Friday, 4 October 2013

Persinggahan sesaat

Saat ku buka mata ku, kulihat segala isi ruang ditempat ku saat ini. Semua mulai terasa asing dan hampir semua tak ada yang aku kenali lagi. Dimana aku sekarang ini ?, tempat yang indah namun terasa mengerikan diujung mata dan perasaanku .
                Semakin kuperhatikan dengan saksama, aku semakin merasa asing dengan semuanya. Semakin aku berusaha untuk mengingat semua yang telah terjadi, terasa semua akan hilang dalam otak ku. Aku iri dengan mereka yang dapat senyum dengan baik dan biasa saja namun beda dengan diriku yang ingin senyum namun tak tau untuk apa dan kepada siapa aku ingin melemparkan senyum dari bibir ku ini.
                Lama aku menyusuri sekelilingku, aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenali namun tak dapat ku jelaskan siapa dia. Dia bicara melalui matanya seperti tak dapat berbohong jika ia sedih melihat kenyataan bahwa aku tak dapat mengenali siapa-siapa lagi. Dia berjalan mendekat semakin dekat hingga tangannya menyentuh bahuku, berusaha untuk menyadarkanku atas kebingungan yang aku alami. Semakin dia berbicara semakin setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat ku pusing. Dia berkata hingga air mata keluar dipelupuk matanya. Aku ingin tau apa yang dia sedihkan saat berbicara dengan ku.
                “kau harus hidup seperti dulu”
Kenapa ?, ada apa?. Kenapa dengan hidupku yang dulu, kenapa dengan hidupku saat ini. Aku tetap akan menjadi diriku kan?. Kumohon jangan berbicara jika engkau tak pernah ingin mengatakan sebenarnya. Apa yang terjadi ?, siapa kamu ?, dan siapa aku ?.
                Siapa aku ? .  apa yang terjadi, kenapa ku tak dapat mengenali diriku sendiri, kenapa semua harus terasa asing seperti ini. Teriakan jiwa ku mungkin tak dapat mereka dengar, catatan kecil penyesalanku juga tak dapat mereka lihat namun tak tau mengapa seperti dapat mereka rasakan. Mereka mengatakan semua hal untuk membuat ku bangkit namun yang kubutuhkan hanyalah DIA.
Dia adalah dirinya yang telah ku buat kecewa karena sikap yang tak pernah bisa ku ubah. Seharusnya dari awal aku bisa setuju dengan segala hal baik yang telah ia rencanakan dari awal. Namun aku tetap teguh terhadap pendirianku yang bodoh. Pendirian yang membuatku menjadi tak berguna lagi untuk hidupku selanjutnya.
“bukan ini yang aku inginkan hadapkan aku kepadanya, banyak yang harus aku katakan kepadanya, banyak hal terbuang yang harus aku satukan lagi. Kembalikan dia disampingku”
Teriakan ku mengisi seluruh ruang ditempatku saat ini. Tangisku mulai pecah saat ku mengingat dirinya. Dirinya dengan mata pembawa kehangatan bagiku dan suara penyejuk jiwa ku yang terbawa olehnya.
Semakin ku meronta semakin mereka melarang ku untuk pergi menemuinya hingga pada saat mereka sudah tak kuat melihatku berubah menjadi orang lain dengan terpaksa mereka semua melepasku untuk menggapai kembali tangannya yang kucari. Namun semakin ku cari semakin aku tak dapat menemukannya lagi. Dimana ??, dimana kamu ???
Ku mulai tertarik membuka pintu yang terpenuhi suara orang-orang yang membaca  ayat-ayat suci al-quran. Kubuka pintu itu dan ku lihat semua orang itu mengelilingi seseorang yang telah tertutupi kain. Pertanyaan mulai bergulir siapa orang itu ?, ku mulai berjalan mendekati orang itu tanpa ada seorang pun yang menghalangiku dan sekarang aku tepat berdiri disamping orang itu lalu kutekukkan kaki lalu membuka kain yang menghalangi ku melihat wajahnya.
“ ini semua salah. Ini bukan dia. Ini orang lain. Bangun .... “
Kenyataan berbicara lagi untuk kedua kalinya. Mengapa kenyataan yang ku hadapi harus sepahit ini. Kenyataan yang tak pernah ku impikan namun harus aku terima. Terlalu sesak jika melihat segalanya, segala tentang dirinya yang tak lama lagi akan menjadi pendamping hidupku.
                Pernikahan yang akan dilaksanakan tiga hari lagi harus berakhir, semua rencana hidup bersama yang telah kami atur harus ku hapus sendiri. Semua berakhir ketika aku tak ingin untuk menemuinya dan menyalahkannya untuk rencana yang tak pernah kami rencanakan bersama walaupun aku tak pernah mempertanyakan untuk apa itu. aku selalu menjadi wanita egois untuk dirinya. Kecelakaan yang merengutnya semua karena diriku. Mengapa kau datang menemui ku saat itu, mengapa aku harus menyalahkan dirimu . mengapa harus kamu yang pergi ??
                Melepaskan mu mungkin tak akan semudah yang terbayang diotak ku. Kau adalah persinggahan sesaat untuk hidupku. Persinggahan yang dipenuhi memori yang indah. Maaf jika dulu ku tak bisa menjadi wanita indah untuk mu namun yang aku tau kau tetap sabar menghadapi diriku hingga memutuskan untuk bersama ku namun harus terhalangi oleh takdir. Satu kecupan untuk nisanmu untuk persinggahan awal dikehidupanmu selanjutnya. Kau persinggahan sesaat ku ketahuilah kau membuatku menjadi wanita yang berbeda karena tak ingin kehilangan orang seperti mu untuk kedua kalinya.


1 comment:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.cc

    ReplyDelete