Thursday, 5 December 2013

Mawar hitam Desember

Cewek itu berceloteh riang. Selalu! Ia tak pernah kehilangan kata-kata apalagi mengganti lengkungan senyumnya yang langka itu. Senyum ketulusan. Seolah hidupnya mulus-mulus saja tanpa beban.
Setiap kali Ikal bersama cewek itu, penglihatannya berangsur buram tertutup kaca-kaca bening yang siap pecah. Hatinya terlalu sakit merasakan embusan napas Nayra yang kian berat. Hanya saja, Nayra terlalu pintar mengalihkan kepiluan itu. Semangat Nayra menjalani hidupnya yang tak ubahnya bunga Dandelion, siap melayang kapan saja menunggu embusan angin menjemputnya…
Hingga hari-hari Ikal terasa seperti pelangi di langit malam.
Pertengahan Desember
Ikal tak suka bulan Desember sebab hujan sering turun yang tentu membuat wangi tanah basah menyeruak. Aktifitasnya jadi serba sulit terhalang hujan. Seperti saat ini, sepulang sekolah ia hanya di rumah. Kebetulan Nayra meng-sms-nya.
Kung, tmenin ak jlan2 cari bunga mawar yuk. BĂȘte bgt. Tugas skul numpuk kyk cucian mama nih. Hehe. Mau ya?
Ikal tersenyum tipis. Agak risih karena panggilan Nayra yang manja itu, Cekung. Apalagi Nayra kerap meminta dipanggil ‘Cembung’. Tentu saja panggilan itu hanya ada di dunia mereka. Dunia Ikal dan Nayra.
“Tugas sekolah itu harus dikerjain, bukan malah di-bete-in begitu,” ujar Ikal di sambungan telpon. Ia memang jarang membalas sms Nayra. Lebih afdol langsung telpon, prinsipnya.
“Hehehe… abis tugasnya kebanyakan sih,” sahut Nayra ceria. Tak ada kata sedih, marah atau jengkel jika Ikal menelpon. Mendengar suara Ikal saja hatinya langsung tenang.
“Dari pada jalan-jalan nggak jelas, mending kita ngerjain tugas bareng aja. Aku akan ke rumahmu.”
“Boleh juga sih, Kung. Tapi aku ingin sekali bunga Mawar…” suara Nayra kian memanja.
“Iya. Nanti kalau tugasnya sudah kelar, kita beli bunga Mawar. Sekalian nunggu hujan reda.” Ikal tak bisa menolak permintaan cewek itu. Apapun akan ia lakukan demi Nayra. Sebelum terlambat.
Baru saja Ikal akan memutuskan sambungan telpon, Nayra memanggilnya. “Cekung…”
“Apa Cembung?”
“Hati-hati di jalan. Aku menyayangimu.”
Ikal tertegun. Dadanya sesak. Terlintas sebuah kepahitan, tentang bagaimana awal kisah ini bergulir…
Seperti hari itu, kebahagiaan enggan pergi dari Nayra. Ia terus tersenyum. Mata serta hatinya pun tersenyum. Ini kali pertama dia jalan berdua dengan Ikal. Selebihnya mereka hanya menghabiskan waktu sebagai teman biasa di kelas mereka sekarang. Tak ada yang tahu jika dua kutu buku yang biasanya terlibat diskusi pelajaran itu kini menjadi sepasang kekasih.Rencana awal tak jadi. Nayra merayu Ikal agar menuntaskan saja belajar mereka dan segera membeli bunga Mawar. Ikal tahu, sekali lagi ia tak kuasa menolak. Ikal memutuskan menunggu hujan reda dulu, agar Nayra bisa berjalan normal tanpa payung. Yah, Nayra tak boleh sedikitpun bersentuhan dengan hujan. Daya tahan tubuh cewek itu kian menurun seiring kenyataan buruk yang terus menggerogoti hidupnya sedikit demi sedikit.
Setelah membeli setangkai Mawar sesuai permintaan Nayra, Ikal mengajaknya ke sebuah tempat yang asing bagi Nayra. Danau kecil yang sangat memukau.
Cukup lama Nayra mengagumi pemandangan danau, berusaha mengusir tanda tanya yang menjejali pikirannya. Sesuatu yang tak pernah Nayra duga. Sesuatu yang kian membuat napasnya berat. Hingga akhirnya ia pikir perlu mengatakan sesuatu yang dirasa kian menyesaki hatinya itu. Tentang pengakuan dari Mela. Mela memang menemui Nayra saat di toko bunga. Ikal tak tahu karena ia sedang membayar di kasir. Mela bergegas menarik lengan Nayra menjauh dari sana dan dengan cepat pula ia mengatakan suatu kenyataan yang sungguh tak ingin Nayra dengar. Perih.
Ikal menatap kosong riak-riak danau. Embusan angin mengirim aroma tanah basah yang sama sekali tak disukainya.
“Rangga…” Nayra memulai dengan hati-hati. Ia takut Ikal tersinggung.
Ikal menoleh, tercekat mendengar Nayra menyebut nama aslinya. Ia lupa kapan terakhir kali Nayra memanggil nama aslinya. Astaga! Ikal baru menyadari wajah Nayra kian pucat. Mata cewek itu menatapnya lekat. Ada apa dengan Nayra?
“Aku hanya ingin memastikan saja. Aku tak ingin melukai atau memaksa siapapun…” Nayra menggigit bawah bibirnya. Kepalanya berdenyut lima kali lebih kuat dari biasanya. Ia tak kuat mengatakannya.
“Apa maksudmu, Nayra?” Sebenarnya Ikal bisa menebak arah pembicaraan ini. Ia pasrah. Secepat itukah Nayra tahu yang sebenarnya?
“Kau tak perlu membohongi dirimu, Rangga… aku bukan orang yang harus di kasihani.” Cewek itu terisak. Butiran bening membasahi pipinya, hingga membanjiri segenap kekecewaannya.
“Rangga… terima kasih atas kebahagiaan singkat yang kau berikan padaku ini. Tetapi sahabatku lebih membutuhkanmu. Bahagiakan dia, Rangga… demi kebahagiaanku nanti.” Nayra beranjak dari danau yang kini diciprati senja. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia tak ingin semakin larut dalam penyesalan, sebelum keping-keping itu menancap lebih dalam.
Ikal tak kuasa menahan penyesalannya. Ingin sekali ia menyusul Nayra dan menjelaskan semuanya, tetapi kakinya terlalu beku untuk melangkah. Nyalinya terlalu ciut menghadapi kenyataan. Ia hanya menatap punggung Nayra yang kian menjauh, sebelum ia sadar hujan kembali menghujami Bumi, juga tubuh Nayra yang masih melangkah. Astaga!
***
Awal Oktober
Ikal masih sibuk dengan komik di tangannya. Ia hanya sendiri di kelasnya, 11 IPA 4. Sampai suatu ketika, seorang teman menghampirinya dengan air muka yang sulit diterjemahkan. Nayra.
“Ikal… ini aku punya kue brownis. Buat kamu aja.” Nadanya bergetar.
“Terima kasih. Aku nggak lapar,” jawab Ikal agak cuek.
Nayra menunduk. Hatinya berkecambuk. Menyesal.
Ikal tahu, saat itu Nayra hampir menangis. Buru-buru ia meralat ucapannya. “Mm… Nayra! Aku mau satu,” akhirnya kalimat itu terucap setelah otaknya menggali kosakata terbaik.
“Ikal…,” panggil Nayra ragu.
“Apa?”
“Bolehkah aku jadi temanmu?” pintanya lirih.
“Kita sudah jadi teman, Nayra! Sejak bulan Juli lalu,” jawab Ikal.
“Maksudku… ah, sudahlah. Lupakan!”
Kening Ikal berkerut. Bingung.
Akhir Oktober
Ikal bukanlah tipe cowok yang dipuja cewek seantero sekolah. Ikal hanya sosok sederhana yang misterius. Begitulah yang membuat Nayra tertarik. Sangat tertarik tepatnya. Nayra tak dapat memungkiri, rasa yang dulu sempat berguguran kini kembali bersemi. Setiap dekat dengan Ikal, kedamaian menyerbu hatinya. Sesuatu yang tak bisa ia dapatkan dari siapapun.
