Tuesday, 11 March 2014

Sudahlah..

      Ada yang aneh dengan hari ini, aku menjalani semua dengan hati yang tertutup seperti tiada yang berharga sama sekali. aku berjalan tanpa harus melihat sekelilingku, berjalan bahkan tanpa harus menghiraukan semuanya. terasa tiada beban saat melangkah sendiri, terasa semua telah hilang hingga aku hanya bisa melihat kedepan tanpa harus menghiraukan suara-suara itu lagi.
     Aku melangkah hingga sampai ketempat untuk menghela nafas dalam-dalam. memasuki ruangan dimana aku akan berubah menjadi orang yang berbeda, berusaha mengerti dengan segala pertanyaan dan memenuhi semua kertas yang kosong itu walaupun aku sendiri tak mengerti apa yang aku tulis dan bagaimana caranya mereka masuk kedalam otak ku.
     Sudahlah.. 
   Kehidupan memang seperti ini, aku selalu berusaha berpura-pura dewasa dengan usia yang bisa saja merenggut nyawaku detik ini juga. aku bisa saja menangis saat melihat semuanya berubah. melihat dia yang terus saja berjalan didepan ruangan ku tanpa harus memalingkan wajahnya kehadapanku.
     Aku adalah gadis dengan cerita kehidupan yang menyakitkan. menjalani semua dengan harapan sia-sia. adakah yang mengerti semuanya, saat aku ingin sendiri dan menghentikan waktu untuk melihat semua ekspresi muka yang tak berharga. semua ekspresi pura-pura seakan hidup ini dijalani untuk membuat seseorang tersenyum.
    Ada yang bisa membuatku tersenyum, komohon.. hanya dengan senyum alami aku bisa hidup tapi kemana orang itu, dia berjalan seakan tak ada hal yang tersisa dalam diriku. seakan diriku telah hilang dalam setiap bait kehidupannya.   
    Sudahlah..
  Aku hanya seorang pengharap, tak ada gunanya mengeluarkan semua kata-kata yang tak berharga sedikitpun.
    Sudahlah..
    Dia hanya seorang yang menjadi berharga namun tak berhak mengetahuinya. seakan menjadi bahagia jika dia berjalan tanpa harus berbalik.
    Lari atau berjalan ?, sudahlah jangan buat pertanyaan untuk hidupku lagi. aku hanya perlu terus menghadap kepintu itu dan terus melihat dia. sudalah.. sudahlah.. hidupku adalah cerita untuk tetap menjadi pengharap yang bodoh. 





Sunday, 9 March 2014

Di Hatiku kau tidak akan pernah berubah

Meskipun aku berusaha meyakinkan diri ini, tetap saja semua tidak sama seperti dulu
Meskipun kau berusaha melupakanku seutuhnya
Meskipun kau menganggapku hanya seseorang yang baru saja berlalu


Setiap malam – malam ku
Tetap sama, seperti saat kau belum meninggalkanku
Hatiku berontak untuk menemukanmu kembali
Mengapa semua ini tidak cepat berlalu?
Sulit menjalani hidup ini tanpa kehadiranmu
Setiap malam – malam ku


Tetap sama, seperti saat kau belum meninggalkanku
Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini, meskipun hanya sekali saja
Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu
Meskipun kau tak disampingku lagi
Meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang
Dihatiku kau tidak akan pernah berubah
Hatiku berontak untuk menemukanmu kembali


Mengapa semua ini tidak cepat berlalu?
Sulit menerima kenyataan kau bukan miliku lagi
Setiap malam – malam ku
Tetap sama, seperti saat kau belum meninggalkanku
Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini, meskipun hanya sekali saja
Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu
Meskipun kau tak disampingku lagi
Meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang


Dihatiku kau tidak akan pernah berubah
Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku
Hatiku masih terperangkap jauh didalam dirimu
Tolong dengarkanlah jeritan hatiku ini, meskipun hanya sekali saja
(Untukku yang tidak bisa memiliki mu lagi)


Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu
Meskipun kau tak disampingku lagi
Meskipun aku tak mampu melihatmu sekarang
Hati ku akan selalu…
Karena aku Mencintaimu dan sangat merindukanmu
Bagiku, kau akan tetap sama..
  


