"Maaf"
mungkin cuma itu yang pantas untuk dirimu yang telah belajar menjadi orang yang selalu sayang dengan ku namun tak bisa ku sayangi sedikitpun.
"Bodoh"
kata hina yang selalu bersamaku, tak bisa membedakan mana yang pantas ku sayangi dan pantas ku hindari.
Tak ada kata bijaksana untuk memahami perasaanku, mungkin hanya sebuah pukulan yang tak terasa selalu mengenai ku. banyak yang datang menawarkan cinta namun ku lalui saja dan terus mencari orang yang berlari menjauhi ku.
Hanya sebuah perkataan kan ?, maaf aku menjauh dan membuatmu melepaskanku. aku bisa membaca kau sangat membenci ku namun aku tak bisa mengatakan jika aku tak bisa menyukai mu sedikitpun, aku hanya tak bisa membuat mu sakit hati sehingga aku harus menghindarimu. aku hanya menginginkan kau berjalan terus tanpa harus memperdulikan orang bodoh seperti diriku.
Hanya sebuah cerita kan ?, aku yakin jika kau terus membenci ku, kau bisa menghapus semua cerita bersamaku. tetaplah tersenyum seperti dulu dan lupakan semuanya. aku hanya menginginkan kau mendapatkan orang lain yang lebih baik dari wanita bodoh seperti diriku.
Semua berjalan, aku mendoakan meski kau bisa saja membenci ku. maaf dari wanita bodoh karena hanya ini yang dapat ia katakan. maaf karena membuatmu menyukai ku dan tak bisa ku genggam. maaf untuk kata-kata manis yang mungkin mengirismu. maaf untuk semua hal yang kau lakukan namun ku buang begitu saja.
Andai kau tau !!, bukan hanya kau yang sakit. mungkin saja semua orang akan mencaci ku karena meninggalkan mu untuk orang yang tak pantas seperti dirinya namun aku hanya ingin berkata " tak ada alasan untuk menyukai seseorang walaupun itu menyakitkan ". kamu akan mengerti jika kamu mendapatkan orang yang betul-betul kau sayang dan itu bukan aku.
Meski dia mencacimu bahkan bisa saja membunuhmu namun kamu rela melakukan apa saja demi dia dan itu yang ku lakukan sekarang melepaskan emas seperti dirimu dan berpaling untuk orang yang tak berharga sama sekali. itu karena untuk menyukai seseorang tidak butuh alasan, aku tulus dan kudoakan kau bahagia dan melupakan aku.
No comments:
Post a Comment