Namun Nayra pun butuh ekstra sabar menunggu perasaannya bersambut. Beberapa kali meng-sms Ikal, beberapa kali juga ia menangis menyesali kebodohannya. Ikal selalu mengacuhkan sms-sms itu. Sama seperti waktu kelas 10 dulu. Nayra ingin marah, tapi ia terbentur kenyataan bahwa Ikal bukan siapa-siapanya. Ia hanya harus menahan egonya… menahan gejolak emosinya. Bagaimanapun ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Ikal. Ia cewek… ia hanya perlu sabar menunggu.
Nayra pun menceritakan segalanya pada Mela, sahabatnya.
“Apa? Kamu suka Ikal?” ucap Mela setengah teriak. Nayra tak menduga respon Mela akan sekaget itu. Nayra rasa ini bukan hal heboh yang bisa dijadikan bahan gosip seantero sekolah.
“Apa yang harus kulakukan?” tanya Nayra polos.
“Jangan menyukainya karena aku…” ucapan Mela terhenti di tengah tenggorokan. Ia berpikir sejenak. “Maksudku karena aku bisa carikan yang lebih baik dari Ikal untukmu,” lanjutnya.
“Hush. Kamu kira Ikal barang apa bisa ditukar sama yang lain,” canda Nayra. Sama sekali tak lucu bagi Mela.
“Nay… apa kamu sungguh menyukainya?”
“Sungguh,” jawab Nayra mantab.
Tiba-tiba…
kepala Nayra seperti dihantam jutaan ton batu. Sakit sekali. Berdenyut-denyut dan menusuk. Nayra merasa tubuhnya ringan. Gelap!
Awal November
Nayra positif mengidap kanker otak.
Seminggu sudah Nayra tak masuk sekolah. Ia terbaring di rumah sakit melawan penyakitnya. Nanar. Mela tak sanggup menyaksikan penderitaan Nayra.
“Mel, hidupku nggak akan lama lagi,” lirih Nayra. Mela tak sanggup lagi menahan air matanya.
“Umur manusia hanya Allah yang tahu,” hibur Mela melawan kata hatinya.
“Kata dokter umurku nggak akan lebih dari sebulan.” Nayra mengembuskan napas berat.
“Dokter bukan Tuhan.”
Nayra menatap sahabatnya. “Sebelum ajal menjemputku, aku ingin sekali melihat Ikal tersenyum.”
Mela diam.
“Aku ingin sekali mengenalnya lebih dekat. Ah, andaikan penyakit ini tak datang secepat ini…” lanjut Nayra.
Mela tak kuasa lagi mendengarnya. Ia bergegas keluar dari kamar Nayra. Air mata cewek itu mengalir seiring langkah kakinya menemui seseorang. Yah, seseorang…
Pertengahan November
“Nayra… maukah kamu jadi pacarku?”
Mata Nayra mengerjap-ngerjap, berusaha memastikan apa yang dikatakan Ikal sekarang. Benarkah?
“Sebenarnya aku menyukaimu sejak kelas 10 dulu. Hanya saja aku terlalu pengecut untuk mengungkapkannya,” lanjut Ikal. Kelas hening. Setengah jam yang lalu bel pulang telah berbunyi.
“Maukah?” ulang Ikal lembut. Pipi Nayra bersemu merah. Hatinya bergetar. Jantungnya berlombatan. Rasa sakit yang kerap menikamnya pudar seketika.
Hari itu, untuk pertama kalinya Nayra kembali sekolah. Hari itu pula, penantian Nayra berakhir.
Akhir Desember
Ikal… Ikal… Ikal…
Mata Nayra masih terpejam. Ia belum sadar dari masa koma. Beberapa peralatan medis melingkari tubuhnya yang ringkih. Ruangan ICU serba putih itu sungguh senyap, hingga Mela bisa mendengar suara hatinya yang bergemuruh hebat. Menyuarakan beribu penyesalan atas kebodohan dan kegoisannya.
Ikal… Ikal… Ikal…
Kembali Nayra menyebut nama cowok itu walau lirih. Hati Mela semakin teriris. Andai saja saat itu ia tak mengatakan yang sebenarnya pada Nayra. Andai saja ia dapat menahan dirinya. Andai saja ia bisa merelakan Nayra bersama Ikal…
Melihat gerak lekukan garis penunujuk tanda-tanda kehidupan Nayra, Mela mengerti, Nayra masih menunggu seseorang menemuinya untuk terakhir kali. Mela tahu apa yang harus ia lakukan, sebelum lekukan garis itu berubah menjadi garis lurus panjang.
Ikal lah satu-satunya semangat Nayra melawan penyakitnya. Karena Ikal pula Nayra ngotot terus sekolah meski orangtuanya tak mengizinkan. Kesehatan Nayra pun berangsur membaik setelah Ikal menjadi kekasihnya.
Itulah alasan Mela menemui Ikal sekarang.
Liburan semester ganjil baru saja dimulai. Mela menemui Ikal di rumahnya.
“Nayra terus menyebut namamu,” ucap Mela memecah keheningan. Muka Ikal berubah pucat. “Ia ingin kau menemuinya, Kal!” Mela menatap Ikal, memohon. “Untuk terakhir kali…” lanjutnya ragu.
“Aku takut menemuinya. Aku sudah menyakitinya. Aku… aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku.” Ikal tertunduk putus asa. “Kalau saja dulu kau tak menyuruhku untuk berpura-pura mencintainya dan menjadi pacarnya! Kalau saja aku tak memberi harapan padanya. Kalau saja…”
Mela memotong ucapan Ikal. “Kalau saja dulu aku tak mengatakan yang sebenarnya saat kalian di toko bunga! Kalau saja aku tak seegois itu… kalau saja… kalau saja aku tak menyukaimu juga…”
Ikal tercekat. Apa yang Mela katakan barusan?
Tiba-tiba ponsel Mela berdering.
“Apa? Kondisi Nayra drop? Baiklah aku akan segera ke sana…” ucap Mela cemas. Telpon itu dari orangtuanya.
“Kal, kumohon! Temui ia sekarang. Ini kesempatan terakhir untuk memperbaiki kesalahan kita!”
Ikal tak berdaya. Mela menarik lengannya seketika menuju motor Mela di depan rumah. Dengan satu gerakan saja Mela memakai helm lalu menaiki motornya. “Aku yang bonceng.”
Seketika Mela memacu motornya dan meliuk-liuk di jalan. Ikal tercengang di boncengan. Bayangan wajah Nayra menutupi kesadaran Mela saat memacu motornya. Hingga akhirnya, Mela tak sadar sebuah truk pasir berada di jalurnya. Dan tabrakan hebat itu pun tak dapat ia hindari…
***
11 November 2012
Aku nembak dia! Mela memaksaku melakukan itu. Bisa kulihat dari binar matanya dia sangat menyayangiku. Ini terdengar jahat. Aku pura-pura mencintainya padahal rasa itu belum kurasa ada. Demi membahagiakan dia di saat terakhirnya, aku harus mau…
7 Desember 2012
Senyumnya sangat manis. Aku rasa kini aku tak jadi penipu lagi. Yah, aku mulai menyayanginya juga. Sungguh! Aku kagum dengan semangatnya. Cekung Love Cembung.
15 Desember 2012
Tuhan, dia sudah tahu semuanya. Aku tak ingin kehilangan dia. Aku sungguh menyayanginya. Tapi aku bingung dengan kata-katanya. “Bahagiakan dia demi kebahagiaanku nanti”. Apa ada kaitannya dengan Mela? Ah, kata Mela dia kritis setelah kehujanan kemarin. Aku tak sanggup menjenguknya karena aku tak ingin melihat dia tersiksa oleh penyakitnya. Tuhan, Aku rela menukar nyawaku asal dia masih bisa tetap tersenyum.
Air mata Nayra jatuh tepat di kalimat terakhir yang Ikal tulis di buku diarynya. Ternyata Tuhan mengabulkan permohonan itu. Tiga hari lalu Ikal meninggal akibat kecelakaan. Mela menyerahkan buku diari Ikal yang ia temukan di kamar Ikal. Mela juga menyesal karena tak mengingatkan Ikal memakai helm hari itu.
Desember hampir usai. Nayra kembali bersemangat menjalani sisa umurnya. Sampai suatu ketika, sosok yang menjemput Ikal itu telah siap menjemputnya juga.

