Tuesday, 21 January 2014

Bintang

Aku mengenalnya sejak aku menghirup wanginya bunga mawar ditaman itu, aku melirik semuanya namun mataku hanya tertuju pada sosok lelaki kecil yang tengah menggenggam robot kecil ditangan kanannya. Dia tersenyum manis kepadaku, menandakan ingin berbicara mengetahui siapa aku. Mata indah dan rambut coklat itu penanda dia yang menjadi sahabat kecil ku hingga saat ini.
apakah ini akan menjadi kenyataan ?
Bersama dalam setiap langkah, berbicara dengan tujuan yang sama namun kenyakinan yang menghalangi aku dan kamu menjadi pembatas jelas kita berdua tak akan pernah bisa bersama. Masih ingatkah kamu bunga yang kau beri ditepi jalan itu, bunga mawar yang melukai tanganku dan memaksa kita untuk memilih kedua orang tua dari pada rasa sayang yang terus meluap untuk ku utarakan.
Aku adalah wanita yang tak bisa mengerti jalan cerita kehidupan ini, tak bisa memahami perasaanku sendiri dan menjauh untuk mencoba munafik dalam setiap hal yang ku takutkan akan menyakitiku. Namun, dia dalah sosok lelaki yang selalu memacu ku agar tak takut menghadap kedepan dan menatap semua mata manusia yang kadang menghina dan membuat ku jatuh dengan mental yang tak berpendirian ini. Kau adalah sosok yang kuat untuk diriku yang lemah dan kau juga adalah sosok yang berbeda untuk keyakinan yang ku pegang teguh dalam setiap sujud ku.
Bintang
Itu nama lelaki yang kukenal sejak aku pindah dari desa kekota yang penuh dengan hal-hal gila ini. Sebenarnya aku tak pernah ingin memanggilnya Bintang karena bintang-bintang yang kusukai selalu jauh dari tanganku dan Bintang yang satu ini walaupun dekat namun selalu terasa jauh.
Aku dan dia adalah sahabat sejak kami duduk di bangku SD, aku dan dia adalah sahabat yang selalu ditertawakan oleh teman-teman kami karena keyakinan dan orang tua kami yang tak bisa satu kata. Orang tua ku dan dia tak pernah memiliki tujuan yang sama, orang tuaku dan dia selalu saja membandingkan hal-hal yang mereka miliki. Seperti kedua ayah kami yang bekerja dalam satu kantor yang sama namun tak pernah bertatap mata sekalipun, aku sendiri tak mengetahui apa yang terjadi namun yang jelas terlihat ayahku terlalu menjunjung tinggi keyakinannya dan tak pernah ingin bergaul dengan keyakinan lain. Semua hal yang nampak itu yang kutakutkan untuk tetap bersamanya namun hati kecil ku pada saat itu selalu saja bersembunyi dan ingin terus melihat wajahnya. Akhirnya kami pun tetap bersama dalam satu nafas meski kedua orang tua kami tak pernah mengetahui semua itu.
Kamu harus menjadi perempuan yang baik untuk lelaki dan orang tua yang kamu sayangi
Bintang, apa kamu ingat kata-kata itu. Kata saat kita harus berpisah karena aku akan melanjutkan pendidikan SMP ku kekota lain.
Bintang, apa kamu ingat wajah ku saat harus melepaskan tanganmu dan semua memori indah dan tersembunyi kita berdua.
Bintang, apa hanya itu yang dapat kau ucapkan saat itu.
Saat semua perbincangan selesai, kau memberikan sebuah kotak berwarna merah dan kau katakan untuk ku buka dikota baruku nantinya. Dan kotak itu adalah satu alasan mengapa aku tak bisa melupakanmu hingga saat ini.
Satu.. Dua.. Tigaa..
Aku terus menghintung jarak dan waktu kita berdua. Selama 3 tahun aku tak pernah melihat mata dan rambut kecoklatan itu. Selama itu juga aku mulai tumbuh menjadi wanita yang terus saja menunggu laki-laki yag kukenal sebagai sahabat kecil dengan sebuah keyakinan yang berbeda. Selama itu aku mencoba untuk membujuk kedua orang tuaku untuk menyekolahkan ku kesekolah yang sama denganmu walaupun sebenarnya dia tak mengenali siapa kamu lagi.
