Sunday, 5 January 2014

Hanya sebuah tulisan

Apa dia pernah sadar, bahwa setiap kata dalam tulisan ku adalah dia
Apa dia pernah sadar, dia adalah inspirasi tulisanku
Apa dia pernah sadar, celotehku tentang cinta adalah dia



Perasaan ini mungkin sangat menyakitkan tapi aku tak pernah bisa melepaskannya. Data yang terkubur tetap tak bisa ku hapus. Semua kenangannya selalu menghantui tidurku, kapan waktu itu berlalu hingga setahun sakit ini masih terus memelukku. Aku sudah tak bisa membedakan rasa sayang dan sakit ku untuknya. Hingga hanya untuk foto itu aku bisa tersenyum dan semua imajinasi jika dia masih milikku.
Cukup wanita bodoh, dia tak akan berbalik lagi kesini.
                Wanita bodoh adalah aku yang terus berharap dia kembali. Diam-diam aku selalu melihatnya, diam-diam aku membuka semua akun sosialnya. Menyimpan semua fotonya yang ku ambil diam-diam melalui kameraku. Meski wajahnya tak melihat lensa ku namun aku sudah bahagia bisa melihat wajahnya setiap malam. Mungkin aku sudah gila, wanita yang lebih sering tersenyum cuma karena sebuah foto yang nyatanya saja tak pernah berbalik ke arah ku.
                Kenapa harus dia ?, aku tak bisa menyukai orang lain selain dia. Kenapa semua harus terjadi padaku. Beri aku alasan mengapa aku tak bisa melupakanmu, mengapa hanya aku yang merasa sakit saat melihatmu berjalan. Mengapa aku merasa sangat pedih saat tau kau bahagia. Apa Cuma aku yang menyukai dua tujuh kita. Apa hanya aku yang mencintai semua. Mungkin karma telah berada disampingku. Mungkin karma telah membuat ku seperti ini.
                Dosa apa diriku sehingga cinta ku tak pernah sesuai keinginan ku. Mengapa aku tak bisa mencintai orang lain dan terus mencintai orang yang tak pernah mencintai ku. Aku tau dia bahkan telah muak dengan diriku, meski aku sangat merasa kotor tapi aku tak bisa melupakannya.
                Cukup dengan semua karma ini. Jika memang aku tak bisa memilikinya buat aku mati rasa dengan cinta. Aku tak ingin menyakiti orang lain yang mencintaiku namun tak pernah bisa kusayangi. Aku frustasi dengan perasaan ku sendiri. Aku merasa sangat berdosa melakukan semua ini. Jika hanya aku yang dapat merasakan semua ini buat aku hambar dengan semuanya agar tiada tangis yang pecah disetiap malam aku mengingatnya.
                Saat merasa semua telah berlalu hingga satu tahun kepedihan terus saja menghantui ku, aku tetap saja menjadi wanita bodoh. Aku terus saja menganggap diriku bisa melupakan namun kadang semua yang ku utarakan belum bisa dilakukan otak ku. Apa mungkin semua berjalan tidak sesuai keinginanku bahkan tubuh ku sendiri tak bisa ku kendalikan, aku terus saja melihatnya bahkan tak bisa memalingkan wajah ke arah lain. Aku terus berkata bisa, namun logika dalam diriku terus saja memutar balikkan semuanya. Serasa ada magnet jiwaku yang tetap tertanam dalam raganya. Kapan semua ini berakhir ?, dengan mengatakan selamat tinggal mungkin semua orang akan dengan gampangnya berbalik namun mengapa dengan diriku sangat sulit. Jelas-jelas dia telah berteriak didepan wajahku untuk pergi meninggalkan namun mengapa aku tetap sulit melakukannya. Jelas-jelas aku sudah melihatnya dengan wanita lain tapi mengapa aku tetap saja tak bisa mengerti tempatku yang sesungguhnya.
                Sungguh bodoh wanita seperti diriku, selalu mengharapkan cinta dari orang yang tak bisa lagi melihat ku. Mungkin kesalahanku di masa lalu telah mengurung diriku yang tak percaya dunia luar lagi. Mungkin sekarang hanya ini yang dapat aku lakukan terus saja menulis dan menceritakan perasaan perihku tetang cinta. Tak ada kata yang manis untuk tulisanku. Tak ada makna yang tepat untuk menggambarkan semuanya, hanya saja jika aku mengingatnya serasa jari-jari menangis menekan tombol di keyboardku, serasa semua perasaan menemparku dengan tegas dan berkata kenapa hanya ada dia dalam setiap tulisanku.

                Meski ku tulis berapa banyak pun perasaanku. Dia tetap saja tak bisa merasakannya. Dalam setiap tulisan, aku selalu menyebut kata “Mungkin” disetiap tulisanku. Karena aku terus berharap mungkin saja kau membaca dan dapat mengenali aku yang tak bisa melupakanmu. Walau hanya pengharapan yang tak berujung, aku tetap disini berharap kau bisa berbalik atau aku yang harus belajar melupaka mu dengan rasa sakit yang tak tau kapan akan bisa kusembuhkan.

3 comments:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    www.arenakartu.cc
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete