Mungkin sekarang semuanya telah berjalan ke arahnya
sendiri-sendiri, semuanya telah memiliki arusnya sendiri. Menerjang semua
dengan kekuatan yang mereka yang miliki sendiri juga, begitu juga aku melihat
semua berubah dari cara dia berjalan hingga cara dia tersenyum hingga lebih
sering untuk membantu ku.
Dari awal aku sudah mengetahui wanita yang dia sukai tapi
aku selalu ingin berada disampingnya hingga aku berharap hnya pada ku dia bisa
tersenyum, mungkin menjadi wanita egois harus kutangisi disetiap tidur malam ku
yang dingin. Hal yang bergejolak ini selalu saja memenuhi otak ku hingga mata
terbuka terasa bayang-bayang dirinya berjalan didepan mata ku.
Dia datang lagi untuk membantu dalam setiap hembusan nafas
yang dia keluarkan serasa itu semua berharga untuk langkahnya kearah ku. Namun menyedihkan
jika matanya tak pernah tertuju kemata ku. Dia berbicara namun hati mengarah
kepada wajah yang lain, dia tertawa namun melihat tingkah wanita yang dia
perhatikan. Ingin merintih, menghempaskan badan kedalam tempat yang gelap itu
namun aku tak berani meninggalkan bayangan yang tertuju untuk wanita lain. Mungkin,
inilah nasib seorang perindu seperti diriku.
Merindukan dia yang mencintai orang lain, menunggu dia yang
juga menunggu orang lain dan menjaga senyum yang tak pernah tertancap erat
dilubuk hatinya.
Aku, seharusnya tak pernah merasakan perasaan menyukainya. Aku,
seharusnya hanya menganggap dia pelipur lara yang hilang. Aku, seharusnya hanya
boleh melihatnya saja. Yah, hanya itu daya untuk bisa selalu berada dalam
lingkaran hidupnya karena sesungguhnya aku tau jika ku utarakan semuanya akan
berubah menjadi benteng penghalang aku dan dia.
Perindu, perindu, perindu.. maafkan aku untuk merindukan orang
seperti mu, maafkan aku selalu menutup teliga untuk ceritamu, maafkan aku yang
terlanjur menyukaimu dan menjadikan setiap kata itu menjadi hal yang tak
berarti diotak ku namun berarti dihatimu untuk wanita itu.
CUKUP.. aku sudah bisa melupakanmu dari mulut namun tidak
dihati ini, pembohong yang indah untuk wajah yang terus ceria didepannya dan
semua mata yang meilhatku. Mengapa harus ada rintihan, tangis, luka, sakit, dan
segala hal yang dapat mengubur diriku sendiri sedangkan yang ku lihat dengan
mata merah ini masih banyak orang yang bisa tersenyum dan tertawa, mengapa
harus terjadi dengan wanita perindu seperti diriku, wanita yang lebih senang
untuk menunggu dari pada mengutarakan segalanya padamu.
Untuk dirimu yang selalu
menjadi angan dan mimpi-mimpi
dalam setiap doa dan tidurku

berasa ngena gitu haha :p
ReplyDeleteJOIN NOW !!!
ReplyDeleteDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.cc