Sunday, 20 October 2013

One Ok Rock_Wherever You Are

I'm Telling You 
I Softly Whisper
Tonight
Tonight
You Are My Angel ..

Aishiteru Yo
Futari Wa Hitotsu Ni
Tonight
Tonight
I Just Say ..

Wherever You Are
I Always Make You Smile
Wherever You Are
I'M Always By Your Side
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now

I Don't Need A Reason
I Just Want You Baby
Alright
Alright
Day After Day ..

Kono Saki Nagai Koto Zutto
Douka Konno Boku To Zutto
Shinu Made
Stay With Me
We Carry On ..

Wherever You Are
I Always Make You Smile
Wherever You Are
I'M Always By Your Side
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now
Wherever You Are
I Nevere Make You Cry
Wherever You Are
I Never Say Goodbye
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now

Bokura Ga Deatta Hi Wa
Futari Ni Totte Ichiban Me NO Kinen No Subeki Hi Da Ne
Soshite Kyou To Iu Hi Wa
Futari Ni Totte Niban Me No Kine No Subeki
Hi Da Ne ..

Kokoro Kara Aiseru Hito
Kokoro Kara Otoshii Hito
Kono Boku No Ai No Mannaka Ni Wa
Itsumo Kimi Ga Iru Kara

Wherever You Are
I Always Make You Smile
Wherever You Are
I'M Always By Your Side
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now

Wherever You Are ..
Wherever You Are ..
Wherever You Are .. 

23 JUNI

Disaat senang ataupun susah, aku ingin bersama kamu. Berada dalam jarak yang membuatku bisa menggandeng tangan mu kapanpun aku mau.

Cinta & sayangku ini adalah kedua tangan ku dalam upaya, dan doa untuk selalu berusaha menjagamu & membahagiakan kamu..

Tolong ijinkan aku membuat kamu tersenyum.. Aku tak ingin melihat kamu sedih..

Kangen, tapi takut sms. Rindu, tapi mustahil ketemu. Cinta, tapi enggan bilang. Cemburu, tapi hanya bisa diam..

Aku selalu memikirkanmu, merindukanmu, bahkan menyayangimu di sini :')

Aku mencintaimu & menyayangimu dari apa yang aku rasakan, bukan dari apa yang aku lihat..

Ketika dalam nyata tak lgi bisa bertemu, jaraklah penghalangnya.. Namun aku harap dalam jarakpun Rindu kita Sma, Saling merindukan..

Kamu adalah salah satu alasanku, untuk bisa tersenyum.. 

Aku tidak pernah lelah dan jenuh meski kamu jauh.. Meski kita tak sering bertemu.. Karna, aku dpt merasakan kasih sygmu yg tulus itu..

Jika aku yang terahir bagi mu.. Tunjukan lah bahwa aku cinta terahirmu.. :')

Tuhan, izinkan aku menjaganya, melindunginya, menyayanginya, mendampinginya, dan mecintainya sepenuh hati..

Saat kau tak di sampingku akankah kau masih mengingatku? seperti aku menjaga hatimu disini..

Aku memiliki rasa takut kehilangan.. Bahkan, saat aku belum memilikimu..

Belum pernah selama ini ngerasain rasa sayang banget ke oranglain kaya gini, dan orang itu kamu.. :')

Awalnya nggak sayang, kamu buat aku jadi sayang.. Awalnya nggak pernah mikirin, eh skrg malah kepikiran kamu terus..

Rindu saat kamu perhatian sama aku.. :')

Kita pernah kehujanan bersama, tetapi kita tidak resah akan kedinginan, karna lebih dulu menciptakan kehangatan..

Kita sama-sama berjalan menuju mimpi yang berbeda, Tapi kita tak pernah takut untuk melewati itu bersama-sama..

Aku kangen kamu.. Tapi, apa kamu juga ngerasain perasaan itu ya (': ?

Banyak alasan untuk tersenyum, tapi alasan ter favorite ku adalah kamu..

Semangatku adalah kamu.. Jangan pernah membuatku merasa lemah, tanpamu..