Monday, 2 December 2013

Hanya aku

Aku selalu menjadi bayangannya dan berjalan dibelakangnya, kenapa aku harus menjadi wanita penghalang  jalan hidupnya. Aku selalu menginginkannya hingga dia muak dengan tingkah laku ku. Aku ingat saat dia berkata untuk tidak mengingat semua janjinya dan menyuruh ku untuk menghapus satu persatu nama nya dalam kotak pikiranku. Apa dia tidak sadar otak pikiran yang kecil ini telah terpenuhi oleh dirinya, bagaimana caranya aku kosongkan !!, haruskah aku menjadi tak berparas lagi memutuskan semua urat ku dan memasukkan hal yang baru dengan gampangnya.
Kau, berjalan didekatku seperti aku hanya bayangan yang tak dapat kau pandangi lagi, aku bukan lagi sosok dengan paras indah yang pernah kau puja. Aku selalu merintih dalam setiap doa dan nafas yang teratur lagi karena namamu. Setiap satu nama ku keluarkan seperti menusuk otak ku sendiri, aku selalu memaksakan diri untuk bisa melupakan namun bagaimana caranya.
Sampai detik ini salah satu cara ku untuk bisa tersenyum dengan mu adalah dengan melihatmu dari barisan ini, barisan yang mungkin jauh dengan mu namun aku selalu menolehkan kepala ke arahmu meski senyummu terlempar untuk wanita lain.
Terakhir yang kutemukan, kau bersama wanita lain di dalam ruangan ku berdua dalam kegelapan malam. Apa kau tak melihat sosok bayangan ku yang menangis melihat kau berdua. Apa kau tak melihat bayangan ku yang mulai tercekik karena sakit, apa kau tak merasakan tangan yang selalu ingin meraihmu.
Kau bagaikan bunga mawar bagiku, aku selalu ingin memerhatikan mu karena pesona mu namun jika aku berani menyentuhmu aku akan terluka. Apa pernah mencobanya sekali dan rasa yang kau berikan tak bisa aku tahan lagi, aku berani melepasmu namun aku tak mengerti aku tetap terpesona akan dirimu.
“ waktu yang kubutuhkan hanya butuh hitungan hari untuk mencapai puncak kesedihanku”

Pucak kesedihan dimana dia mengatakan hal yang tak pernah bisa aku lupakan, angka yang menjadi pengingat ku dengannya akan segera tiba, lalu bagaimana aku melaluinya. Ku mohon larilah dari otak ku sebelum otak ku membunuh ragaku yang selalu mengejarmu.

Monday, 25 November 2013

Change

apa kalian pernah sadar jika yang kalian lakukan bukan sesuatu yang penting bahkan kadang orang yang kalian kira selalu memperhatikan anda saja tenyata sudah muak dengan semua yang telah anda lakukan.
apa kalian mengerti cara menghargai sesorang, menghargai apa yang dia rasakan dan sesuatu yang tak pernah ia suka ternyata dengan gampangnya kalian lakukan.
apa kalian bisa melakukan apa yang disenangi orang lain, karna sesungguhnya semua yang kalian kerjakan selalu menjadi hal yang buruk untuk orang lain.
kalian..
bisa kah mengerti orang lain.
bisa kah tidak terlalu melebih-lebihkan keadaan
bisa kah hanya diam saja dulu tanpa harus mengerluarkan kata-kata yang menyakiti.
mata kalian membuat kami semua menangis
cara kalian berbicara seperti kami hanya sampah disekitarmu
kalian yang selalu menganggap dirinya benar sesungguhnya kami selalu mengerti perasaan kalian namun kalian tak pernah mau belajar dari sikap kami semua.
memarahi namun tak mau dimarahi.
mencaci juga tak mau dicaci
memberitahukan kesalahan kami namun tak mau dikoreksi.
apa kalian lahir dengan sikap egois yang tinggi atau otak yang mengatur tubuh kalian membuat kalian bangga dengan apa yang kalian bangga.
berubahlah sebelum takdir yang membuat kalian menangis karna aku hanya ingin melihat kalian merubah dan merasa bersalah dengan apa yang telah kalian lakukan .

Monday, 18 November 2013

hujan

Air hujan mulai mengalir dari atap itu, memercikkan rintihan hujan yang mulai memperdengarkan irama yang mulai kutakuti. Gemuruh angin mulai menambah hawa dingin yang terus menusuk logika ku untuk melupakan peristiwa yang terjadi ditengah-tengah air yang turun karna perintah-Nya. Aku yakin bisa melupakan itu dengan kedipan mata saja, namun telah berjalan 3 tahun aku tak pernah bisa melupakannya.

Awal aku mulai masuk dalam batas yang tak semestinya aku lalui. Batas penghalang antara dunia ku dengan dunianya, antara pikiran ku dengan pikirannya dan perasaanku dengan perasaannya. Saat semua mulai terlampaui aku baru sadar jika itu adalah kesalahan saat hujan yang diimpikan mulai menjadi penghapus kebahagianku dengan hidup sederhana yang aku impikan.