“ Bintang kamu tak berubah kan ? “
Maaf aku mencoba bertanya seperti itu karena waktu bisa saja mengubahmu dan karena waktu kamu bisa saja melupakan ku.
“ Aku tak berubah sedikitpun dan tak melupakanmu sama sekali “
Dia tak berubah dalam kata namun dengan mata yang berbicara aku jelas melihat dia tak pernah berbohong walaupun wajah dan postur tubuh yang kulihat didepanku sekarang ini nyatanya telah berubah menjadi lelaki dewasa dengan nama Bintang sahabatku.
“ Kita akan bersama lagi “
Ucapku dengan senyum saat memasuki sekolah kami berdua . sebuah bording school yang membuat kami bisa mengetahui semua hal dengan lebih jelas dalam waktu yang lebih  panjang.
Setiap saat mengenang masa lalu, setiap saat berjalan bersama dan setiap saat selalu memandang wajahnya namun dengan status jelas dia adalah sahabatku. Melihatnya tumbuh sedikit demi sedikit membuatku menyukainya. Mungkin kata orang memang benar, Friendship become LOVE bisa saja terjadi dan itu yang kualami namun bagaimana dengan keyakinan yang selalu menjadi penghalang jelas antara aku dan dia. Apakah harus ku lewati atau hanya melihatnya saja dari wilayahku dan tak pernah berharap untuk melewati batas itu.
Semua yang kurasa bisa kusembunyikan namun tidak dengan dia. Semakin hari dia semakin berbeda. dia terus menjauh seakan ingin mengetahui bagaimana aku tanpa dirinya. Dia berjalan bahkan berlari untuk menjauhi ku namun bagaimana aku yang sekarang tak mungkin ku jelaskan semua padanya karena Bintang adalah sosok yang jauh dan sulit kugapai. Saat aku juga berlari, dia berbalik dan menggenggam tanganku lalu mendekapku dalam hangatnya tubuh yang tinggi itu. Aku meronta ingin melepaskan dia dan semua perasaannya namun bagaimana jika aku tak bisa mendapatkannya lagi. Kudiamkan saja dia dan membuatnya berbicara jujur dengan perasaan yang juga mungkin telah lama dia pendam.
“ Lupakan keyakinan dan tetaplah bersama ku “
Apa maksudnya !!, kamu berbeda dalam setiap sujud dan doa namun dengan cinta yang sama aku menghapusnya. Aku menggenggam tangannya dan berjalan bersama dalam tujuan yang sama walau dengan cara berdoa yang berbeda.
Hari demi hari kami lalui bersama dalam jenjang SMA di sekolah yang sama. Bersembunyi dan terus tertawa bersama adalah hal biasa untuk hidup kita disekolah ini. Sebuah tempat yang menjadi saksi bahwa keyakinan tak akan pernah bisa menghalangi segalanya. Hingga ujian kelulusan mencoba untuk membuat kita berpisah lagi. Aku terus belajar dan mencoba mengerjarnya walaupun pada akhirnya selalu aku serahkan kepada yang mengurusnya.
Kubiarkan semuanya berjalan sekarang, walaupun pada akhirnya nanti kita akan berpisah namun aku selalu yakin kita akan dipertemukan lagi. Seperti semua cerita kecil kita hingga saat ini. Semua perbedaan yang terus menyatukan kita dan persamaan yang mempererat kita. Karena kamu adalah Bintang sahabatku yang kini menjadi penyemangat hidupku yang baru.

Bintang, kau tak jauh lagi. Tetap disini dan pegang tanganku untuk terus berjalan bersama . 

3 comments:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    www.arenakartu.cc
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete