Friday, 30 August 2013

Yang terlupakan

Disaat aku hanya ingin marah. Tak tau kepada siapa dan tau karena apa, kenapa perasaan ini muncul tiba-tiba rasa untuk menangis terhadap semua hal didepanku menjadi alasanku mengapa aku menulis dan menyendiri di atas pembaringan ku sendiri. Merasakan perasaan yang tak tau semua orang dapat menjelaskannya. Mengapa dan kenapa semua ini harus terjadi kepada diri ku yang ingin menjadi biasa saja terhadap hal-hal disekitar ku .

Peristiwa satu demi satu berjalan disekitar ku, aku tak mampu merasakan semuanya, aku tak mampu mengerti semuanyaa. Semua bergulir tanpa perasaan disekitar ku .
Menyalahkan diriku yang dulu juga tak dapat menjadi alasan yang jelas karena sesungguhnya hanya aku yang memilih semua itu.

Sekarang baru bisa aku sadari jika setiap hal yang ku putuskan tak berarti akan baik untuk hidup ku sendiri mungkin malah akan menjadi mimpi buruk yang menimpa ku seperti untuk keadaan ku saat ini .
Dan yang membuatku tak pernah ingin menghadapi semua ini adalah tanpa kehadiratmu kawan, kemana kalian ??. aku mengerti semua berjalan disaat masa muda tapi bisakah tak seperti saat ini, tak ada lagi satu nama untuk kita semua.

Kawan. Aku tak bisa merasakan suatu hal lagi, satu hal yang dapat mengembangkan senyum dibibirku .



No comments:

Post a Comment