Mengapa harus aku yang membenci hujan itu, mengapa dia menjadi angan yang selalu ingin aku lupakan, mengapa semua mulai terasa asing saat satu kata yang terucap di tengah hujan membuat ku mulai sadar bahwa aku bukan akhir dari ceritanya yang dia janjikan. Aku mungkin hanya salah satu dari perjanjian manis yang dia lakukan dengan makhluk sejenis ku yang lain.
Sudah cukup dengan semua perkataan pembohong yang aku ucap untuk menjadi manusia munafik yang terus menantinya, meski raga ketakutan, meski hati terus meronta. Dia tetap pejanji yang manis untuk kalangan ku. Pejanji yang selalu aku perhatikan dan membuatku berubah menjadi pembohong yang juga mengikuti dirinya.

Hujan hapuskan kesedihanku, ku relakan kemarahan untuk tidak meluapkan kepada yang lain.
Hujan bawalah aku kedalam pelangi, setelah hitam menjadi pencerah untuk ku
Hujan jadilah saksi bahwa aku bisa melupakan serta berjalan kedepan untuk hidupku yang baru tanpa harus takut akan hujan dan memori tentang pejanji manis itu.

Hujan turun karena aku menangis dan hujan tak akan turun jika aku bahagia karena dia takut untuk menghapus kebahagianku dengan tetesan air yang dia turunkan

Kata itu menjadi mimpi ku setiap hujan turun. Hujan yang sampai saat ini masih ku takuti dan menjadi manusia pecundang yang terus munafik dengan logika yang terus memiliki perasaan yang tak bisa dikendalikan.

Saturday, 16 November 2013

I felt this moment with you #Muh. A****

Inilah wanita yang sesungguhnya, meskipun mereka putus
Takkan mudah mencintai orang lain
Meskipun raga terpisah dan tak dapat melihat kekasihnya
Hati mereka tak dapat melepaskannya
Wanita itu lemah meskipun mereka berpura-pura terlihat kuat
Mereka tak dapat hidup dan melupakan kenangan dengan mudah
Karena bodoh, mereka bahkan masih belum bisa menghapus nomer telefon orang tersebut (*baca: mantan)
Karena aku sangat ingin mendengar suara itu
Karena aku merindukan wajah itu
Mataku menangis bercucuran setiap hari sampai membengkak
Apakah pria juga menangis?
Apakah mereka merasakan sakit saat putus?
Apakah mereka juga terisak-isak karena begitu merindukan seseorang?
Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan
Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?
Karena kau tak bisa mempertimbangkan semua kenangan itu
Karena penyesalanku berlebihan
Cintaku masih ada dan aku menangis sendiri
Apakah pria juga menangis?
Apakah mereka merasakan sakit saat putus?
Apakah mereka juga terisak-isak karena begitu merindukan seseorang?
Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan
Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?
Aku pikir aku tahu hal yang terbaik
Tentangmu, perasaanmu
Tapi ternyata aku paling tak mengetahuinya

Apakah kau mencintaiku?
Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Kata yang bahkan sampai akhirpun tak bisa ku dengar dari bibirmu
Saat itu kau tak bisa berkata-kata
Aku benar-benar mencintaimu, Aku bahagia
Apakah kau tahu itu?

Wednesday, 6 November 2013

Wanita Perindu

Mungkin sekarang semuanya telah berjalan ke arahnya sendiri-sendiri, semuanya telah memiliki arusnya sendiri. Menerjang semua dengan kekuatan yang mereka yang miliki sendiri juga, begitu juga aku melihat semua berubah dari cara dia berjalan hingga cara dia tersenyum hingga lebih sering untuk membantu ku.
Dari awal aku sudah mengetahui wanita yang dia sukai tapi aku selalu ingin berada disampingnya hingga aku berharap hnya pada ku dia bisa tersenyum, mungkin menjadi wanita egois harus kutangisi disetiap tidur malam ku yang dingin. Hal yang bergejolak ini selalu saja memenuhi otak ku hingga mata terbuka terasa bayang-bayang dirinya berjalan didepan mata ku.
Dia datang lagi untuk membantu dalam setiap hembusan nafas yang dia keluarkan serasa itu semua berharga untuk langkahnya kearah ku. Namun menyedihkan jika matanya tak pernah tertuju kemata ku. Dia berbicara namun hati mengarah kepada wajah yang lain, dia tertawa namun melihat tingkah wanita yang dia perhatikan. Ingin merintih, menghempaskan badan kedalam tempat yang gelap itu namun aku tak berani meninggalkan bayangan yang tertuju untuk wanita lain. Mungkin, inilah nasib seorang perindu seperti diriku.
Merindukan dia yang mencintai orang lain, menunggu dia yang juga menunggu orang lain dan menjaga senyum yang tak pernah tertancap erat dilubuk hatinya.
Aku, seharusnya tak pernah merasakan perasaan menyukainya. Aku, seharusnya hanya menganggap dia pelipur lara yang hilang. Aku, seharusnya hanya boleh melihatnya saja. Yah, hanya itu daya untuk bisa selalu berada dalam lingkaran hidupnya karena sesungguhnya aku tau jika ku utarakan semuanya akan berubah menjadi benteng penghalang aku dan dia.
Perindu, perindu, perindu.. maafkan aku untuk merindukan orang seperti mu, maafkan aku selalu menutup teliga untuk ceritamu, maafkan aku yang terlanjur menyukaimu dan menjadikan setiap kata itu menjadi hal yang tak berarti diotak ku namun berarti dihatimu untuk wanita itu.
CUKUP.. aku sudah bisa melupakanmu dari mulut namun tidak dihati ini, pembohong yang indah untuk wajah yang terus ceria didepannya dan semua mata yang meilhatku. Mengapa harus ada rintihan, tangis, luka, sakit, dan segala hal yang dapat mengubur diriku sendiri sedangkan yang ku lihat dengan mata merah ini masih banyak orang yang bisa tersenyum dan tertawa, mengapa harus terjadi dengan wanita perindu seperti diriku, wanita yang lebih senang untuk menunggu dari pada mengutarakan segalanya padamu.

Untuk dirimu yang selalu
menjadi angan dan mimpi-mimpi
dalam setiap doa dan tidurku

Sunday, 20 October 2013

One Ok Rock_Wherever You Are

I'm Telling You 
I Softly Whisper
Tonight
Tonight
You Are My Angel ..

Aishiteru Yo
Futari Wa Hitotsu Ni
Tonight
Tonight
I Just Say ..

Wherever You Are
I Always Make You Smile
Wherever You Are
I'M Always By Your Side
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now

I Don't Need A Reason
I Just Want You Baby
Alright
Alright
Day After Day ..

Kono Saki Nagai Koto Zutto
Douka Konno Boku To Zutto
Shinu Made
Stay With Me
We Carry On ..

Wherever You Are
I Always Make You Smile
Wherever You Are
I'M Always By Your Side
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now
Wherever You Are
I Nevere Make You Cry
Wherever You Are
I Never Say Goodbye
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now

Bokura Ga Deatta Hi Wa
Futari Ni Totte Ichiban Me NO Kinen No Subeki Hi Da Ne
Soshite Kyou To Iu Hi Wa
Futari Ni Totte Niban Me No Kine No Subeki
Hi Da Ne ..

Kokoro Kara Aiseru Hito
Kokoro Kara Otoshii Hito
Kono Boku No Ai No Mannaka Ni Wa
Itsumo Kimi Ga Iru Kara

Wherever You Are
I Always Make You Smile
Wherever You Are
I'M Always By Your Side
Wherever You Say
Kimi Wo Omou Kimochi
I Promise You Forever Right Now

Wherever You Are ..
Wherever You Are ..
Wherever You Are .. 

