Wednesday, 6 November 2013

Wanita Perindu

Mungkin sekarang semuanya telah berjalan ke arahnya sendiri-sendiri, semuanya telah memiliki arusnya sendiri. Menerjang semua dengan kekuatan yang mereka yang miliki sendiri juga, begitu juga aku melihat semua berubah dari cara dia berjalan hingga cara dia tersenyum hingga lebih sering untuk membantu ku.
Dari awal aku sudah mengetahui wanita yang dia sukai tapi aku selalu ingin berada disampingnya hingga aku berharap hnya pada ku dia bisa tersenyum, mungkin menjadi wanita egois harus kutangisi disetiap tidur malam ku yang dingin. Hal yang bergejolak ini selalu saja memenuhi otak ku hingga mata terbuka terasa bayang-bayang dirinya berjalan didepan mata ku.
Dia datang lagi untuk membantu dalam setiap hembusan nafas yang dia keluarkan serasa itu semua berharga untuk langkahnya kearah ku. Namun menyedihkan jika matanya tak pernah tertuju kemata ku. Dia berbicara namun hati mengarah kepada wajah yang lain, dia tertawa namun melihat tingkah wanita yang dia perhatikan. Ingin merintih, menghempaskan badan kedalam tempat yang gelap itu namun aku tak berani meninggalkan bayangan yang tertuju untuk wanita lain. Mungkin, inilah nasib seorang perindu seperti diriku.
Merindukan dia yang mencintai orang lain, menunggu dia yang juga menunggu orang lain dan menjaga senyum yang tak pernah tertancap erat dilubuk hatinya.
Aku, seharusnya tak pernah merasakan perasaan menyukainya. Aku, seharusnya hanya menganggap dia pelipur lara yang hilang. Aku, seharusnya hanya boleh melihatnya saja. Yah, hanya itu daya untuk bisa selalu berada dalam lingkaran hidupnya karena sesungguhnya aku tau jika ku utarakan semuanya akan berubah menjadi benteng penghalang aku dan dia.
Perindu, perindu, perindu.. maafkan aku untuk merindukan orang seperti mu, maafkan aku selalu menutup teliga untuk ceritamu, maafkan aku yang terlanjur menyukaimu dan menjadikan setiap kata itu menjadi hal yang tak berarti diotak ku namun berarti dihatimu untuk wanita itu.
CUKUP.. aku sudah bisa melupakanmu dari mulut namun tidak dihati ini, pembohong yang indah untuk wajah yang terus ceria didepannya dan semua mata yang meilhatku. Mengapa harus ada rintihan, tangis, luka, sakit, dan segala hal yang dapat mengubur diriku sendiri sedangkan yang ku lihat dengan mata merah ini masih banyak orang yang bisa tersenyum dan tertawa, mengapa harus terjadi dengan wanita perindu seperti diriku, wanita yang lebih senang untuk menunggu dari pada mengutarakan segalanya padamu.

Untuk dirimu yang selalu
menjadi angan dan mimpi-mimpi
dalam setiap doa dan tidurku

2 comments:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.cc

    ReplyDelete