apa kalian pernah sadar jika yang kalian lakukan bukan sesuatu yang penting bahkan kadang orang yang kalian kira selalu memperhatikan anda saja tenyata sudah muak dengan semua yang telah anda lakukan.
apa kalian mengerti cara menghargai sesorang, menghargai apa yang dia rasakan dan sesuatu yang tak pernah ia suka ternyata dengan gampangnya kalian lakukan.
apa kalian bisa melakukan apa yang disenangi orang lain, karna sesungguhnya semua yang kalian kerjakan selalu menjadi hal yang buruk untuk orang lain.
kalian..
bisa kah mengerti orang lain.
bisa kah tidak terlalu melebih-lebihkan keadaan
bisa kah hanya diam saja dulu tanpa harus mengerluarkan kata-kata yang menyakiti.
mata kalian membuat kami semua menangis
cara kalian berbicara seperti kami hanya sampah disekitarmu
kalian yang selalu menganggap dirinya benar sesungguhnya kami selalu mengerti perasaan kalian namun kalian tak pernah mau belajar dari sikap kami semua.
memarahi namun tak mau dimarahi.
mencaci juga tak mau dicaci
memberitahukan kesalahan kami namun tak mau dikoreksi.
apa kalian lahir dengan sikap egois yang tinggi atau otak yang mengatur tubuh kalian membuat kalian bangga dengan apa yang kalian bangga.
berubahlah sebelum takdir yang membuat kalian menangis karna aku hanya ingin melihat kalian merubah dan merasa bersalah dengan apa yang telah kalian lakukan .
Monday, 25 November 2013
Monday, 18 November 2013
hujan
Air hujan mulai mengalir dari atap itu, memercikkan rintihan
hujan yang mulai memperdengarkan irama yang mulai kutakuti. Gemuruh angin mulai
menambah hawa dingin yang terus menusuk logika ku untuk melupakan peristiwa
yang terjadi ditengah-tengah air yang turun karna perintah-Nya. Aku yakin bisa
melupakan itu dengan kedipan mata saja, namun telah berjalan 3 tahun aku tak
pernah bisa melupakannya.
Awal aku mulai masuk dalam batas yang tak semestinya aku
lalui. Batas penghalang antara dunia ku dengan dunianya, antara pikiran ku
dengan pikirannya dan perasaanku dengan perasaannya. Saat semua mulai terlampaui
aku baru sadar jika itu adalah kesalahan saat hujan yang diimpikan mulai
menjadi penghapus kebahagianku dengan hidup sederhana yang aku impikan.
Mengapa harus aku yang membenci hujan itu, mengapa dia
menjadi angan yang selalu ingin aku lupakan, mengapa semua mulai terasa asing
saat satu kata yang terucap di tengah hujan membuat ku mulai sadar bahwa aku bukan
akhir dari ceritanya yang dia janjikan. Aku mungkin hanya salah satu dari
perjanjian manis yang dia lakukan dengan makhluk sejenis ku yang lain.
Sudah cukup dengan semua perkataan pembohong yang aku ucap
untuk menjadi manusia munafik yang terus menantinya, meski raga ketakutan,
meski hati terus meronta. Dia tetap pejanji yang manis untuk kalangan ku.
Pejanji yang selalu aku perhatikan dan membuatku berubah menjadi pembohong
yang juga mengikuti dirinya.
Hujan hapuskan kesedihanku, ku relakan kemarahan untuk tidak meluapkan
kepada yang lain.
Hujan bawalah aku kedalam pelangi, setelah hitam menjadi pencerah untuk
ku
Hujan jadilah saksi bahwa aku bisa melupakan serta berjalan kedepan untuk
hidupku yang baru tanpa harus takut akan hujan dan memori tentang pejanji
manis itu.
Hujan turun karena aku menangis
dan hujan tak akan turun jika aku bahagia karena dia takut untuk menghapus
kebahagianku dengan tetesan air yang dia turunkan
Kata itu menjadi mimpi ku setiap hujan turun. Hujan yang sampai saat ini masih
ku takuti dan menjadi manusia pecundang yang terus munafik dengan logika yang
terus memiliki perasaan yang tak bisa dikendalikan.
Saturday, 16 November 2013
I felt this moment with you #Muh. A****
Inilah
wanita yang sesungguhnya, meskipun mereka putus
Takkan mudah mencintai orang lain
Meskipun raga terpisah dan tak dapat melihat kekasihnya
Hati mereka tak dapat melepaskannya
Takkan mudah mencintai orang lain
Meskipun raga terpisah dan tak dapat melihat kekasihnya
Hati mereka tak dapat melepaskannya
Wanita itu lemah meskipun mereka berpura-pura terlihat kuat
Mereka tak dapat hidup dan melupakan kenangan dengan mudah
Karena bodoh, mereka bahkan masih belum bisa menghapus nomer telefon orang tersebut (*baca: mantan)
Mereka tak dapat hidup dan melupakan kenangan dengan mudah
Karena bodoh, mereka bahkan masih belum bisa menghapus nomer telefon orang tersebut (*baca: mantan)
Karena aku sangat ingin mendengar suara itu
Karena aku merindukan wajah itu
Mataku menangis bercucuran setiap hari sampai membengkak
Karena aku merindukan wajah itu
Mataku menangis bercucuran setiap hari sampai membengkak
Apakah pria juga menangis?