Diam

Semua berubah seiring aku mengenalmu !!


Kita menjalin semua ini dengan keadaan diam-diam, aku bersamamu meski tak ada seorangpun yang mengetahuinya. aku senang mengenalmu, bercerita dengan mu, memandang semua ilusi agar cerita kita terus berjalan. namun, jika aku melihat mata yang selalu menghakimi kita serasa cerita ingin kututup detik itu juga. jika bukan tanganmu yang menahanku maka tiada lagi yang dapat aku lakukan.


"sudahlah, hanya kita yang tau kan ?"

kau berbicara seakan tak ada yang menghalangimu, seakan semua akan berjalan sesuai kehendakmu. aku senang melihatmu seperti itu namun yang aku takutkan kau akan dengan mudahnya melupakan semua perkataanmu.

"kau bisa bertahan ?"

aku berikan pertanyaan agar mempertegas semua hubungan ini, namun kau tetap saja memegang tanganku. memalingkan wajah ku ke hadapanmu memperlihatkan matamu yang berkata dari dalam jika kau bisa bersamaku.

Sekarang, aku mengerti semuanya. aku menerima bukan karena kau memaksaku namun hati memang sedang memilihmu. melihatmu dengan hati yang terbuka adalah aku yang sedang menyukaimu. berharap aku bukan wanita pengganti dirinya yang dulu kau cari. memalingkan wajahmu kehadapanku bahwa hanya aku yang bisa kau lihat.

Sudahlah, aku berubah bahkan rela menunggu untuk dirimu. aku berjalan seorang diri hanya untuk memberikan mu air dan menghapus keringatmu. menjadi wanita bodoh yang menunggu selama berjam-jam hanya untuk dirimu. ini bukan aku, aku yang dulu tak seperti ini. semua ini karena kamu.

Cerita diam-diam kulakukan untukmu, menceritakan kamu yang tak seorangpun mengetahuinya. seorang yang dulunya biasa ternyata menjadi berharga :)

Monday, 3 March 2014

Lelaki dengan topi kebesaran

Salam kenal untukmu, meski aku terus berjalan namun teligaku tetap saja ingin mendengarkan suaramu. mendengarkan kau mengeja namamu didepanku dan menceritakan semua tentang dirimu. kau adalah lelaki dengan topi kebesaranmu, tersenyum dengan wajah yang dingin memperlihatkan dirimu yang lebih menyukai kesendirian dari pada keramaian yang aku buat dengan lainnya.
       Kau bisa bicara kan ?, kau bisa menyebut nama ku kan ?. tapi mengapa sangat sulit untuk sekedar bercengkrama dengan diriku. Bahkan salat yang kita lakukan berjamaah tak ada gunanya untuk mendekatkan diriku dengan orang sepertimu. aku sadar bahwa aku bukanlah wanita yang idamkan namun aku selalu berusaha untuk berubah menjadi wanita yang bisa kau bawa didepan orang tuamu nantinya.
"Aku tak ingin bersama siapapun"
     Ku garis bawahi perkataanmu itu, bahwa kau hanya mencari wanita untuk akhirat bukan untuk kesenangan. ku kagumi dirimu yang lebih dewasa dalam memilih hidup yang tak tentu jalannya ini. saat kau berkata bahwa semuanya sudah diatur oleh-Nya serasa ada yang mengetuk dinding perasaan tentang arti seorang lelaki adalah imam untuk hidupku.
           Saat keadaan lebih senang untuk memerhatikanmu, kau mengucapkan sebuah kata untuk menyuruhku pergi dari kehidupan sucimu. kau mengatakan tak peduli sama sekali terhadapku bahkan tak ada waktu sedikitpun untukku. aku mengerti bahwa aku tak berharga namun aku selalu berusaha berubah untuk menjadi wanita untuk lelaki seperti dirimu.
           Lelaki dengan topi kebesaran seperti dirimu membuatku tak bisa seperti dulu lagi, lelaki dengan topi kebesaran seperti dirimu membuat aku yang tak berarti bisa merasakan indahnya sujud di atas  sajadah itu. meski kau tetap teguh dengan prinsip, ku biarkan kau hidup dengan semua harapanmu dan terus berdoa agar kau mengerti bahwa aku berusaha berubah untukmu seorang imam yang ku impikan .