23 JUNI

Disaat senang ataupun susah, aku ingin bersama kamu. Berada dalam jarak yang membuatku bisa menggandeng tangan mu kapanpun aku mau.

Cinta & sayangku ini adalah kedua tangan ku dalam upaya, dan doa untuk selalu berusaha menjagamu & membahagiakan kamu..

Tolong ijinkan aku membuat kamu tersenyum.. Aku tak ingin melihat kamu sedih..

Kangen, tapi takut sms. Rindu, tapi mustahil ketemu. Cinta, tapi enggan bilang. Cemburu, tapi hanya bisa diam..

Aku selalu memikirkanmu, merindukanmu, bahkan menyayangimu di sini :')

Aku mencintaimu & menyayangimu dari apa yang aku rasakan, bukan dari apa yang aku lihat..

Ketika dalam nyata tak lgi bisa bertemu, jaraklah penghalangnya.. Namun aku harap dalam jarakpun Rindu kita Sma, Saling merindukan..

Kamu adalah salah satu alasanku, untuk bisa tersenyum.. 

Aku tidak pernah lelah dan jenuh meski kamu jauh.. Meski kita tak sering bertemu.. Karna, aku dpt merasakan kasih sygmu yg tulus itu..

Jika aku yang terahir bagi mu.. Tunjukan lah bahwa aku cinta terahirmu.. :')

Tuhan, izinkan aku menjaganya, melindunginya, menyayanginya, mendampinginya, dan mecintainya sepenuh hati..

Saat kau tak di sampingku akankah kau masih mengingatku? seperti aku menjaga hatimu disini..

Aku memiliki rasa takut kehilangan.. Bahkan, saat aku belum memilikimu..

Belum pernah selama ini ngerasain rasa sayang banget ke oranglain kaya gini, dan orang itu kamu.. :')

Awalnya nggak sayang, kamu buat aku jadi sayang.. Awalnya nggak pernah mikirin, eh skrg malah kepikiran kamu terus..

Rindu saat kamu perhatian sama aku.. :')

Kita pernah kehujanan bersama, tetapi kita tidak resah akan kedinginan, karna lebih dulu menciptakan kehangatan..

Kita sama-sama berjalan menuju mimpi yang berbeda, Tapi kita tak pernah takut untuk melewati itu bersama-sama..

Aku kangen kamu.. Tapi, apa kamu juga ngerasain perasaan itu ya (': ?

Banyak alasan untuk tersenyum, tapi alasan ter favorite ku adalah kamu..

Semangatku adalah kamu.. Jangan pernah membuatku merasa lemah, tanpamu..

Sebelum ada kamu, hidup aku gelap.. Tapi, semenjak ada kamu, hidup aku berwarna.. Dan aku nggak mau hidup aku gelap lagi.. 

cuma kamu yg selalu ngertiin aku :")

Kau tidak bisa memimpikan dirimu menjadi seseorang, kau harus menempa serta membentuk dirimu seperti apa yang kau idamkan

kebahagiaan aku itu ada di kamu :")


TERIMA KASIH JIKA SEMUA ITU UNTUK SAYA “ 11.09.13”


Friday, 18 October 2013

DESEMBER YANG DULU

Masih ku ingat Desember, dua ribu dua belas itu . saat dimana aku mulai mengenal sosok seperti dirimu. Sesosok yang tak pernah terbayang akan berada dibenak ku saat ini. Kita berbicara dengan nyamannya tanpa merasa ada beban yang akan menghantam cerita kita selanjutnya. Suatu hantaman yang belum kututupi saat ini namun mungkin dapat kau sembunyikan dariku
Untuk mu orang yang masih kusayangi hingga saat ini.
Saat memandang mungkin mata yang bisa bicara namun hati meronta dalam kesendirian didalam jiwa yang masih terkurung untuk tetap mengingatnya. terasa ada yang memukul dinding-dinding perasaan yang ingin membuat embun indah diujung mata ku saat ini. Melihatnya berjalan dengan terpaan angin yang membuat wanginya tercium sampai ketempatku saat ini, merasakan kembali dirinya yang terus memenuhi otak yang telah hancur.
Kau mengangkat lalu menghempaskanku, menghempaskan diriku kedalam jurang itu. Jurang kesendirian yang terus terpenuhi oleh kenangan Desember yang lalu. Masih terasa kemarin aku mengenal mu dan berbicara denganmu namun kenyataan harus tetap berbicara bahwa kau bukan milik ku saat ini.
Menyedihkan saat mengingat aku yang ingin menjadi orang terakhir untukmu ternyata hanya persinggahan sesaat untuk permainan hidupmu. Mungkin tak akan pernah bermakna namun tetesan-tetesan perasaan yang mulai berkumpul menjadi alasan ku mencintai dan membencimu hingga perasaan tak akan bisa menguburnya sendiri ditempat yang menyedihkan dimana kau meninggalkan aku sendiri.
Desember yang dulu akan kah terulang kembali agar aku bisa memperbaiki segalanya.
Desember yang dulu masih kah akan terus seperti itu
Desember yang dulu maafkan aku tak bisa melupakan mu

Mungkin Desember telah berganti dengan bulan-bulan yang lainnya namun yang aku ketahui aku terus memperhatikanmu walaupun sekarang tangan mu telah menggenggam tangannya. Yah.. tangannya, dia yang telah bersama mu saat ini walaupun menyedihkan namun itu adalah cara mu mengubur rasa sakit ku sendiri.



Thursday, 10 October 2013

dua tujuh

Mungkin bukan kamu lagi. Walau dilihat dari segi manapun kamu bukan orang yang bisa bersama saya. Sudah bosan dengan permainan dan tangisan. Setiap aku menulis perasanku pasti harus menangis tapi sekarang berjuang untuk tidak seperti itu lagi berusaha untuk menjadi lebih dewasa dengan usia yang mulai bertambah mungkin lebih cocok untuk ku yang sekarang. Mungkin saat putus pertama kali denganmu aku bisa menangis dan saat balikan aku bisa senyum kembali namun saat putus kembali kedua kalinya aku mulai terbiasa dengan segala perkataan mu yang menusuk walau tak ingin munafik aku tetap sakit. Namun pemikirin kedua kali kamu bukan yang pantas untuk ku menjadi mantra yang indah untuk mengembangkan senyumku kembali.



Makasih untukmu KAK .

sulit

Untuk membohongi perasaan sendiri memanglah sulit, sangat sulit. Membohongi kalau aku belum bisa melupakan mu memang sulit.

Menangis dalam sujud ku untuk mu baru bisa ku rasakan saat ini, saat aku mulai bisa melihat mu tersenyum meski bukan untuk ku . melihat mu tertawa meski tanpa suara ku.

Menutup mata ku namun tetap mendengar suara mu, menutup mulut ku tanpa harus menyebut nama mu karna keegoisan ku. Ini aku yang tak akan pernah bisa berkata apa-apa lagi untuk mu.


Berlari dengan ketidakpastian untuk arah hidup ku adalah aku yang bodoh.