Sebelum ada kamu, hidup aku gelap.. Tapi, semenjak ada kamu, hidup aku berwarna.. Dan aku nggak mau hidup aku gelap lagi.. 

cuma kamu yg selalu ngertiin aku :")

Kau tidak bisa memimpikan dirimu menjadi seseorang, kau harus menempa serta membentuk dirimu seperti apa yang kau idamkan

kebahagiaan aku itu ada di kamu :")


TERIMA KASIH JIKA SEMUA ITU UNTUK SAYA “ 11.09.13”


Friday, 18 October 2013

DESEMBER YANG DULU

Masih ku ingat Desember, dua ribu dua belas itu . saat dimana aku mulai mengenal sosok seperti dirimu. Sesosok yang tak pernah terbayang akan berada dibenak ku saat ini. Kita berbicara dengan nyamannya tanpa merasa ada beban yang akan menghantam cerita kita selanjutnya. Suatu hantaman yang belum kututupi saat ini namun mungkin dapat kau sembunyikan dariku
Untuk mu orang yang masih kusayangi hingga saat ini.
Saat memandang mungkin mata yang bisa bicara namun hati meronta dalam kesendirian didalam jiwa yang masih terkurung untuk tetap mengingatnya. terasa ada yang memukul dinding-dinding perasaan yang ingin membuat embun indah diujung mata ku saat ini. Melihatnya berjalan dengan terpaan angin yang membuat wanginya tercium sampai ketempatku saat ini, merasakan kembali dirinya yang terus memenuhi otak yang telah hancur.
Kau mengangkat lalu menghempaskanku, menghempaskan diriku kedalam jurang itu. Jurang kesendirian yang terus terpenuhi oleh kenangan Desember yang lalu. Masih terasa kemarin aku mengenal mu dan berbicara denganmu namun kenyataan harus tetap berbicara bahwa kau bukan milik ku saat ini.
Menyedihkan saat mengingat aku yang ingin menjadi orang terakhir untukmu ternyata hanya persinggahan sesaat untuk permainan hidupmu. Mungkin tak akan pernah bermakna namun tetesan-tetesan perasaan yang mulai berkumpul menjadi alasan ku mencintai dan membencimu hingga perasaan tak akan bisa menguburnya sendiri ditempat yang menyedihkan dimana kau meninggalkan aku sendiri.
Desember yang dulu akan kah terulang kembali agar aku bisa memperbaiki segalanya.
Desember yang dulu masih kah akan terus seperti itu
Desember yang dulu maafkan aku tak bisa melupakan mu

Mungkin Desember telah berganti dengan bulan-bulan yang lainnya namun yang aku ketahui aku terus memperhatikanmu walaupun sekarang tangan mu telah menggenggam tangannya. Yah.. tangannya, dia yang telah bersama mu saat ini walaupun menyedihkan namun itu adalah cara mu mengubur rasa sakit ku sendiri.



Thursday, 10 October 2013

dua tujuh

Mungkin bukan kamu lagi. Walau dilihat dari segi manapun kamu bukan orang yang bisa bersama saya. Sudah bosan dengan permainan dan tangisan. Setiap aku menulis perasanku pasti harus menangis tapi sekarang berjuang untuk tidak seperti itu lagi berusaha untuk menjadi lebih dewasa dengan usia yang mulai bertambah mungkin lebih cocok untuk ku yang sekarang. Mungkin saat putus pertama kali denganmu aku bisa menangis dan saat balikan aku bisa senyum kembali namun saat putus kembali kedua kalinya aku mulai terbiasa dengan segala perkataan mu yang menusuk walau tak ingin munafik aku tetap sakit. Namun pemikirin kedua kali kamu bukan yang pantas untuk ku menjadi mantra yang indah untuk mengembangkan senyumku kembali.



Makasih untukmu KAK .

sulit

Untuk membohongi perasaan sendiri memanglah sulit, sangat sulit. Membohongi kalau aku belum bisa melupakan mu memang sulit.

Menangis dalam sujud ku untuk mu baru bisa ku rasakan saat ini, saat aku mulai bisa melihat mu tersenyum meski bukan untuk ku . melihat mu tertawa meski tanpa suara ku.

Menutup mata ku namun tetap mendengar suara mu, menutup mulut ku tanpa harus menyebut nama mu karna keegoisan ku. Ini aku yang tak akan pernah bisa berkata apa-apa lagi untuk mu.


Berlari dengan ketidakpastian untuk arah hidup ku adalah aku yang bodoh.

