Selamat segalanya untukmu, Pernah hadir dan tersenyum didunia ku.
Selamat jalan untukmu, menemukan orang yang lebih baik dariku.
Hanya dengan mendengarkan dan
mengetahui jika kamu sudah bersama yang lain maka aku hanya perlu berjalan
menjauh dari hidupmu. Tenanglah, aku akan merangkak ketempat lain. Memuntahkan
semua yang sudah aku rasakan tentangmu. Dan mengalirkan perasaan yang terus
saja menusuk ku secara perlahan. Tenanglah, aku hanya perlu topeng itu.
Menghilang dari pandanganmu dan berteriak sekencang-kencangnya walau dengan
hati yang masih menangis.
Jika kau pergi maka raihlah
tangannya, lepaskan aku dan semua perasaan ini. Aku sudah tak bisa merasakan
apa-apa lagi, aku sudah lari dari semuanya tapi tidak dari sosok sepertimu. Aku
sudah berusaha melupakan tapi mengapa semua tentangmu selalu saja berbekas
dalam ingatan ini. Sudahlah, aku sudah bosan dengan semua ini. Aku sudah
mencari yang lain tapi hati tetap ingin bersama mu.
Tak bisa menjelaskan perasaan
diri sendiri adalah aku yang merana dalam perasaan yang dicampakkan. kamu terus
saya memberi harapan lebih namun untuk meninggalkan ku. Aku selalu saja menjadi
bodoh untuk tetap menunggu walaupun dengan harapan yang tak bisa dipastikan.
Sungguh hina menjadi wanita yang mencintai namun selalu saja ditinggalkan untuk
cinta wanita lain.
Jika semua bisa berjalan sesuai
arahnya maka arahkan sedikit pandanganmu kesini, mengarah ke mata berembun ini.
Melihat hanya untuk cahayamu dan mendengarkan hanya untuk nadamu. Terlalu kejam
hidup tanpa warna darimu yang sudah ada dalam dinding lain.
Sekarang atau
kapanpun kau akan tetap seperti itu.
Sekarang atau
kapanpun perasaanku akan tetap seperti ini.
Berharap setiap akhir menjadi
bahagia adalah khayalan wangi dalam setiap mimpiku. Berjalan lah “Kak” biarkan
aku menguburkannya sendiri atau mati terkubur dalam perasaan yang tak
terbalaskan.
No comments:
Post a Comment