Friday, 4 October 2013

Persinggahan sesaat

Saat ku buka mata ku, kulihat segala isi ruang ditempat ku saat ini. Semua mulai terasa asing dan hampir semua tak ada yang aku kenali lagi. Dimana aku sekarang ini ?, tempat yang indah namun terasa mengerikan diujung mata dan perasaanku .
                Semakin kuperhatikan dengan saksama, aku semakin merasa asing dengan semuanya. Semakin aku berusaha untuk mengingat semua yang telah terjadi, terasa semua akan hilang dalam otak ku. Aku iri dengan mereka yang dapat senyum dengan baik dan biasa saja namun beda dengan diriku yang ingin senyum namun tak tau untuk apa dan kepada siapa aku ingin melemparkan senyum dari bibir ku ini.
                Lama aku menyusuri sekelilingku, aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenali namun tak dapat ku jelaskan siapa dia. Dia bicara melalui matanya seperti tak dapat berbohong jika ia sedih melihat kenyataan bahwa aku tak dapat mengenali siapa-siapa lagi. Dia berjalan mendekat semakin dekat hingga tangannya menyentuh bahuku, berusaha untuk menyadarkanku atas kebingungan yang aku alami. Semakin dia berbicara semakin setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat ku pusing. Dia berkata hingga air mata keluar dipelupuk matanya. Aku ingin tau apa yang dia sedihkan saat berbicara dengan ku.
                “kau harus hidup seperti dulu”
Kenapa ?, ada apa?. Kenapa dengan hidupku yang dulu, kenapa dengan hidupku saat ini. Aku tetap akan menjadi diriku kan?. Kumohon jangan berbicara jika engkau tak pernah ingin mengatakan sebenarnya. Apa yang terjadi ?, siapa kamu ?, dan siapa aku ?.
                Siapa aku ? .  apa yang terjadi, kenapa ku tak dapat mengenali diriku sendiri, kenapa semua harus terasa asing seperti ini. Teriakan jiwa ku mungkin tak dapat mereka dengar, catatan kecil penyesalanku juga tak dapat mereka lihat namun tak tau mengapa seperti dapat mereka rasakan. Mereka mengatakan semua hal untuk membuat ku bangkit namun yang kubutuhkan hanyalah DIA.
Dia adalah dirinya yang telah ku buat kecewa karena sikap yang tak pernah bisa ku ubah. Seharusnya dari awal aku bisa setuju dengan segala hal baik yang telah ia rencanakan dari awal. Namun aku tetap teguh terhadap pendirianku yang bodoh. Pendirian yang membuatku menjadi tak berguna lagi untuk hidupku selanjutnya.
“bukan ini yang aku inginkan hadapkan aku kepadanya, banyak yang harus aku katakan kepadanya, banyak hal terbuang yang harus aku satukan lagi. Kembalikan dia disampingku”
Teriakan ku mengisi seluruh ruang ditempatku saat ini. Tangisku mulai pecah saat ku mengingat dirinya. Dirinya dengan mata pembawa kehangatan bagiku dan suara penyejuk jiwa ku yang terbawa olehnya.
Semakin ku meronta semakin mereka melarang ku untuk pergi menemuinya hingga pada saat mereka sudah tak kuat melihatku berubah menjadi orang lain dengan terpaksa mereka semua melepasku untuk menggapai kembali tangannya yang kucari. Namun semakin ku cari semakin aku tak dapat menemukannya lagi. Dimana ??, dimana kamu ???
Ku mulai tertarik membuka pintu yang terpenuhi suara orang-orang yang membaca  ayat-ayat suci al-quran. Kubuka pintu itu dan ku lihat semua orang itu mengelilingi seseorang yang telah tertutupi kain. Pertanyaan mulai bergulir siapa orang itu ?, ku mulai berjalan mendekati orang itu tanpa ada seorang pun yang menghalangiku dan sekarang aku tepat berdiri disamping orang itu lalu kutekukkan kaki lalu membuka kain yang menghalangi ku melihat wajahnya.
“ ini semua salah. Ini bukan dia. Ini orang lain. Bangun .... “
Kenyataan berbicara lagi untuk kedua kalinya. Mengapa kenyataan yang ku hadapi harus sepahit ini. Kenyataan yang tak pernah ku impikan namun harus aku terima. Terlalu sesak jika melihat segalanya, segala tentang dirinya yang tak lama lagi akan menjadi pendamping hidupku.
                Pernikahan yang akan dilaksanakan tiga hari lagi harus berakhir, semua rencana hidup bersama yang telah kami atur harus ku hapus sendiri. Semua berakhir ketika aku tak ingin untuk menemuinya dan menyalahkannya untuk rencana yang tak pernah kami rencanakan bersama walaupun aku tak pernah mempertanyakan untuk apa itu. aku selalu menjadi wanita egois untuk dirinya. Kecelakaan yang merengutnya semua karena diriku. Mengapa kau datang menemui ku saat itu, mengapa aku harus menyalahkan dirimu . mengapa harus kamu yang pergi ??
                Melepaskan mu mungkin tak akan semudah yang terbayang diotak ku. Kau adalah persinggahan sesaat untuk hidupku. Persinggahan yang dipenuhi memori yang indah. Maaf jika dulu ku tak bisa menjadi wanita indah untuk mu namun yang aku tau kau tetap sabar menghadapi diriku hingga memutuskan untuk bersama ku namun harus terhalangi oleh takdir. Satu kecupan untuk nisanmu untuk persinggahan awal dikehidupanmu selanjutnya. Kau persinggahan sesaat ku ketahuilah kau membuatku menjadi wanita yang berbeda karena tak ingin kehilangan orang seperti mu untuk kedua kalinya.


Wednesday, 18 September 2013

Rindu

memandang layar didepanku, mencari-cari dirimu disisi dunia maya adalah kegiatan sehari-hari yang mulai sering aku lakukan. 
mencarimu dan ingin mengetahui segala kegiatanmu ditempat yang jauh dari sisiku adalah aku yang mulai tersiska dengan perasaan rindu yang dalam.
aku mungkin tersiska tapi aku tak pernah ingin kehilangan dirimu dengan hubungan jarak yang terpisah, seharusnya aku tau kalau hal ini akan terjadi padaku saat awal aku menerimamu tapi tak pernah kuperkirakan akan separah ini rindu ku dengan mu.
sayang !!!
kamu sedang apa ?
kamu dimana ?
kamu dengan siapa ?
aku ingin tau semuanya.. perasaan mu yang jauh dari ku saat ini, apakah tak pernah terganggu dengan wanita lain yang ada didekatmu .
sayang !!!
aku selalu disini menunggu kau datang menemui ku
aku selalu disini mencari tau tentangmu
aku selalu disini hanya untuk dirimu.
karna hanya denganmu aku bisa merasakan rasa menyayangi seseorang dan disayangi oleh orang lain .

Monday, 9 September 2013

one ok rock - notes'n'words



I wanna dance like no one’s watching me
I wanna love like it’s the only thing I know
I wanna laugh from the bottom of my heart
I wanna sing like every single note and word it’s all for you

Is this enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
and hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, what I see

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love

I wanna dance the night away with you
I wanna love because you taught me to
I wanna laugh all your tears away
I wanna sing ‘cause every single note and word it’s just for you

Hope it’s enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
and hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, how I feel

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love

Not a day goes by that I don’t think
about you and the love you’ve given me
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love
Life is just so much better from your love

Wednesday, 4 September 2013


Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar mencintai semua orang yang membenciku.
dan berteman dengan orang yang memfitnahku .
Jiwaku menasehatiku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai tapi juga orang yang dicintai.
Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring laba-laba.
diantara dua buaga yang dekat satu sama lainnya. 
Itulah nasehat jiwaku untuk hidupku dan juga untuk cintaku.

