Apakah kamu tak ingin memberikan selamat untukku.
Mengapa hanya melihatku dari jauh dan memberikan ekspresi wajah yang membuatku
takut melepaskan sayang yang dulu. Aku mulai belajar merangkak dan kau terus
memutuskan jalanku. Apakah ini kesenanganmu sehingga tak rela memberikanku
kasihmu.
Jika tak ingin melihatku terus meneteskan air mata maka
menjaulah dari semua jalan didepan mataku atau aku hanya perlu memegang tangannya
dengan kaki yang terus saja kau rantai. Tak relakah dirimu melihatku senyum dan
tertawa lepas seperti gadismu yang lain.
Aku hanya seorang pengelana kehidupan dan sempat
singgah dalam lubang perasaanmu. Jangan kurung aku lagi dalam perasaan yang tak
kau balaskan. Aku hanya ingin bahagia dengan tangan baru dan belajar berjalan
bersamanya. Perasaan ini terlalu lama belajar dan mengenal cinta yang kau
campakkan.
Suara ini telah hilang. Semuanya serasa habis dalam
setiap hembusan nafas yang mulai tak terhitung lagi. Dengarkan atau maknai
perasaan yang telah kau hancurkan. Relakan perasaan sayangku yang perlahan akan
membunuh ku atau kau tak akan melihat raga dengan rasa sayang yang hina.
Aku ingin pergi ketempat itu, tunjukan aku pintu untuk
terlepas dari tempat gelap ini. Aku ingin meraih semua cahaya itu, tunjukan aku
caranya hidup dengan pelagi. Bukan kamu yang dulu, kuharap kau menjadi yang
tebaik bagi gadismu yang lain. Bukan aku yang dulu, aku berdoa untuk kisah baru
dengan hati dan perasaan yang lain.
Kamu, cintaku yang dulu. Belajarlah melepaskan untuk
tidak membunuhku.
Kamu, sayangku yang dulu. Damailah dengan perasaan yang
terus mengurungku.
Kamu, lelaki yang dulu. Tersenyumlah dan biarkan aku
berlari dari hidupmu yang kosong.
Ini aku yang berubah karena perasaan yang telah kau
permainkan. Setiap doa untuk hidup bersama telah berubah menjadi nama lain. Ingatkah
dirimu, aku yang dulu selalu ingin menggenggam tanganmu namun kau melepaskannya
untuk gadismu yang lain. Aku ingat semua itu wahai masa lalu ku.
Sekarang, giliranku mengakui semua keegoisanmu. Lepaskan
ikatan ini dan berikan kepada dia yang menjadi bagian diriku yang berwarna. Aku
relakan semua kisah kelam dalam buku yang kau bakar menjadi asap kehidupanku
dan berlalu dengan air dari tangannya yang lain. Hiduplah masa lalu dengan
caramu sendiri, aku disini melihat dengan bantuan mata lain. Melihatmu dengan
sisi hidup yang berbeda. Aku tak ingin berharap dia yang sekarang akan menjadi
penutup kisah kelam ku namun setidaknya aku sudah melangkah ke jalan lain dan tersenyum
dengan hati yang lain. Terima kasih untukmu dan selamat tinggal.