Friday, 14 February 2014

CINTA YANG TAK TERLIHAT


Sedari tadi aku hanya memandang bangunan tua itu, bangunan tua yang dulunya cafe yang terkenal dikota itu. Aku masih ingat semuanya, berjalan dan berhenti untuk sekedar menenguk coffee ditempat itu.

“Mengapa semua harus hancur ?”
 Aku hanya seorang gadis biasa, berjalan ditaman dan membaca dongeng kecil yang tak pernah ku lepaskan. Aku hanya seorang gadis dengan senyum kecil dibibirku. Hingga sekumpulan orang menjadi perhatian tersendiri untuk diriku. Mereka bermain bersama, memutar roda dan tertawa bersama.
“Tertawa adalah kasih sayang ?”
Aku terus saja berjalan, melewati kumpulan orang dan secercah cahaya dalam mata yang mulai kuperhatikan. Kaki terus saja melangkah ke sebuah rumah makan disamping cafe tua itu. sekarang, rumah makan ini adalah persinggahan kedua ku. Ditempat ini aku dapat melihat semua orang yang mencurahkan rasa sayangnya disekitar taman. Memerhatikan seseorang dalam kumpulan roda itu.
2 Bulan yang lalu ....
Semuanya masih segar di ingatanku, aku berlari dan terjatuh dikakinya. Dia menangkapku lalu merangkulku dalam pelukannya. Dia berkata untuk tak takut dengan semua jalan hitam itu. dia berkata seakan akan menjagaku selamanya. Dengan lagu yang mulai berirama dalam ragaku, aku merasakan semuanya. Merasakan bahwa dialah tawa yang sudah hilang sejak 3 tahun lalu. Perjalanan yang membuatku sendiri, menghilangkan tawa dan kasih sayang dalam duniaku.
“Naiklah !!!”
Dia tersenyum padaku, tanda menyuruhku menaiki sepeda yang menurutku lebih dia sayang dari siapapun.
“Bolehkah ?”
Dengan tangan yang mulai gemetaran, aku beranikan diriku melewati batasku. Bersamanya ternyata tak seburuk yang kupikirkan. Dia tak seburuk manusia bumi lainnya, dia tak sekejam kisah ku yang mematikan dan racun yang mulai membuatku tidur.
Kami bersama,hingga setiap aku kecafe dia selalu menemaniku. Berjalan ditanam, membaca dongeng kecil bersamanya dan memperhatikan bentuk-bentuk dari awan itu. Aku senang melihatnya, menceritakan dalam hati tentang dirinya dan mengkhayalkan hidupku bersamanya. Namun, kenyataan pahit bersamaku. Cintaku adalah kasih sayang yang tak bisa ku ungkapkan. Dia terkubur dan menjadi kubangan harapan semu yang tak berperasaan.
“Maafkan aku”
Aku harus meninggalkannya, dengan tiupan angin yang membawa daun-daun kering itu, sejak kutemukan dia bersama wanita lain dicafe itu. Aku mengerti jika aku hanya persinggahan sesaat untuk roda kehidupannya yang tentu kapan dia akan berhenti. Dia terlihat bahagia dengan tawa itu.
Sekarang..
Aku hanya bisa melihat dia dari rumah makan ini, berkata dalam teriakan hati yang tak sampai. Jika aku sayang namun tak bisa ku sampaikan. Cinta ku seperti buku dongeng yang terus ku bawa, mungkin ini sugesti dari buku pemberian orang tuaku yang telah tiada 3 tahun lalu. Buku ini bercerita bahwa Cinta bukan sesuatu yang tampak, dia hanya tak terlihat dan untuk mengungkapkannya hanya perlu sedikit rasa bangga memiliki cinta. Namun aku tak memiliki perasaan bangga memiliki cinta, semua itu telah hilang bersama rasa sayang kedua orang tuaku. Mungkin aku memang hanya bisa menjadi gadis yang berjalan, berhenti dan membaca buku. Hingga aku menjadi simbol cinta yang tak terlihat.




1 comment:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    www.arenakartu.cc
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete