Saat ku buka mata ku, kulihat
segala isi ruang ditempat ku saat ini. Semua mulai terasa asing dan hampir
semua tak ada yang aku kenali lagi. Dimana aku sekarang ini ?, tempat yang
indah namun terasa mengerikan diujung mata dan perasaanku .
Semakin
kuperhatikan dengan saksama, aku semakin merasa asing dengan semuanya. Semakin
aku berusaha untuk mengingat semua yang telah terjadi, terasa semua akan hilang
dalam otak ku. Aku iri dengan mereka yang dapat senyum dengan baik dan biasa
saja namun beda dengan diriku yang ingin senyum namun tak tau untuk apa dan
kepada siapa aku ingin melemparkan senyum dari bibir ku ini.
Lama
aku menyusuri sekelilingku, aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenali
namun tak dapat ku jelaskan siapa dia. Dia bicara melalui matanya seperti tak
dapat berbohong jika ia sedih melihat kenyataan bahwa aku tak dapat mengenali
siapa-siapa lagi. Dia berjalan mendekat semakin dekat hingga tangannya
menyentuh bahuku, berusaha untuk menyadarkanku atas kebingungan yang aku alami.
Semakin dia berbicara semakin setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat ku
pusing. Dia berkata hingga air mata keluar dipelupuk matanya. Aku ingin tau apa
yang dia sedihkan saat berbicara dengan ku.
“kau
harus hidup seperti dulu”
Kenapa ?, ada apa?.
Kenapa dengan hidupku yang dulu, kenapa dengan hidupku saat ini. Aku tetap akan
menjadi diriku kan?. Kumohon jangan berbicara jika engkau tak pernah ingin
mengatakan sebenarnya. Apa yang terjadi ?, siapa kamu ?, dan siapa aku ?.
Siapa
aku ? . apa yang terjadi, kenapa ku tak
dapat mengenali diriku sendiri, kenapa semua harus terasa asing seperti ini. Teriakan
jiwa ku mungkin tak dapat mereka dengar, catatan kecil penyesalanku juga tak
dapat mereka lihat namun tak tau mengapa seperti dapat mereka rasakan. Mereka mengatakan
semua hal untuk membuat ku bangkit namun yang kubutuhkan hanyalah DIA.
Dia adalah dirinya yang telah ku
buat kecewa karena sikap yang tak pernah bisa ku ubah. Seharusnya dari awal aku
bisa setuju dengan segala hal baik yang telah ia rencanakan dari awal. Namun aku
tetap teguh terhadap pendirianku yang bodoh. Pendirian yang membuatku menjadi
tak berguna lagi untuk hidupku selanjutnya.
“bukan ini yang aku inginkan
hadapkan aku kepadanya, banyak yang harus aku katakan kepadanya, banyak hal
terbuang yang harus aku satukan lagi. Kembalikan dia disampingku”
Teriakan ku mengisi seluruh ruang
ditempatku saat ini. Tangisku mulai pecah saat ku mengingat dirinya. Dirinya dengan
mata pembawa kehangatan bagiku dan suara penyejuk jiwa ku yang terbawa olehnya.
Semakin ku meronta semakin mereka
melarang ku untuk pergi menemuinya hingga pada saat mereka sudah tak kuat
melihatku berubah menjadi orang lain dengan terpaksa mereka semua melepasku
untuk menggapai kembali tangannya yang kucari. Namun semakin ku cari semakin
aku tak dapat menemukannya lagi. Dimana ??, dimana kamu ???
Ku mulai tertarik membuka pintu
yang terpenuhi suara orang-orang yang membaca ayat-ayat suci al-quran. Kubuka pintu itu dan
ku lihat semua orang itu mengelilingi seseorang yang telah tertutupi kain. Pertanyaan
mulai bergulir siapa orang itu ?, ku mulai berjalan mendekati orang itu tanpa
ada seorang pun yang menghalangiku dan sekarang aku tepat berdiri disamping
orang itu lalu kutekukkan kaki lalu membuka kain yang menghalangi ku melihat
wajahnya.
“ ini semua salah. Ini bukan dia.
Ini orang lain. Bangun .... “
Kenyataan berbicara lagi untuk
kedua kalinya. Mengapa kenyataan yang ku hadapi harus sepahit ini. Kenyataan yang
tak pernah ku impikan namun harus aku terima. Terlalu sesak jika melihat
segalanya, segala tentang dirinya yang tak lama lagi akan menjadi pendamping
hidupku.
Pernikahan
yang akan dilaksanakan tiga hari lagi harus berakhir, semua rencana hidup
bersama yang telah kami atur harus ku hapus sendiri. Semua berakhir ketika aku
tak ingin untuk menemuinya dan menyalahkannya untuk rencana yang tak pernah
kami rencanakan bersama walaupun aku tak pernah mempertanyakan untuk apa itu.
aku selalu menjadi wanita egois untuk dirinya. Kecelakaan yang merengutnya
semua karena diriku. Mengapa kau datang menemui ku saat itu, mengapa aku harus
menyalahkan dirimu . mengapa harus kamu yang pergi ??
Melepaskan
mu mungkin tak akan semudah yang terbayang diotak ku. Kau adalah persinggahan
sesaat untuk hidupku. Persinggahan yang dipenuhi memori yang indah. Maaf jika
dulu ku tak bisa menjadi wanita indah untuk mu namun yang aku tau kau tetap
sabar menghadapi diriku hingga memutuskan untuk bersama ku namun harus
terhalangi oleh takdir. Satu kecupan untuk nisanmu untuk persinggahan awal
dikehidupanmu selanjutnya. Kau persinggahan sesaat ku ketahuilah kau membuatku
menjadi wanita yang berbeda karena tak ingin kehilangan orang seperti mu untuk
kedua kalinya.
JOIN NOW !!!
ReplyDeleteDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.cc