DI UJUNG KATA-KATA

tentang rindu kusam.
tentang cinta terbuang.
mengutip satu namamu diantar gundah, gelisa, air mata dan lara.
masih adakah sedikit senyum darimu dibatas penantianku yang kini makin terbata.
jika masih ada ruang dihatimu untukku, sedikit saja tolong bicaralah.
setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba.
janganlah sepi yang hadir.
janganlah semu yang membeku.
karna aku selalu berjalan menujumu.

Mimpi yang hilang


Dibawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang. aku menatap satu bintang yang paling terang. aku menatapnya dengan penuh harapan seolah itu kau. yang kini jauh seakan HILANG .
Diantara bintang aku bertanya
Berbisikan cahaya rembulan
Apakah ini yang nama cinta ?
Indah sekejap mata 
Namun sakitnya tak terhingga
Kata-kata pun tak mampu mewakili akan pedih hati
Cinta itu bahagia tapi menyakitkan
Saat kita mencintai, kita bahagia
Saat kita cemburu, kita terluka

Tuesday, 3 September 2013

merelakan


saat menduga semua akan terjadi. mungkin memang aku  tak peka lagi seperti dulu. seharusnya aku mengerti jika bukan dia tapi orang lain. tapi aku senang jika perasaan suka pernah singgah untuknya. meski sakit melihatnya dengan yang lain namun mungkin keadaan terulang lagi hingga aku menemukan yang lain.
aku ingat kata-kata yang dia keluarkan.

"jangan permainkan laki-laki lain selain orang lain, cukup hanya dia dan kau yang sakit hati"

ku ingat semua kata-kata itu. kata-kata yang membuatku menyukai namun jga kata-kata yang membuatku harus melupakannya.
tak ku biarkan diriku untuk mengungkapnya dan membiarkannya memilih karena sesungguhnya aku telah mengetahui jika bukan aku yang dia pilih melainkan orang lain.
aku rela jika dia memilih yang lain. aku rela untuk melepaskannya untuk tetap bersama ku sebagai seorang teman.
cukup dengan senyumannya aku bisa menghentikan air mata yang mengelir untuknya. cukup dengan melihatnya bicara aku bisa menghentikan rontahan hati yang pedih.

DIA


aku senang dia ada. 
aku senang dia senyum.
aku senang dia duduk didekatku.
aku senang saat berbicara dengannya.
aku senang dengan semua yang dia lakukan.


tapi dia hanya temanku, status sebatas teman mungkin menjadi penghalang rasa suka ku dengannya.
menoleh kebelakang mungkin menjadi kebiasaan yang mulai sering ku lakukan saat ini. menoleh hanya untuk melihatnya melakukan kegiatan bodoh dibelakang. 
lucu saat melihat ekspresi bodohnya, bibir terasa mengembang sendiri saat memandang wajahnya tapi sebuah kesalahan jika aku menjadikannya seorang aku suka.
aku takut jika aku menyukainya semua akan berubah. mungkin dia tak akan ada lagi disampingku namun jika tak ku utarakan semuanya mungkin semua perasaanku akan menjadi pengharapan yang bodoh.

heii kamu .. temankuu .. aku sukaa .. tapi aku tak pernah menginginkan kamu pergi .

Monday, 2 September 2013

twenty seven


waktu yang tersisa sampai saat ini mungkin hampir setahun lagi. berjuang untuk tetap berharap tak kembali dan mempelajari dirimu lagi, kuharap bisa menjadi mimpi yang terkabulkan.

setahun lagi melihat kamu berjalan.
setahun lagi melihatmu tersenyum.
setahun lagi mendengar suara mu.
setahun lagi melihatmu berjalan dibelakang kamarku.
setahun lagi aku terus memandangmu. memandang dirimu yang dulu menjadi akhir ceritaku.

namun setahun ini tak akan terasa sama sekali jika perasaan ku tak berkurang sedikitpun. walau kau menjauh, mencaci atau bahkan tak peduli sama sekali.
penyemangat yang berubah menjadi kebencian adalah cerita didongeng hidupku. karena sesungguhnya seberapa rendah aku dimatamu kau tetap akan berada diatas. karena itu, terlalu tingginya dirimu sehingga sangat sulit aku lupakan.

Friday, 30 August 2013

Miss you~

aku rindu kamu, dia dan kalian semua 
aku rindu perasaan indah saat melihat kalian senyum.
aku rindu saat mengatakan bahwa aku bahagia walau sebenarnya aku sedih
aku rindu saat kalian semua marah atas kesalahanku dan membenarkan ku
aku rindu sikap egois ku yang perlahan berubah karna kalian
aku rindu saat kalian meledekku karena hal lucu dari diriku
aku rindu saat semuanya malu lugu untuk kita semua
jalan bersama, tertawa bersama .
bisakah terulang kembali ..

Yang terlupakan

Disaat aku hanya ingin marah. Tak tau kepada siapa dan tau karena apa, kenapa perasaan ini muncul tiba-tiba rasa untuk menangis terhadap semua hal didepanku menjadi alasanku mengapa aku menulis dan menyendiri di atas pembaringan ku sendiri. Merasakan perasaan yang tak tau semua orang dapat menjelaskannya. Mengapa dan kenapa semua ini harus terjadi kepada diri ku yang ingin menjadi biasa saja terhadap hal-hal disekitar ku .

Peristiwa satu demi satu berjalan disekitar ku, aku tak mampu merasakan semuanya, aku tak mampu mengerti semuanyaa. Semua bergulir tanpa perasaan disekitar ku .
Menyalahkan diriku yang dulu juga tak dapat menjadi alasan yang jelas karena sesungguhnya hanya aku yang memilih semua itu.

Sekarang baru bisa aku sadari jika setiap hal yang ku putuskan tak berarti akan baik untuk hidup ku sendiri mungkin malah akan menjadi mimpi buruk yang menimpa ku seperti untuk keadaan ku saat ini .
Dan yang membuatku tak pernah ingin menghadapi semua ini adalah tanpa kehadiratmu kawan, kemana kalian ??. aku mengerti semua berjalan disaat masa muda tapi bisakah tak seperti saat ini, tak ada lagi satu nama untuk kita semua.

Kawan. Aku tak bisa merasakan suatu hal lagi, satu hal yang dapat mengembangkan senyum dibibirku .



Tuesday, 27 August 2013

PERASAAN YANG TELAH LALU MUNGKIN AKAN MUNCUL LAGI JIKA KAU TETAP BERJALAN DIDEPAN KU TANPA MEMBIARKAN KU UNTUK MELEWATI MU SEDIKIT SAJA .

DIA

Untuk membohongi perasaan sendiri memanglah sulit, sangat sulit. Membohongi kalau aku belum bisa melupakan mu memang sulit.

Menangis dalam sujud ku untuk mu baru bisa ku rasakan saat ini, saat aku mulai bisa melihat mu tersenyum meski bukan untuk ku . melihat mu tertawa meski tanpa suara ku.

Menutup mata ku namun tetap mendengar suara mu, menutup mulut ku tanpa harus menyebut nama mu karna keegoisan ku. Ini aku yang tak akan pernah bisa berkata apa-apa lagi untuk mu .


