Sunday, 23 February 2014

Gita Gutawa - Rangkaian Kata

Kau pernah bilang cinta
Akulah satu-satunya
Kau bilang ku sempurna
Kau cinta aku selamanya

Dan kau tuliskan lagu
Semua tentang diriku
Kau katakan padaku
Jangan ragukan cintamu

Semua hanya rangkaian kata
Yang kau sebar ke semua wanita
Ooh bodohnya aku sempat percaya

Kamu..
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu..
Dan semua kata-katamu semua
Palsu

Kau pernah bilang aku
Istimewa di hidupmu
Tak kan ada yang mampu
Gantikan cintaku padamu
Kau tatap mataku
Kau bilang hatimu untukku
Kau berjanji padaku
Takkan pernah pergi dariku

Semua hanya rangkaian kata
Yang kau sebar ke semua wanita
Ooh bodohnya aku sempat percaya

Kamu..(kamu..)
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu.. (kamu..)
Dan semua kata-katamu semua
Palsu

Friday, 21 February 2014

Bisakah mengerti ?

“Senang bisa mengenal dia”
Aku tersenyum melihat wajahku dalam kaca usang itu, menatap wajah diriku yang selalu saja tersenyum untuk tangis yang selalu dia berikan untuk ku.
Berusaha berubah adalah diriku, aku bahkan melakukan semua cara agar menjadi ratu didepan sang raja seperti dirinya. Semua ini bukan aku lagi, berjalan dan menoleh untuknya. Semua bukan cerita yang ku inginkan, alur yang berjalan selalu saja berjalan mundur.
“Dia tersenyum untuk ku ?”
Aku bertanya kepada semua orang apakah hanya aku yang dia lihat. Aku lebih menyukai kepanasan di barisan hanya untuk melihat dia senyum dari jauh. Aku lebih baik berkeringat karena lari hanya untuk melihat dia ada didepanku. Aku lebih baik basa karena hujan hanya untuk melihat dia didepan rumahnya walaupun jarak rumah kami lumayan jauh. Semua aku lakukan hanya untuk dia.
Aku berusaha berubah untuk dia, apa dia pernah melihat aku ?
Aku berusaha menjadi yang dia mau, apa dia pernah mengerti ?
Berusaha.. berusahaa.. berusahaa..
Dan yang kudapatkan hanya pemandangan wajah tanpa ekspresi sama sekali. Dia berpikir aku menyukai lelaki lain kecuali dia. Apakah dia pernah berpikir bahwa hanya aku wanita yang selalu menunggunya berjalan dibelakang kamarku, setiap sabtu dan minggu berusaha berjalan menuju kerumahnya namun tak ada yang kudapatkan.
Jika rasa sayangku bisa ku tuangkan mungkin sebanding dengan sakit dari dia. Terlalu sakit menyukai orang seperti dirinya. Andai dulu dia tak pernah datang dikehidupanku mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Namun karena dia yang memulai dan aku tak bisa untuk melepaskan maka itu menjadi masalah untuk hidupku.
“apakah aku bisa melupakannya ?”
Aku selalu berpikir untuk melupakan namun selalu tak bisa, sangat sulit untuk berubah jika dia tetap berada disekitarku. Bahkan jika kupikir dia harus pergi menjauh, aku tak tau apa yang terjadi dengan ku. Aku terlalu menyukai dan tak bisa membencinya.
Untuk raja atau panggilan hati untukmu, mungkin menulis seperti ini sangat memuakkan bahkan terlalu kekanak-kanakan namun untuk menulis aku tak bisa berubah hanya untuk dirimu.  Semua kata ini selalu menjadi alasan aku tak bisa melupakan mu. Maaf dari seorang seperti diriku.

Friday, 14 February 2014

CINTA YANG TAK TERLIHAT


Sedari tadi aku hanya memandang bangunan tua itu, bangunan tua yang dulunya cafe yang terkenal dikota itu. Aku masih ingat semuanya, berjalan dan berhenti untuk sekedar menenguk coffee ditempat itu.

“Mengapa semua harus hancur ?”
 Aku hanya seorang gadis biasa, berjalan ditaman dan membaca dongeng kecil yang tak pernah ku lepaskan. Aku hanya seorang gadis dengan senyum kecil dibibirku. Hingga sekumpulan orang menjadi perhatian tersendiri untuk diriku. Mereka bermain bersama, memutar roda dan tertawa bersama.
“Tertawa adalah kasih sayang ?”
Aku terus saja berjalan, melewati kumpulan orang dan secercah cahaya dalam mata yang mulai kuperhatikan. Kaki terus saja melangkah ke sebuah rumah makan disamping cafe tua itu. sekarang, rumah makan ini adalah persinggahan kedua ku. Ditempat ini aku dapat melihat semua orang yang mencurahkan rasa sayangnya disekitar taman. Memerhatikan seseorang dalam kumpulan roda itu.
2 Bulan yang lalu ....
Semuanya masih segar di ingatanku, aku berlari dan terjatuh dikakinya. Dia menangkapku lalu merangkulku dalam pelukannya. Dia berkata untuk tak takut dengan semua jalan hitam itu. dia berkata seakan akan menjagaku selamanya. Dengan lagu yang mulai berirama dalam ragaku, aku merasakan semuanya. Merasakan bahwa dialah tawa yang sudah hilang sejak 3 tahun lalu. Perjalanan yang membuatku sendiri, menghilangkan tawa dan kasih sayang dalam duniaku.
“Naiklah !!!”
Dia tersenyum padaku, tanda menyuruhku menaiki sepeda yang menurutku lebih dia sayang dari siapapun.
“Bolehkah ?”
Dengan tangan yang mulai gemetaran, aku beranikan diriku melewati batasku. Bersamanya ternyata tak seburuk yang kupikirkan. Dia tak seburuk manusia bumi lainnya, dia tak sekejam kisah ku yang mematikan dan racun yang mulai membuatku tidur.
Kami bersama,hingga setiap aku kecafe dia selalu menemaniku. Berjalan ditanam, membaca dongeng kecil bersamanya dan memperhatikan bentuk-bentuk dari awan itu. Aku senang melihatnya, menceritakan dalam hati tentang dirinya dan mengkhayalkan hidupku bersamanya. Namun, kenyataan pahit bersamaku. Cintaku adalah kasih sayang yang tak bisa ku ungkapkan. Dia terkubur dan menjadi kubangan harapan semu yang tak berperasaan.
“Maafkan aku”
Aku harus meninggalkannya, dengan tiupan angin yang membawa daun-daun kering itu, sejak kutemukan dia bersama wanita lain dicafe itu. Aku mengerti jika aku hanya persinggahan sesaat untuk roda kehidupannya yang tentu kapan dia akan berhenti. Dia terlihat bahagia dengan tawa itu.
Sekarang..
Aku hanya bisa melihat dia dari rumah makan ini, berkata dalam teriakan hati yang tak sampai. Jika aku sayang namun tak bisa ku sampaikan. Cinta ku seperti buku dongeng yang terus ku bawa, mungkin ini sugesti dari buku pemberian orang tuaku yang telah tiada 3 tahun lalu. Buku ini bercerita bahwa Cinta bukan sesuatu yang tampak, dia hanya tak terlihat dan untuk mengungkapkannya hanya perlu sedikit rasa bangga memiliki cinta. Namun aku tak memiliki perasaan bangga memiliki cinta, semua itu telah hilang bersama rasa sayang kedua orang tuaku. Mungkin aku memang hanya bisa menjadi gadis yang berjalan, berhenti dan membaca buku. Hingga aku menjadi simbol cinta yang tak terlihat.