke arah lain. Aku terus berkata bisa, namun logika dalam diriku terus saja memutar balikkan semuanya. Serasa ada magnet jiwaku yang tetap tertanam dalam raganya. Kapan semua ini berakhir ?, dengan mengatakan selamat tinggal mungkin semua orang akan dengan gampangnya berbalik namun mengapa dengan diriku sangat sulit. Jelas-jelas dia telah berteriak didepan wajahku untuk pergi meninggalkan namun mengapa aku tetap sulit melakukannya. Jelas-jelas aku sudah melihatnya dengan wanita lain tapi mengapa aku tetap saja tak bisa mengerti tempatku yang sesungguhnya.
                Sungguh bodoh wanita seperti diriku, selalu mengharapkan cinta dari orang yang tak bisa lagi melihat ku. Mungkin kesalahanku di masa lalu telah mengurung diriku yang tak percaya dunia luar lagi. Mungkin sekarang hanya ini yang dapat aku lakukan terus saja menulis dan menceritakan perasaan perihku tetang cinta. Tak ada kata yang manis untuk tulisanku. Tak ada makna yang tepat untuk menggambarkan semuanya, hanya saja jika aku mengingatnya serasa jari-jari menangis menekan tombol di keyboardku, serasa semua perasaan menemparku dengan tegas dan berkata kenapa hanya ada dia dalam setiap tulisanku.

                Meski ku tulis berapa banyak pun perasaanku. Dia tetap saja tak bisa merasakannya. Dalam setiap tulisan, aku selalu menyebut kata “Mungkin” disetiap tulisanku. Karena aku terus berharap mungkin saja kau membaca dan dapat mengenali aku yang tak bisa melupakanmu. Walau hanya pengharapan yang tak berujung, aku tetap disini berharap kau bisa berbalik atau aku yang harus belajar melupaka mu dengan rasa sakit yang tak tau kapan akan bisa kusembuhkan.