Sedari tadi
aku hanya memandang bangunan tua itu, bangunan tua yang dulunya cafe yang terkenal dikota itu. Aku masih
ingat semuanya, berjalan dan berhenti untuk sekedar menenguk coffee ditempat itu.
Aku hanya seorang gadis biasa, berjalan
ditaman dan membaca dongeng kecil yang tak pernah ku lepaskan. Aku hanya
seorang gadis dengan senyum kecil dibibirku. Hingga sekumpulan orang menjadi
perhatian tersendiri untuk diriku. Mereka bermain bersama, memutar roda dan
tertawa bersama.
“Tertawa
adalah kasih sayang ?”
Aku terus saja
berjalan, melewati kumpulan orang dan secercah cahaya dalam mata yang mulai
kuperhatikan. Kaki terus saja melangkah ke sebuah rumah makan disamping cafe tua itu. sekarang, rumah makan ini
adalah persinggahan kedua ku. Ditempat ini aku dapat melihat semua orang yang
mencurahkan rasa sayangnya disekitar taman. Memerhatikan seseorang dalam
kumpulan roda itu.
2 Bulan yang
lalu ....
Semuanya masih
segar di ingatanku, aku berlari dan terjatuh dikakinya. Dia menangkapku lalu
merangkulku dalam pelukannya. Dia berkata untuk tak takut dengan semua jalan
hitam itu. dia berkata seakan akan menjagaku selamanya. Dengan lagu yang mulai
berirama dalam ragaku, aku merasakan semuanya. Merasakan bahwa dialah tawa yang
sudah hilang sejak 3 tahun lalu. Perjalanan yang membuatku sendiri,
menghilangkan tawa dan kasih sayang dalam duniaku.
“Naiklah !!!”
Dia tersenyum
padaku, tanda menyuruhku menaiki sepeda yang menurutku lebih dia sayang dari
siapapun.
“Bolehkah ?”
Dengan tangan
yang mulai gemetaran, aku beranikan diriku melewati batasku. Bersamanya
ternyata tak seburuk yang kupikirkan. Dia tak seburuk manusia bumi lainnya, dia
tak sekejam kisah ku yang mematikan dan racun yang mulai membuatku tidur.
Kami bersama,hingga
setiap aku kecafe dia selalu
menemaniku. Berjalan ditanam, membaca dongeng kecil bersamanya dan memperhatikan
bentuk-bentuk dari awan itu. Aku senang melihatnya, menceritakan dalam hati
tentang dirinya dan mengkhayalkan hidupku bersamanya. Namun, kenyataan pahit
bersamaku. Cintaku adalah kasih sayang yang tak bisa ku ungkapkan. Dia terkubur
dan menjadi kubangan harapan semu yang tak berperasaan.
“Maafkan aku”
Aku harus
meninggalkannya, dengan tiupan angin yang membawa daun-daun kering itu, sejak
kutemukan dia bersama wanita lain dicafe
itu. Aku mengerti jika aku hanya persinggahan sesaat untuk roda kehidupannya
yang tentu kapan dia akan berhenti. Dia terlihat bahagia dengan tawa itu.
Sekarang..
Aku hanya bisa
melihat dia dari rumah makan ini, berkata dalam teriakan hati yang tak sampai.
Jika aku sayang namun tak bisa ku sampaikan. Cinta ku seperti buku dongeng yang
terus ku bawa, mungkin ini sugesti dari buku pemberian orang tuaku yang telah
tiada 3 tahun lalu. Buku ini bercerita bahwa Cinta bukan sesuatu yang tampak,
dia hanya tak terlihat dan untuk mengungkapkannya hanya perlu sedikit rasa
bangga memiliki cinta. Namun aku tak memiliki perasaan bangga memiliki cinta,
semua itu telah hilang bersama rasa sayang kedua orang tuaku. Mungkin aku memang
hanya bisa menjadi gadis yang berjalan, berhenti dan membaca buku. Hingga aku
menjadi simbol cinta yang tak terlihat.

Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
ReplyDeleteSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
Link Alternatif :
www.arenakartu.cc
100% Memuaskan ^-^