Berlari dengan ketidakpastian untuk arah hidup ku adalah aku yang bodoh.

ungkapan

Hari ini tepat setahun aku putus dengan seseorang yang pertama mengukir cinta dihati ini. Sungguh awal yang indah saat merasakan cinta itu. namun aku tak pernah mengerti apa yang tlah dia rencanakan dari kebahagian yang tlah kualami.saat bersama dirinya, rasanya hati ini tak mampu berkata apa-apa. Namun yang kulihat dari sorot matanya dia tak berkata sama dengan perasaan yang slama ini aku rasakan.
Perih saat dia berkata apa yang tak pernah aku inginkan terucap dari bibirnya. Namun apa daya diriku tak mampu berbuat apa-apa. Itu semua tlah terjadi dan tetap harus aku jalani. Meski tlah setahun namun aku tak mampu melupakan dirinya dan cintanya. Sungguh sesuatu yang sangat ironis dalam kehidupanku.
Apakah, yang berawal dari cinta akan berakhir dengan cinta pula?. Kalimat itu sering terbayang dalam ingatanku dan tak pernah lepas. Satu kalimat yang slama ini aku pertanyakan. Meski kalimat itu sangat gampang diucapkan namun mengapa kata itu tak pernah bisa membuatku merasa puas dengan apa yang dimaksud dengan cinta.
Rasanya, aku tak sanggup memikul beban yang slama ini aku rasakan. Aku hendak membagikannya, tapi siapa yang mau mengerti???. Siapa yang ingin mengetahui, siapa, siapa, dan siapa. Hanya air mata kepedihan yang tak pernah berhenti bercerita tentang derita yang ku alami.
Tlah ku coba berbagai cara untuk bisa melupakannya dan cinta yang pernah singgah di hati ini. Tapi mengapa sangat sulit. Aku mengerti bahwa dia yang pertama. Tapi mengapa yang ku lihat dari dirinya berbeda, dia begitu gampangnya melupakanku. “apakah memang dia dulu hanya main-main denganku?” pertanyaan itu dapat membuatku menintihkan air mata yang dia anggap tak ada gunanya. Memang aku salah pernah mencintainya tapi itulah yang dinamakan cinta. Meski itu sakit atau senang pada akhirnya itu juga dirasakan dari hati.
Sebenarnya tak sulit mencari penggantinya namun untuk memindahkan sebuah perasaan yang sudah terlanjur mencinta, sangatlah sulit.
Hari demi hari berganti, aku sering mendengar kabar tentang dirinya. Aku tak pernah berkomunikasi dengannya. Tak tau karna apa dia tak mau mengajakku berbicara lagi. Mungkin aku punya salah dengannya, namun yang masih aku pertanyakan. Salah apa aku padanya????.
Saat aku mendengar kabar yang tak pernah aku inginkan. Benar-benar benar terjadi. Mengapa dia harus bersama wanita itu. sungguh aku tak pernah menginginkannya.
Dia sekarang telah menjadi pribadi yang berbeda. Tak lagi mengenaliku, bahkan tak ada kata untuk menghiraukan perasaanku yang slama ini menunggunya.

Yah…sampai kapan aku harus menunggu dirinya??? ataukah aku harus berhenti menunggunya???. Tapi kapan aku harus berhenti menunggunya????. Apakah sampai seseorang yang benar-benar mencintaiku datang. tapi kapan orang itu datang????. Ahh.. hidupku memang penuh pertanyaan. Dan semua pertanyaan itu belum terjawab. Tapi aku yakin semua itu akan terjawab dengan sendirinya. Dan bila semua itu tlah terjawab. Aku akan memulai sebuah lembar cerita kehidupanku yang baru dengan membuat masa laluku sebagai pengalaman yang sangat berharga dan takkan pernah aku lupakan.

Monday, 26 August 2013

KESALAHAN

Apa yang harus aku lakukan dengan kesalahan yang tlah ku lakukan akankah semua bisa berakhir seperti pada awal kita tak pernah saling mengenal. Dimana tak ada sakit hati lagi, tiada tangisan lagi tanpa dirimu aku bisa yakin bahwa diri ini akan menjalani hidupnyaa dengan baik-baik saja. Meski air mata ini tlah kering, aku slalu yakin bahwa suatu hari nanti pasti ada seseorang yang akan menggantikan air mata ini dengan senyuman lagi.
Meski tak seperti dulu lagi, aku akan terus tersenyum melihat bayangan mu yang terus berjalan menjauh semakin jauh hingga hanya diriku yang dapat menertawakan segalanya .
Menertawakan hal-hal yang bodoh. Menunggu, menunggu dan terus menunggu .
Membiarkannya pergi dan menunggu orang lain ternyata tak semudah perkiraan ku. Sangat sulit menghilangkan satu bayangan seseorang yang telah lama bersama ku dan orang lain yang mungkin belum ku kenal sama sekali .
Hingga diri ini menerima setiap tangan yang singgah ditempat ku . tanpa melihat matanya lagi dan tanpa ingin mendengar kata-kata dari orang-orang itu, aku menerima mereka semua. meski aku mengerti bahwa tak seorang pun diantara mereka yang akan mendapatkan perasaan dan rasa sayang ku lagi .
Wanita yang tak bisa membedakan penyesalan dan rasa sakit yang membelenggunya adalah aku. Tak ku kenali kata cinta lagi, tak ku kenali perasaan sayang terhadap orang lain lagi. Tak ingin mendengar bahkan mencerna segala kalimat-kalimat mesra dan menggoda itu. Ku pikirkan segalanya dengan logika lagi agar aku tak dibodohi oleh setiap kata yang dapat dikeluarkan oleh kaum pemangsa seperti mereka. Kaum yang mulai kubenci dari saat aku sudah sangat tak bisa merasakan cinta lagi karena DIA .
Dia . mungkin sekarang sedang tertawa dan bercanda dengan kaum ku yang lain . yang mungkin akan termakan dengan setiap mantranya. Mantra yang telah menyihir diriku dulu .
Maafkan aku yang terlalu membencinya dan membuat kalian sebagai dirinya .
Mungkin sangat sulit melupakannya hingga dia bersama orang lain, aku tetap marah tak pernah merelakannya. Mungkin dengan mendekati kaumnya yang lain aku bisa melupakannya .
Mungkin sangat kejam untuk menyiksa diriku sendiri dengan harus terus tersenyum denga hati yang menangis. Mungkin dengan mendekati kaumnya yang lain aku bisa tersenyum lagi.
Mungkin sangat naif menjadi wanita yang selalu ingin terlihat sempurna dimatanya meski bukan siapa-siapa ku lagi. Mungkin dengan mendekati kaumnya yang lain aku bisa menjadi sempurna bukan untuk dirinya.
Melupakannya selalu membuatku tersiksa apalagi jika harus menjadi sempurna dimatanya.
Sekuat apapun aku melupakannya. Orang-orang itu akan tetap menjadi bayangan orang yang terus berjalan menjauh dariku . sekuat apapun aku mengejarnya. Orang-orang itu akan tetap berada didekat ku walau tak pernah kuperhatikan sedikitpun.
Bukan mau ku untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang baru itu tapi mata ku yang tak mampu untuk berpaling dari bayangannya.
MAAFKAN AKU MENJADI WANITA BODOH YANG TAK BERPENDIRIAN INI .