Friday, 4 October 2013

Persinggahan sesaat

Saat ku buka mata ku, kulihat segala isi ruang ditempat ku saat ini. Semua mulai terasa asing dan hampir semua tak ada yang aku kenali lagi. Dimana aku sekarang ini ?, tempat yang indah namun terasa mengerikan diujung mata dan perasaanku .
                Semakin kuperhatikan dengan saksama, aku semakin merasa asing dengan semuanya. Semakin aku berusaha untuk mengingat semua yang telah terjadi, terasa semua akan hilang dalam otak ku. Aku iri dengan mereka yang dapat senyum dengan baik dan biasa saja namun beda dengan diriku yang ingin senyum namun tak tau untuk apa dan kepada siapa aku ingin melemparkan senyum dari bibir ku ini.
                Lama aku menyusuri sekelilingku, aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenali namun tak dapat ku jelaskan siapa dia. Dia bicara melalui matanya seperti tak dapat berbohong jika ia sedih melihat kenyataan bahwa aku tak dapat mengenali siapa-siapa lagi. Dia berjalan mendekat semakin dekat hingga tangannya menyentuh bahuku, berusaha untuk menyadarkanku atas kebingungan yang aku alami. Semakin dia berbicara semakin setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat ku pusing. Dia berkata hingga air mata keluar dipelupuk matanya. Aku ingin tau apa yang dia sedihkan saat berbicara dengan ku.
                “kau harus hidup seperti dulu”
Kenapa ?, ada apa?. Kenapa dengan hidupku yang dulu, kenapa dengan hidupku saat ini. Aku tetap akan menjadi diriku kan?. Kumohon jangan berbicara jika engkau tak pernah ingin mengatakan sebenarnya. Apa yang terjadi ?, siapa kamu ?, dan siapa aku ?.
                Siapa aku ? .  apa yang terjadi, kenapa ku tak dapat mengenali diriku sendiri, kenapa semua harus terasa asing seperti ini. Teriakan jiwa ku mungkin tak dapat mereka dengar, catatan kecil penyesalanku juga tak dapat mereka lihat namun tak tau mengapa seperti dapat mereka rasakan. Mereka mengatakan semua hal untuk membuat ku bangkit namun yang kubutuhkan hanyalah DIA.
Dia adalah dirinya yang telah ku buat kecewa karena sikap yang tak pernah bisa ku ubah. Seharusnya dari awal aku bisa setuju dengan segala hal baik yang telah ia rencanakan dari awal. Namun aku tetap teguh terhadap pendirianku yang bodoh. Pendirian yang membuatku menjadi tak berguna lagi untuk hidupku selanjutnya.
“bukan ini yang aku inginkan hadapkan aku kepadanya, banyak yang harus aku katakan kepadanya, banyak hal terbuang yang harus aku satukan lagi. Kembalikan dia disampingku”
Teriakan ku mengisi seluruh ruang ditempatku saat ini. Tangisku mulai pecah saat ku mengingat dirinya. Dirinya dengan mata pembawa kehangatan bagiku dan suara penyejuk jiwa ku yang terbawa olehnya.
Semakin ku meronta semakin mereka melarang ku untuk pergi menemuinya hingga pada saat mereka sudah tak kuat melihatku berubah menjadi orang lain dengan terpaksa mereka semua melepasku untuk menggapai kembali tangannya yang kucari. Namun semakin ku cari semakin aku tak dapat menemukannya lagi. Dimana ??, dimana kamu ???
Ku mulai tertarik membuka pintu yang terpenuhi suara orang-orang yang membaca  ayat-ayat suci al-quran. Kubuka pintu itu dan ku lihat semua orang itu mengelilingi seseorang yang telah tertutupi kain. Pertanyaan mulai bergulir siapa orang itu ?, ku mulai berjalan mendekati orang itu tanpa ada seorang pun yang menghalangiku dan sekarang aku tepat berdiri disamping orang itu lalu kutekukkan kaki lalu membuka kain yang menghalangi ku melihat wajahnya.
“ ini semua salah. Ini bukan dia. Ini orang lain. Bangun .... “
Kenyataan berbicara lagi untuk kedua kalinya. Mengapa kenyataan yang ku hadapi harus sepahit ini. Kenyataan yang tak pernah ku impikan namun harus aku terima. Terlalu sesak jika melihat segalanya, segala tentang dirinya yang tak lama lagi akan menjadi pendamping hidupku.
                Pernikahan yang akan dilaksanakan tiga hari lagi harus berakhir, semua rencana hidup bersama yang telah kami atur harus ku hapus sendiri. Semua berakhir ketika aku tak ingin untuk menemuinya dan menyalahkannya untuk rencana yang tak pernah kami rencanakan bersama walaupun aku tak pernah mempertanyakan untuk apa itu. aku selalu menjadi wanita egois untuk dirinya. Kecelakaan yang merengutnya semua karena diriku. Mengapa kau datang menemui ku saat itu, mengapa aku harus menyalahkan dirimu . mengapa harus kamu yang pergi ??
                Melepaskan mu mungkin tak akan semudah yang terbayang diotak ku. Kau adalah persinggahan sesaat untuk hidupku. Persinggahan yang dipenuhi memori yang indah. Maaf jika dulu ku tak bisa menjadi wanita indah untuk mu namun yang aku tau kau tetap sabar menghadapi diriku hingga memutuskan untuk bersama ku namun harus terhalangi oleh takdir. Satu kecupan untuk nisanmu untuk persinggahan awal dikehidupanmu selanjutnya. Kau persinggahan sesaat ku ketahuilah kau membuatku menjadi wanita yang berbeda karena tak ingin kehilangan orang seperti mu untuk kedua kalinya.