Apakah mereka merasakan sakit saat putus?
Apakah mereka juga terisak-isak karena begitu merindukan seseorang?
Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan
Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?
Apakah mereka merasakan sakit saat putus?
Apakah mereka juga terisak-isak karena begitu merindukan seseorang?
Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan
Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?
Karena kau tak bisa mempertimbangkan semua kenangan itu
Karena penyesalanku berlebihan
Cintaku masih ada dan aku menangis sendiri
Karena penyesalanku berlebihan
Cintaku masih ada dan aku menangis sendiri
Apakah pria juga menangis?
Apakah mereka merasakan sakit saat putus?
Apakah mereka juga terisak-isak karena begitu merindukan seseorang?
Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan
Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?
Apakah mereka merasakan sakit saat putus?
Apakah mereka juga terisak-isak karena begitu merindukan seseorang?
Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan
Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?
Aku pikir aku tahu hal yang terbaik
Tentangmu, perasaanmu
Tapi ternyata aku paling tak mengetahuinya
Tentangmu, perasaanmu
Tapi ternyata aku paling tak mengetahuinya
Apakah kau mencintaiku?
Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Kata yang bahkan sampai akhirpun tak bisa ku dengar dari bibirmu
Saat itu kau tak bisa berkata-kata
Aku benar-benar mencintaimu, Aku bahagia
Apakah kau tahu itu?
Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Kata yang bahkan sampai akhirpun tak bisa ku dengar dari bibirmu
Saat itu kau tak bisa berkata-kata
Aku benar-benar mencintaimu, Aku bahagia
Apakah kau tahu itu?
Wednesday, 6 November 2013
Wanita Perindu
Mungkin sekarang semuanya telah berjalan ke arahnya
sendiri-sendiri, semuanya telah memiliki arusnya sendiri. Menerjang semua
dengan kekuatan yang mereka yang miliki sendiri juga, begitu juga aku melihat
semua berubah dari cara dia berjalan hingga cara dia tersenyum hingga lebih
sering untuk membantu ku.
Dari awal aku sudah mengetahui wanita yang dia sukai tapi
aku selalu ingin berada disampingnya hingga aku berharap hnya pada ku dia bisa
tersenyum, mungkin menjadi wanita egois harus kutangisi disetiap tidur malam ku
yang dingin. Hal yang bergejolak ini selalu saja memenuhi otak ku hingga mata
terbuka terasa bayang-bayang dirinya berjalan didepan mata ku.
Dia datang lagi untuk membantu dalam setiap hembusan nafas
yang dia keluarkan serasa itu semua berharga untuk langkahnya kearah ku. Namun menyedihkan
jika matanya tak pernah tertuju kemata ku. Dia berbicara namun hati mengarah
kepada wajah yang lain, dia tertawa namun melihat tingkah wanita yang dia
perhatikan. Ingin merintih, menghempaskan badan kedalam tempat yang gelap itu
namun aku tak berani meninggalkan bayangan yang tertuju untuk wanita lain. Mungkin,
inilah nasib seorang perindu seperti diriku.
Merindukan dia yang mencintai orang lain, menunggu dia yang
juga menunggu orang lain dan menjaga senyum yang tak pernah tertancap erat
dilubuk hatinya.
Aku, seharusnya tak pernah merasakan perasaan menyukainya. Aku,
seharusnya hanya menganggap dia pelipur lara yang hilang. Aku, seharusnya hanya
boleh melihatnya saja. Yah, hanya itu daya untuk bisa selalu berada dalam
lingkaran hidupnya karena sesungguhnya aku tau jika ku utarakan semuanya akan
berubah menjadi benteng penghalang aku dan dia.
Perindu, perindu, perindu.. maafkan aku untuk merindukan orang
seperti mu, maafkan aku selalu menutup teliga untuk ceritamu, maafkan aku yang
terlanjur menyukaimu dan menjadikan setiap kata itu menjadi hal yang tak
berarti diotak ku namun berarti dihatimu untuk wanita itu.
CUKUP.. aku sudah bisa melupakanmu dari mulut namun tidak
dihati ini, pembohong yang indah untuk wajah yang terus ceria didepannya dan
semua mata yang meilhatku. Mengapa harus ada rintihan, tangis, luka, sakit, dan
segala hal yang dapat mengubur diriku sendiri sedangkan yang ku lihat dengan
mata merah ini masih banyak orang yang bisa tersenyum dan tertawa, mengapa
harus terjadi dengan wanita perindu seperti diriku, wanita yang lebih senang
untuk menunggu dari pada mengutarakan segalanya padamu.
Untuk dirimu yang selalu
menjadi angan dan mimpi-mimpi
dalam setiap doa dan tidurku
Subscribe to:
Posts (Atom)