untuk calon imam yang ku impikan

Selamat tanggal 01

Selamat datang ...
kuberikan tangan ini untukmu, kutadahkan semuanya dalam kalimat sayang ini.

Masih segar ingatanku saat pertama kali kau mengucapkan Happy birthday di akun sosialku. saat itu mungkin semuanya bisa ku anggap biasa karena aku lebih dahulu menyukai orang lain dan itu bukan dirimu.
"Kau punya pacar ?"
kamu bertanya seakan kamu ingin denganku namun ku jawab semua itu santai dan berkata aku tak memiliki seorangpun hanya saja menyukai orang yang tak menyukaiku.
kamu bertanya kembali kenapa seorang seperti diriku harus menyukai orang yang tak menyukaiku. aku hanya menjawab bahwa aku hanya bisa menunggu dia berbalik dan mendengarkan perasaanku.
"Jika begitu dengarkan perasaanku.."
kamu mulai menggunakan setiap kata yang kukeluarkan untuk menyakinkan aku juga adalah kamu namun, sayangnya aku hanya mengganggapmu seorang teman.

Lama aku mengenalmu ternyata kamu tak seburuk yang ku kira, kamu tak seburuk yang dikatakan semua temanku. Kamu hanya seorang lelaki yang senang membuatku tertawa, menceritakan tentang semua film yang disenanginya dan mendengarkan lagu untuk ku.
"Kita bisa bertemu ?"
Kamu mulai mengajakku bertemu. awalnya aku tak peduli dengan semua ajakanmu namun lama kelaman aku mulai kasihan denganmu dan akhirnya kusempatkan diriku bertemu denganmu.
Saat pertemuan pertama kami, aku sempat tak mengenalimu bahkan aku terlalu sibuk dengan kegiatan KIR yang diadakan disekolahku saat itu namun kamu masih tetap menungguku. maaf untuk kejadian itu :) !!

"Maaf"
hanya kata itu yang bisa ku katakan padamu namun kamu tetap saja tersenyum. 
kumohon.. jangan senyum lagi, itu bisa membuat melupakan janji jika aku tak ingin berhubungan dengan lelaki siapapun.
Namun semua berjalan tak sesuai harapanku lagi, setelah pertemuan itu aku mulai sering bertemu denganmu dan aku mulai merasa nyaman denganmu.
Kamu bisa mengatakan aku adalah adikmu didepan semua orang yang tak mengenali kita bahkan ada seorang yang mengatakan jika muka kita berdua hampir sama. aku senang ada yang mengatakan itu meski saat itu tak kuberikan sedikitpun raut wajah jika aku senang dengan perkataan orang itu.

Semua mulai berjalan dan aku mulai terbiasa dengan sikapmu. saat itu aku mulai melupakan semua janji ku bahkan yang kupikirkan aku tak bisa bersama janji ini terus, aku mulai menyukaimu dan tak bisa kubohongi semua itu. 

Kamu mulai mengatakan lagi jika kamu menyukai ku meski dengan cara aneh aku bisa mengiyakan semuanya.
Sekarang kita berdua bersama meski tak seorangpun mengetahuinya. aku senang menjalani semua ini meski hanya kita berdua yang tau semuanya. aku senang hanya kita berdua yang mengetahui rasa sayang ini walaupun akhirnya belum tentu bahagia, namun yang ku inginkan biarkan semua berjalan indah untuk saat ini meski dengan cara diam-diam.